Pengelana Dunia Utusan Para Dewa

Pengelana Dunia Utusan Para Dewa
Ch. 26 - Kabar Baik & Kabar Buruk


__ADS_3

" Bersulang! "


Semua tamu yang hadir disana menyambut acungan cangkir dari Arzha, di 3 kursi kehormatan, 3 orang itu seperti selalu memantau setiap pergerakan Arzha dan juga para pelayannya, bahkan setiap satu orang pengintai di patroli kan di sekitar mansion nya.


Beberapa pelayannya yang berada di dalam pun secara berkala selalu membisikkan sesuatu pada para tuannya itu.


" Sepertinya mereka juga mempunyai beberapa jurus yang mirip dengan telepati sepertiku, atau menggunakan beberapa item khusus melakukannya, "


" Identify! "


" Benar benar para monster penguasa Kepulauan Tengah, level 200? Dan juga bahkan para panglimanya hampir mendekati level 300, apalagi anak buah Tuan tua itu, angkanya telah melebihi seorang level 300 biasa di dunia ini, "


" Sepertinya aku harus sangat berhati hati, tapi sepertinya beberapa skill yang dimiliki 3 keluarga itu sedikit banyak berguna, satu keuntungan lain yang ku dapatkan, 2 skill ini busa mendapatkan skill tanpa melihat skill seperti apapun itu, dan.. tak ada batasan berapa skill yang bisa ku dapat, haha.. " gumam Arzha.


" Imitator! Successor! " gumamnya.


" Hehe.. Ini berhasil, aku bisa menggunakannya saat dibutuhkan, "


Setelah Arzha melakukan rutinitas pencurian skill nya, tiba-tiba 3 orang pelayan dari para keluarga besar memasuki mansion dengan tergesa gesa, dan membisikkan sesuatu.


Kemudian ketiga kepala klan itu saling berpandangan dan menganggukkan kepalanya bersamaan, lalu Tuan tua Louis berdiri dari kursinya dan menangkupkan tangan pada semua tamu yang hadir disana,


" Para tamu sekalian, terutama Tuan Arzha, sebelumnya saya minta maaf atas gangguan di acara perayaan ini, sepertinya kita harus menundanya terlebih dahulu, atau mencukupkan nya saja, "


" Dengan izin anda, sepertinya kita harus mengadakan pertemuan mendadak sekarang disini, mengingat anda juga seorang Platinum, jadi anda berkewajiban dipilih menjadi seorang tuan rumah sebuah pertemuan, mungkin sekarang saatnya, bagaimana Tuan Arzha? " ucap Tuan tua Louis itu.


" Tidak masalah Tuan tua.. Tidak masalah.. Saya dengan senang hati akan menerimanya, namun bagaimana dengan pengaturan tempatnya? " ucap Arzha.


" Ini cukup, sudah tidak perlu ada pengaturan, apalagi untuk sebuah pertemuan mendadak seperti ini, bukankah begitu Tuan Chris, Nyonya Rose? " tanya Tuan tua Louis.

__ADS_1


" Aku tidak keberatan.. " jawab Tuan Chris.


" Mari kita berdiskusi kalau begitu.. " balas Nyonya Rose.


" Baiklah.. Kalau begitu.. Pertemuan mendadak ini aku mulai! " ucap Tuan tua Louis itu.


" Seperti yang telah kalian lihat, tadi kami menerima beberapa kabar, kabar baik yang juga di dampingi kabar buruk, "


" Sebelumnya.. Setelah bantuan persenjataan, ramuan dan juga pangan dari kita sampai di Pulau Besar Barat, kedua negara itu langsung menerima dan menggunakannya, "


" Kabar baiknya berawal dari sini, katanya.. dengan bantuan kita itu, menjadi titik balik awal dari kemunduran invasi dari pasukan Raja Iblis itu, ya.. seperti yang kalian tebak, pasukan Raja Iblis itu telah benar benar mundur kembali ke Pulau Kecil Utara, menghentikan lagi invasi, untuk yang kedua kalinya, "


" Bersamaan dengan kabar baik itu, kabar tak mengenakkan juga datang dari arah timur, Kekaisaran Suci Helmia memberangkatkan ratusan kapalnya yang berisi penuh dengan pasukan ke Kepulauan Tengah kita ini, mungkin jika menghitung waktu, mereka akan sampai disini sekitar beberapa minggu ke depan, "


" Bahkan menurut rumor, bahayanya adalah Kekaisaran Suci Helmia akan memberangkatkan lagi sisa pasukannya di pemberangkatan kedua, dengan ribuan kapal lebih banyak, "


" Pilihannya ada beberapa, namun yang pertama, apakah kita harus langsung menghadangnya di laut? Atau menunggu pasukan pertama hingga ke darat lalu menghabisinya? Atau menunggu semuanya, dan melakukan pertempuran terbuka? " tanya Tuan tua Louis.


" Ya.. Kami sebagian mungkin bisa menyatukan kekuatan untuk menghadang mereka Tuan tua, kita habisi pasukan gelombang pertama, lalu anda kemudian bisa menyatukan kekuatan dengan yang lainnya untuk menghadang pasukan yang terakhir, " tambah seorang anggota Platinum yang lain.


" Hmm.. Adakah usulan yang lain? " Tuan Chris kemudian ikut bicara.


" Bagaimana jika kita minta bantuan pada Kekaisaran Romanus dan juga Kerajaan Voulgrade? Bukankah kita juga telah membantu mereka, " tanya seorang anggota Platinum lagi.


" Tidak.. Kemungkinan mereka akan menolaknya karena alasan kelelahan pasukan dan lainnya, kita membantu atas dasar musuh bersama, tapi mereka sepertinya belum terlalu berani untuk berkonfrontasi dengan Kekaisaran Suci Helmia, " ucap Tuan Chris.


" Emm.. Apakah saya boleh ikut mengusulkan beberapa ide? " ucap Arzha sambil mengangkat tangannya.


Semua orang melihatnya, beberapa terlihat penasaran, yang lainnya sedikit meremehkan, mungkin dalam pikiran mereka Arzha hanyalah seorang anak muda yang baru memasuki dunia seperti ini.

__ADS_1


" Ya silahkan Tuan Arzha.. Kami tidak keberatan, " ucap Tuan tua Louis.


" Pertama saya tidak setuju dengan ketiga pilihan itu, alasannya sederhana, karena kita tidak memanfaatkan kelebihan yang kita punya, " ucap Arzha.


Tiba-tiba beberapa anggota Platinum lainnya mencoba untuk menyerang Arzha karena seperti telah menolak mentah mentah usulan mereka.


" Kelebihan? Kelebihan apa yang anda maksud yang terhormat Tuan Arzha? Bukankah justru mereka yang nantinya akan memiliki kelebihan dalam hal jumlah pasukan? Jadi lebih baik kita manfaatkan pasukan pertama untuk mengurangi keunggulan jumlahnya, " ucap anggota Platinum yang tadi mengusulkan penyerangan pasukan pertama.


" Tidak.. Jika begitu lebih baik bagi kita meminta bantuan pada Kekaisaran Romanus ataupun Kerajaan Voulgrade untuk meminjamkan sedikit pasukannya, "


Di sisi lain ketiga Dewan Tertinggi seperti memikirkan apa yang diucapkan Arzha,


" Tuan Tuan sekalian.. Sebaiknya mari kita dengarkan terlebih dahulu ide dan usulan dari Tuan Arzha, "


" Bagaimana maksud anda sebenarnya Tuan Arzha? " ucap Tuan tua Louis.


" Begini Tuan.. Sebelum sampai di Kepulauan Tengah ini, saya pernah membaca sebuah buku tentang strategi dan perang, kalian mungkin bisa meremehkan saya sebelum mengetahui rencananya, tapi dengarkan saja dulu usulan saya ini, "


" Di zaman sebelumnya, pernah terjadi penyerangan yang serupa, namun bahkan dalam penyerangan itu, pihak penyerang dapat memenangkan peperangan di awal masa perang, namun.. keadaan itu tak bertahan lama, "


" Apa faktor yang menjadi sumber kekalahannya? Jika ada yang menebak laut, maka kalian benar, "


" Para penyerang itu membawa ratusan ribu pasukannya ke daratan musuh, dan perlu kalian ingat.. pasukan musuh juga terdiri dari manusia, kalian jangan lupakan itu, sekarang saya tanya apa yang menjadi pilar kehidupan seorang manusia? "


" Makanan? " ucap Tuan tua Louis.


" Benar sekali Tuan tua, " ucap Arzha.


" Makanan? Apa hubungannya dengan itu? " ucap yang lain.

__ADS_1


" Aku mulai mengerti.. Jadi seperti itu Tuan Arzha? " ucap Tuan Chris.


" Benar sekali Tuan Chris.. Namun jika hanya seperti itu, kita hanya akan menunggu kekalahan saja, sebelum semua orang kelaparan itu memaksa untuk merangsek masuk, " ucap Arzha.


__ADS_2