Pengelana Dunia Utusan Para Dewa

Pengelana Dunia Utusan Para Dewa
Ch. 29 - Peperangan


__ADS_3

Keesokan paginya, laporan dari Tuan Winston datang menghampiri pos Arzha,


" Lapor Tuan Arzha! Surat dari Tuan Winston telah tiba! " ucap si pengintai sambil memberikan suratnya pada Arzha.


" Haha.. Kabar yang cukup menggembirakan! Sebarkan kabar ini ke seluruh pasukan kita, buat moral kepercayaan diri mereka kembali, karena perang yang akan kita hadapi ini tidak akan sebentar.. " ucap Arzha.


" Baik Tuan! " ucap Pengintai itu.


" Masih tersisa kurang lebih tiga ratus lima puluh ribuan lagi pasukan yang sudah mendarat disini hari ini.. "


" Hufftt.. Ini akan menjadi pertempuran yang panjang.. " gumam Arzha.


Di sisi lain, 5 kapal paling besar dan berbeda dari kapal lainnya mulai mendarat terakhir di tepi pantai, semua pasukan yang hadir disana seperti sangat menunggu kedatangannya, 5 orang akhirnya turun hampir bersamaan setelah para pasukan lainnya turun.


" Itukah para Paladin suci dan terhormat? "


" Penyerangan kita kali ini langsung di pimpin oleh para Paladin suci? Dan juga beberapa jenderal paladin pun ikut serta meninjau peperangan ini? "


" Kemenangan kita sudah dipastikan di depan mata! "


" Hidup Kekaisaran Suci! "


" Hidup Kekaisaran Suci! "


Beberapa pasukan Kekaisaran Suci Helmia mulai meneriakkan nama Kekaisaran Suci Helmia untuk saling meningkatkan moral mereka dalam berperang, akhirnya salah satu dari 5 jenderal Paladin suci itu berbicara.


" Para hamba Dewi Helmia sekalian! Perang sekarang ini adalah tugas yang diperintahkan langsung sang dewi untuk menegakkan keadilan lagi di dunia ini! "


" Sang Dewi yang Agung memerintahkan untuk mendeklarasikan perang suci pada setiap negara yang ada di dunia ini! "


" Hidup Dewi Helmia! " ucap Jenderal Paladin suci itu.


" Hidup Dewi Helmia! "


" Hidup Dewi Helmia! "


Para pasukan mulai menyahuti seruannya sampai Jenderal paladin suci itu meneruskan pidato nya,

__ADS_1


" Bagi siapa saja yang nanti meninggal di medan perang, sang Dewi akan senantiasa mengambil jiwanya langsung menuju ke tempat keagungannya untuk membangun istana nya sendiri di alam Nirwana! "


" Hidup Dewi Helmia! "


" Hidup Dewi Helmia! "


" Sebelumnya telah terjadi peristiwa yang kurang baik bagi kita, namun yang terbaik bagi mereka! "


" Dimana telah gugur bersama kehendak sang Dewi, saudara saudara kita malam tadi di lautan itu oleh para pendosa yang telah merenggut nyawa saudara saudara kita! "


Para prajurit yang mendengar itu mulai mengepalkan tangannya, moral keputusasaan mereka telah hilang, moral berperang mulai muncul di dada setiap prajurit disana.


" Maka dari itu! Mari kita balas kan dendam sang Dewi dengan mengobarkan genderang peperangan pada para pendosa di pulau ini! Hidup Dewi Helmia! " pekik sang jenderal.


" Hidup Dewi Helmia! "


" Hidup Dewi Helmia! "


Para jenderal paladin itu mulai menyiapkan para pasukannya, selain mereka, terdapat hampir lima ribu prajurit paladin elit yang dimiliki oleh Kekaisaran Suci Helmia, pasukan yang kekuatannya bahkan sudah terdengar hingga ke negeri pulau seberang.


Setiap jenderal mulai menempatkan para pasukannya di posisi masing masing, setiap Jenderal mengambil tujuh puluh ribu pasukan biasa, bersama seribu pasukan paladin suci.


Perlu diketahui taktik perang seperti ini juga sering digunakan di peperangan peperangan juga ya, dan cukup efektif untuk menghalau serangan serangan pemanah dari arah tembok.


Malam harinya para Jenderal paladin itu berkumpul melakukan pertemuan, di sisi lain secara perlahan dan hati hati, Tuan Winston mulai membakar kapal kapal yang membawa pasukan Kekaisaran Suci Helmia ke Kepulauan Tengah, sekaligus menutup rute pelariannya.


" Dengan gugurnya beberapa ratus kapal itu, sekaligus mengurangi persediaan pangan yang kita bawa, belum lagi pangan yang dibawa oleh gelombang pertama sudah hampir habis, " ucap salah seorang jenderal paladin.


" Setelah kita hitung, sepertinya pangan yang kita bawa hanya cukup untuk satu bulan, " ucap yang lainnya.


" Mungkin satu bulan akan cukup bagi kita untuk menaklukan separuh Kepulauan Tengah ini, setelah itu mari kita meminta bantuan lagi, terutama persenjataan dan juga pangan, "


" Ingat.. Jangan menunda nuda peperangan ini, kita adalah pihak yang sangat tidak diuntungkan disini, kita harus bergerak cepat, "


" Terlebih tidak ada informasi tentang benteng besar dan panjang ini, memang tak terlalu kuat, namun anti sihir dan juga panjang nya bahkan dapat menghambat pergerakan kita dengan signifikan, apalagi dengan perlawanan dari pihak asosiasi disini, "


" Maka dari itu.. Kita harus segera menaklukan Kepulauan Tengah ini sebelum kita mati kelaparan disini! " ucap Jenderal paladin yang lain.

__ADS_1


" Untuk sekarang mari kita beristirahat terlebih dahulu, besok kita akan melakukan serangan langsung besar besaran, dan juga sepertinya aku harus bertanya dulu informasi terkini pada ketua divisi yang memimpin pasukan ke Kepulauan Tengah ini pertama kali lebih dulu, "


" Sepakat! Mari kita beristirahat... "


**


Keesokan paginya, tepat pagi hari pasukan Kekaisaran Helmia memulai serangannya, moral yang sedang tinggi mampu membuat beberapa kerusakan, bahkan mulai berjatuhan korban di pihak Asosiasi.


Keunggulan jumlah dapat di manfaatkan dengan baik oleh para jenderal paladin itu, Arzha menyarankan untuk membagi rata juga lima pasukan untuk menghadang serangan pasukan musuh dengan masing masing berkekuatan empat puluh ribu pasukan.


Memang terlihat timpang, namun menurut Arzha, ketimpangan itu dapat sedikit demi sedikit terhalangi oleh kesehatan, pangan, dan juga moral kedepannya, Arzha mengingatkan bahwa mereka bukan sedang berperang tentang siapa cepat yang harus memenangkan pertempuran, tapi siapa yang mampu bertahan menjaga nyawa nya lebih lama.


" Ingat Tuan Tuan sekalian! Kita sedang memilih perang yang berteman dengan waktu, jadi manfaatkan saja waktu ini dengan sebaik baiknya, saya tekankan! Perang ini bukanlah perang tentang siapa yang dapat memenangkannya lebih dulu, tapi siapa yang mampu bertahan menjaga nyawa nya hingga akhir! " ucap Arzha.


" Ya! Ya! "


" Mari kita tahan mereka selama mungkin, sampai mereka mati sendiri membusuk di bawah sana, jangan pernah melemahkan pertahannya! " pekik Arzha.


" Ya!!! " ucap semua pasukan serempak.


Hari demi hari terus berganti, tak terasa minggu kembali bertemu minggu, 3 minggu sudah peperangan berlangsung, banyak korban berguguran di kedua belah pihak, terutama di pihak kekaisaran.


" Cihh.. Peperangan ini menjadi lama lebih lama dari apa yang kita perkirakan, sudah banyak kejanggalan yang kita rasakan dari peperangan ini sejak awal, bahkan hari ini, hampir puluhan ribu pasukan kita menjadi korban, dan puluhan ribu lainnya luka luka berat, "


" Lapor Jenderal! Para pasukan laut asosiasi mulai membakar beberapa kapal kita lagi! " ucap seorang prajurit yang tiba-tiba saja memasuki tenda.


" Lagi!? Bukankah aku sudah memerintahkan beberapa dari kalian untuk menjaganya!? " teriak sang Jenderal paladin itu.


" Para pasukan terlihat kelelahan, jadi tanpa disadari, kapal itu tiba tiba saja terbakar.. " ucap pasukan yang melaporkannya itu ketakutan.


" Omong kosong! Berapa sisa kapal kita yang layak pakai? "


" Kalau itu.. Kita masih memiliki seribu lebih kapal yang kami jaga dengan segenap kekuatan, "


" Seribu? Itu masih bagus, tingkatkan pertahanan perahu untuk saat ini! "


" Tetapi Jenderal permasalahan peliknya bukan saja tentang kapal itu, persediaan pangan kita juga sudah mulai menipis, moral pasukan juga kembali turun drastis, "

__ADS_1


" Apakah tidak ada satu kapal pun yang selamat dari penyerangan mereka? Ini benar benar di ujung tanduk, aku harus segera berdiskusi dengan yang lainnya, cepat panggilkan semua Jenderal paladin kesini! "


" Baik Jenderal! " ucap seorang pasukan yang melapoe itu.


__ADS_2