
Tak beberapa lama keempat Jenderal paladin yang lain tiba di tenda itu,
" Bagaimana kondisinya? " ucap salah satu dari empat yang baru datang itu.
" Situasinya cukup buruk dibelakang, bagaimana dengan situasi di depan? " tanya sang kepala Jenderal paladin.
" Sepertinya sudah hampir membuahkan hasil, tapi persenjataan mereka.. Keluarga Stronghold benar benar mengeluarkan semuanya hari ini.. " ucap Jenderal paladin yang lain.
" Banyak senjata senjata atau benda benda aneh yang diterbangkan dari atas benteng, rata rata berurusan dengan api, seperti ada kejanggalan di peperangan ini, "
" Ya.. Tapi di tempat ku kita hampir bisa mengalahkan mereka, namun tetap saja mendobrak pintunya sangat susah, apalagi memanjatnya, "
" Di sisi ku juga seperti itu, sepertinya tinggal beberapa hari lagi kita bisa menghancurkan salah satu bagian kita, " ucap yang lainnya.
" Benarkah? Tapi situasi di belakang kita ini benar benar kritis, pertama pangan, kedua kapal, " ucap kepala Jenderal paladin itu.
" Pangan? Dan kapal? Mereka masih menghadang dan menyerangnya? Ini gawat.. " ucap yang lainnya.
" Bagaimana jika kita kerahkan beberapa puluh ribu pasukan di depan untuk menyerang barikade pasukan laut asosiasi? Sekaligus meminta bantuan pangan dan persenjataan pada kekaisaran? " ucap salah satu jenderal paladin itu.
" Kalau begitu.. Menurut si kapten yang memimpin pasukan pertama kesini, mereka telah secara berkala mengirimi surat ke pihak kekaisaran, namun bukankah kita tidak pernah mendapatkan satu pun surat itu? "
" Menurut kesimpulan ku sekarang, sejak awal sepertinya mereka memang berniat mengurung kita disini, tapi.. Apakah kita akan dengan senang hati terjebak dengan strategi mereka? "
" Malam ini cepat kirim beberapa puluh ribu pasukan ke laut, hancurkan mereka terlebih dahulu, aku ingin melihat, bagaimana mereka bisa bertahan lebih lama jika kita bisa mendapatkan bantuan dari pihak kekaisaran! " ucap kepala Jenderal paladin itu.
Hari mulai beranjak sore, pertempuran seperti biasa dihentikan, di balik sisi lain tembok, Arzha sedang berkumpul dengan para petinggi asosiasi lainnya,
" Menurut catatan para komandan prajurit, pihak musuh telah menelan kerugian puluhan ribu prajurit tewas, dan puluhan ribu lainnya luka luka, serta ribuan kapal telah dihancurkan, "
" Pihak kita hanya kehilangan beberapa ribu pasukan yang tewas, dengan beberapa ribu lainnya luka luka, serta beberapa kapal yang tenggelam, bagaimana Tuan Tuan? " ucap Arzha.
" Perhitungan yang cukup adil, tak lama lagi jumlah kita dapat menyaingi jumlah dari pihak musuh, kita bisa melakukan serangan terbuka lalu memukul mundur mereka! " ucap seorang tetua asosiasi yang lain.
" Seharusnya anda jangan terlalu gegabah tetua, ingat pesanku sejak awal, persediaan pangan dan juga persenjataan kita bisa cukup untuk beberapa bulan ke depan, melakukan serangan buru buru seperti itu hanya akan menghilangkan keunggulan kita ini, " ucap Arzha.
__ADS_1
" Aku setuju dengan apa yang Tuan Arzha katakan, ini adalah peperangan dengan kesabaran, kerugian musuh sekarang telah pada titik menghabiskan kekayaan sebuah kekaisaran besar, jika kita menunggunya sedikit lagi, "
" Aku jamin.. mungkin beberapa ratus tahun ke depan Kekaisaran Suci Helmia itu tidak akan pernah bisa menyerang siapapun, bahkan berkesempatan ditaklukan oleh siapapun, " ucap Tuan Chris.
Ditengah pembicaraan itu, tiba-tiba suara telepati dari Ken dan Brian mengagetkan Arzha,
" Tuan! Beberapa puluh ribu pasukan dan beberapa ratus kapal di pihak musuh seperti sedang disiapkan untuk berlayar ke lautan, " ucap Ken.
" Seorang Jenderal paladin sepertinya ikut pergi memimpin mereka, " tambah Brian.
" Begitukah? Itu kabar bagus, cepat suruh Tuan Winston untuk menumpahkan minyak ke air, lakukan memutar, perkirakan lingkarannya hingga cukup untuk mengurung mereka semua, " ucap Arzha.
" Memangnya api bisa menyala ditengah lautan air Tuan? " tanya Ken.
" Hehe.. Cepat saja kau lakukan, bantu Tuan Winston disana, dan cobalah sendiri, lalu kepung lingkaran api itu, dan habiskan panah yang kalian miliki, kalau perlu ambil saja persediaan dari pasukan darat disini, " ucap Arzha.
" Baik Tuan! " ucap Ken dan Brian bersamaan.
" Apakah kalian belum pernah melihat kumpulan api di tengah lautan? Kalau begitu, aku akan memperlihatkannya.. Haha.. " gumam Arzha.
" Lihat? Ketika salah satu dari kita berlayar dengan membawa puluhan ribu pasukan seperti ini bukankah mereka bersembunyi dalam kegelapan malam karena ketakutan? Haha.. " ucap Jenderal paladin itu.
" Lanjutkan dengan kecepatan penuh, kita harus sesegera mungkin sampai di kekaisaran! " ucap sang Jenderal.
Berlayar dengan kecepatan penuh, ratusan kapal itu mengitari kapal sang jenderal yang berdiam di pusat formasi, setelah malam mulai larut, kapal kapal yang bersembunyi dalam kegelapan, mulai melihat mangsanya masuk ke lingkaran yang sudah mereka siapkan.
Menunggi saat yang tepat semuanya diam dalam keheningan, setelah dirasa semua kapan itu masuk ke dalan lingkaran..
" Sekarang! "
Panah panah api berterbangan di kegelapan malam, lautan menjadi terang dengan tembakan panah panah itu, minyak yang ditumpahkan mulai tersulut membentuk sebuah lingkaran, hujan panah api tak berhenti hingga semuanya habis.
" Sial!! Kita dijebak!! " ucap sang jenderal.
" Lapor jenderal, api mengitari kita, puluhan kapal sudah mulai tenggelam bersama para pasukan, bagaimana ini jenderal! " ucap salah satu prajurit.
__ADS_1
" Buat formasi perlindungan! Tunggu sampai mereka menghentikan serangan lalu kita serang balik! " ucap sang jenderal.
" Terus serang! " ucap Brian dari atas langit.
" Ken! Coba kau cari Jenderal yang memimpin ekspedisi ini, kalau bisa bunuh dia, tapi hati hati! Dia seorang Jenderal paladin.. " ucap Brian.
" Baiklah.. Kau tetap disini, jika aja yang berusaha kabur, hancurkan, jangan biarkan ada yang tersisa, kecuali mereka kembali ke pulau kita! " ucap Ken.
" Aku mengerti! " sahut Brian.
Ken terbang ke tengah melintasi api api itu, Ia lalu melihat sisa kapal yang masih bertahan, di tengah terlihat yang cukup besar, namun sedikit tahan dari tembakan panah panah api itu.
Dengan cepat Ken menghancurkan sisa sisa kapal itu,
Kraak!
Boommm!!
" Lapor Jenderal! Ada yang menyerang kapal kapal kita secara langsung dari dekat! " ucap salah seorang prajurit.
" Apa!? Biar aku yang melawannya, kalian tunggu disini, jaga kapal ku ini sekuat tenaga, kalau kita semua kalah disini habis sudah harapan untuk menaklukan Kepulauan Tengah itu! " ucap sang jenderal.
" Baik Jenderal! " sahut si prajurit.
Dengan kekuatan suci nya, Jenderal itu terbang menghampiri Ken yang sedang membombardir kapal kapal dengan sihir nya.
" Si4l4n! Siapa yang berani dengan lancang menyerang armada ku!? " ucap Jenderal itu.
Ken lalu menghampiri jenderal itu,
" Heh.. Armada lemah seperti ini hanya cocok untuk berlayar di sungai sungai kecil, lautan luas ini hanya untuk mereka yang berlayar demi menjaga keutuhan negara nya, bukan memperluas untuk memenuhi nafsunya! " ucap Ken.
" Kau.. Kau.. Tau apa tentang negara ku!? Biar ocehan mu itu kau rasakan saja di alam neraka nanti! "
" Sihir suci, bola cahaya! "
__ADS_1
" Opss.. Serangan yang berbahaya, sepertinya aku memang harus ikut bertarung, memang kekuatan kita terpaut jauh, tapi jangan lupakan kalau aku adalah pangeran dari ras vampire! " ucapnya langsung menerjang ke arah jenderal paladin itu.