Pengelana Dunia Utusan Para Dewa

Pengelana Dunia Utusan Para Dewa
Ch. 23 - Persiapan Sebelum Acara


__ADS_3

Tok tok tok


" Siapa disana? " tanya Arzha.


" Rodrigo Tuan! "


" Masuklah! "


Terlihat Rodrigo membuka pintu ruangan Arzha membawa beberapa orang bersamanya,


" Ini adalah beberapa orang yang sedikitnya mengetahui beberapa hal tentang Pulau Besar Barat itu Tuan.. " ucap Rodrigo.


" Lalu.. apakah kau sudah mencari orang yang sangat mengetahui pulau itu seperti apa yang ku minta? "


" Sudah Tuan, bapak di sebelah ku ini, dia merupakan seorang pedagang asal Kepulauan Tengah ini, namun sudah lama hidup bahkan tinggal di Pulau Besar Barat itu, " ucap Rodrigo.


" Salam Tuan! " ucap seorang Pria agak gemuk di samping Rodrigo.


" Ahh.. Jadi begitu ya.. Sebenarnya aku akan memberangkatkan kalian ke pulau itu, tepatnya ke Pegunungan Selatan untuk mencari sebuah gunung yang bisa mengeluarkan api kental yang membakar wilayah disekitarnya apakah kau setidaknya pernah mendengar informasi itu pedagang? " ucap Arzha.


" Gunung yang bisa mengeluarkan api kental? Tentu saja Tuan.. Karena saya sudah lama disana, tidak mungkin kami tidak mengetahuinya, apalagi saya dulunya tinggal di selatan Kekaisaran Romanus, hampir berbatasan dekat Pegunungan Selatan itu, " ucap pedagang itu.


" Baguslah kalau begitu, aku menyerahkan rombongan ini padamu pedagang, aku menginginkan semuanya dalam keamanan dan kenyamanan, gunakan koneksi mu nanti disana untuk mencapai gunung itu, lalu kabarkan padaku, " ucap Arzha.


" Bagaimana nanti cara mengabarkannya Tuan? " tanya pedagang itu.


" Seperti ini.. " ucap Arzha melalui skill telepati pada semuanya.


" Ba - Baik Tuan! " ucap pedagang itu.


" Coba jawablah dengan pikiran mu.. " ucap Arzha sekali lagi.


" Baik Tuan! " ucap pedagang itu di dalam pikirannya.


" Nahh kau sudah bisa bukan? Jika memungkinkan nanti aku akan menyusul kalian, ingat untuk menjaga orang orang ku, jika tidak.. " ucap Arzha dengan wajah dinginnya.


" Ba - Baik Tuan! Anda bisa tenang.. "


" Baiklah, ambil uang itu sebagai pembayaran awalnya, dan juga modal perjalanannya, apakah cukup? " ucap Arzha sambil memberikan sebuah kantong kecil berisi beberapa keping koin Platinum.


" Ini.. Ini.. Sangat lebih dari cukup Tuan! " jawab si pedagang.

__ADS_1


" Baiklah, kau bisa pergi dari sekarang, ingat jangan coba coba mengelabui atau membodohi ku atau lainnya, karena jika ketahuan kau akan berbuat seperti itu, aku tidak akan mentoleransinya, sekali lagi kau mengerti? " ucap Arzha.


" Baik Tuan! " sahut pedagang itu.


" Bagus.. Sekarang pergilah! "


Setelah memberi hormat, pedagang itu langsung meninggalkan ruangan Arzha dengan para anak buahnya untuk segera menuju ke Pulau Besar Barat.


" Sudah Tuan? " tanya Rodrigo.


" Ya.. Tugas mu sekarang melatih pasukan baru kita, lalu bawa mereka berburu sebanyak mungkin monster, kalau bisa tingkatkan jumlah mereka dalam waktu dekat ini, kita butuh kuantitas juga kualitas pasukan yang memadai di situasi sekarang ini, " ucap Arzha.


" Baik Tuan! " ucap Rodrigo sambil keluar dari ruangan itu.


" Status! "


[ Status ]


Nama : Arzha Tetrasena


Ras : Human


Serangan : 2010 ( +350 )


Health Point : 16.600


Mana Point : 16.100 ( + 14.000 )


[ Meningkatkan 10 serangan, 100 Hp, dan 100 Mp per setiap kenaikan level + bonus 100 serangan, 500 Hp dan Mp setiap 10 Level ]


" Statusku sudah cukup lumayan tinggi sejak perburuan kemarin perjalanan ke sini, tapi jika aku harus berburu sambil mengatur semua ini, itu akan sangat menyulitkan dan mengganggu waktu ku, sepertinya aku harus bisa mencari cara lain yang lebih efisien, huh.. " gumam Arzha.


Setelah melihat statusnya sendiri, Arzha lalu beranjak keluar dari ruangannya, kemudian turun untuk melihat beberapa persiapan acara perayaannya, juga pembuatan gudang dan kandang kandangnya.


" Ini sudah lumayan bagus, tinggal beberapa hiasan lagi mungkin, lalu sebagai tambahan, mungkin taman harus ditambah juga hiasannya untuk menambah keindahan lain, "


" Baiklah mari kita lihat persiapan persiapan lainnya.. " gumam Arzha sambil keluar dari mansionnya.


Terlihat Chyla sedang membagi bagikan makanan bersama beberapa pelayan Arzha pada para pekerjanya yang lain, berjalan ke belakang, ada beberapa warga yang sedang membakar bekas rumahnya yang menggunung dan menyimpan hadil bakarannya seperti yang dipesankan oleh Arzha.


Lalu di bagian paling belakang ada para tukang bangunan yang sedang membuat gudang dan kandang kuda, beberapa terlihat sedang memindah mindahkan kotak yang sudah penuh ke gudang gudang sementara nya.

__ADS_1


" Hah.. Sampai kapan pemandangan ini akan berlanjut? Semoga para pasukan Raja Iblis itu tak sampai ke sini nantinya, " gumam Arzha.


Hari beranjak malam, Arzha kemudian beristirahat setelah memberikan beberapa arahan pada para anak buahnya mengenai persiapan yang harus mereka kerjakan sebelum acara itu, mengingat tinggal beberapa hari lagi acara itu akan diselenggarakan.


**


Keesokan paginya seperti biasa, Arzha melakukan rutinitas nya, lalu melihat kembali pekerjaan para pelayannya, tanpa disadari ternyata Arzha kedatangan Tuan Winston di pagi harinya itu.


" Salam Tuan Arzha, mohon maaf sebelumnya jika kedatangan ku sangat mendadak tanoa memberitahu mu terlebih dahulu, " ucap Tuab Winston.


" Tidak apa Tuan, saya hanya merasa tidak enak saja anda harus datang disaat keadaan mansiok ini sedang sibuk dan kacau seperti ini, ada urusan apa Tuan Winston? Ahh.. Mari kita mengobrol di dalam, sambil menikmati secangkir teh di pagi hari itu cukup bagus bukan? " ucap Arzha.


" Menikmatinya di luar rumah pagi hari seperti ini lebih enak Tuan Arzha.. Haha.. " ucap Tuan Winston.


" Begitukah? Haha.. Baiklah.. "


Prok Prok Prok


" Siapkan dua kursi dan satu buah meja, juga teh terbaik yang kita miliki sekarang.. " ucap Arzha.


" Baik Tuan! " ucap beberapa pelayan yang berada disana.


Tak berapa lama datanglah beberapa anak buahnya meminta apa yang dipesan oleh Arzha, lalu menyiapkannya untuk Arzha dan Tuan Winston.


" Ada urusan apa Tuan Winston sampai sampai anda datang ke sini sepagi ini? " ucap Arzha sambil menyeruput kopinya.


" Begini Tuan Arzha.. Sebelumnya anda telah berjanji untuk menjual produk unggulan cairan kosmetik anda padaku lagi, jadi aku ingin menagihnya sekarang Tuan.. " ucap Tuan Winston.


" Ohh masalah cairan kosmetik itu.. Kau tinggal hubungi saja Pak tua Jhon, dia akan menyiapkannya, harganya masih tetap, kau tinggal menghubunginya, " ucap Arzha.


" Begitukah? Terima kasih sebelumnya Tuan Arzha saya akan segera menghubungi Pak tua Jhon itu, " ucap Tuan Winston.


" Namun.. Ingat untuk selalu menjualnya pada para orang orang kaya melalui koneksi mu, jangan mengganggu bisnis toko ku yang menjualnya pada semua orang, anda mengrti Tuan Winston? Ahh.. Utamakan menjualnya pada para petinggi di luar pulau ini, " ucap Arzha.


" Tentu saja Tuan Arzha anda bisa tenang, kalau boleh tau kenapa selama ini anda belum membuka toko kosmetik itu? " ucap Tuan Winston.


" Membuka toko ya? Mungkin setelah acara perayaan ini, aku akan mempromosikan dulu produknya saat acara perayaan nanti lusa, haha.. " ucap Arzha.


" Begitu ya.. Baiklah kalau begitu, saya izin untuk menghubungi dulu Pak tua Jhon itu, saya permisi sebentar Tuan Arzha, " ucap Tuan Winston.


" Silahkan Tuan Winston.. " balas Arzha.

__ADS_1


__ADS_2