Pengorbanan Dalam Cinta Dan Benci

Pengorbanan Dalam Cinta Dan Benci
episode 1


__ADS_3

Hari ini adalah 40 hari setelah meninggalnya saudari tiriku, Disha Amanda.


Kami adalah dua saudari tiri yang terlahir dari kedua orang tua yang sama-sama berbeda. Aku terlahir dari ibuku yang sudah meninggal yaitu, Amira tiana dan ayahku yang sampai sekarang mendampingiku bernama Akbar syamsudin. Ayahku menikah dengan ibu Disha yang bernama Rani Rahmawati. Disinilah aku akan menceritakan kisahku…


Aku dan disha, kita memiliki hubungan yang erat layaknya saudari kandung. Kebersamaan yang kita lalui memperlihatkan banyak kesamaan antara kita berdua. Sejak kecil aku memang paling disayang oleh ibu rani dan ayah akbar. Ibu rani menyayangi disha lebih dari aku, itu semua karena ibu rani tidak mau melihat disha kekurangan kasih sayang ayah karena ayahku sangat membencinya. Karena kebencian ayahku, ibu rani bahkan membuat wajah Disha menjadi jelek dengan memberikan lumpur ke wajah disha sehingga wajahnya yang cantik tertutup oleh lumpur yang hitam.


Jika ada yang bertanya namaku, aku selalu membuat semua orang bingung karena aku mengatakan bahwa nama ku adalah aku Disha savita. Aneh tapi nyata, namaku dan nama disha sama-sama disha. Aku bahkan selalu menyalahkan namaku ketika ditanyai seseorang.Aku akan menceritakan kisah pahit antara sahabat, kekasih dan saudari.


Dulu ketika aku kecil aku selalu bersama dengan disha. Umurku dan umurnya tidak jauh berbeda, hanya 2 tahun perbedaan. Saat itu teman ayahku datang dari Jakarta ke rumahku yang berada di solo. Dia membawa keluarganya yang terdiri dari dia, istri dan anak tunggalnya yang bernama Arman jaya saputra. Aku dan arman berbeda satu tahun dan dia yang lebih tua.


Saat dia turun dari mobil tiba-tiba..


brukkk.” aduhhhh….” Teriakku saat aku bertabrakan dengan arman ketika aku bermain dengan disha.


” Maaf aku gak sengaja, kamu gak papa kan?.”kata arman. Sakit jelas sakit bahkan aku sampai mendapat luka di lututku. Tapi aku seakan terbawa terbang ke langit dengan bahagia,gimana enggak seneng? yang nolongin aku aja cowok ganteng masa harus nangis kan malu.


Saat itu arman membantuku membersihkan luka dilututku ini. “aww....” kataku.”maaf sakit ya?, o iya nama kamu siapa?”. “ nama aku disha kak, maaf udah ngerepotin kakak.” “ oiya nama kakak siapa ya?”lanjut ku. “namaku arman, panggil aja arman gaush pakek kakak- kakakkan segalak. Lagipula umur kita kan gabeda jauh.”


Sesaat aku sudah seperti tidak memerlukan disha sebagai temanku. Aku bahkan tidak melihatnya lagi ketika aku bersama arman. Aku seakan melupakan saudari sekaligus sahabat terbaiku itu ketika aku bertemu arman. Aku bahkan lebih dekat dengan arman yang baru saja aku kenal daripada disha yang sudah aku kenal sejak kecil.

__ADS_1


Disha Amanda POV…


Aku adalah disha, aku selalu bermain bersama kakakku disha. Aku selalu menemaninya dan dia selalu menyayangiku. Kami adalah saudari yang sangat dekat. Bahkan, ada banyak orang yang mengatakan bahwa kami mirip. Pada kenyataannya adalah aku dan kak disha memang saudari tiri. Namun, kami tidak saling membenci.


Aku selalu bermain kejar-kejaran dengan kak disha dihalaman rumah kami. Saat aku sedang berlari mengejar kak disha tiba-tiba..”aduhh...” aku mendengar kak disha sedang bertabrakan dengan seorang pria tampan. Aku bahkan sampai melongo ngeliat pria yang super duper tampan itu. Aku terus memandangi pria itu dengan rasa yang berbeda.


Tapi,aku sadar bahwa aku hanya seorang wanita jelek yang menutup wajahku dengan lumpur. Rasa malu diriku ketika melihat diri sendiri membuatku mengurungkan niat ku untuk bertemu dengan pria itu, dan aku lebih memilih untuk mandi.


Pada jam 17.00 aku menunggu kak disha di ayunan yang biasa aku dan kak disha datangi. Aku terus menunggunya hingga suara adzan magrib terdengar. Aku langsung bersiap untuk wudhu dan meninggalkan ayunan tersebut.


Setelah selesai sholat aku langsung berlari ke ayunan yang tadi aku datangi. Namun, hal yang aku tunggu tidak ada juga. Kak disha tidak datang ke ayunan itu. Aku bahkan masih menunggunya ditegah malam yang sunyi dengan semilir angin yang membuatku kedinginan.


Pada pagi harinya, aku terbangun dan dengan keadaan yang sama seperti tadi malam yaitu di ayunan tempat aku duduk semalam. “ hmm.. udah pagi aja si, kok kak disha gak datengin aku ya?” kataku dengan lirih. Lalu aku bangun dan mencari kak disha ke kamarnya, dan aku melihat ada kak disha disana yang sedang memilih pakaian untuk pesta.” Kak disha? Kakak lagi ngapain si?”kataku yang menanyakan apa yang sedang dilakukan oleh kakakku itu. “ aku sedang memilih baju, kira-kira baju mana ya yang cocok buat acara nanti malem? Apalagi nanti ada kak arman, aku harus pakek baju yang special dong”kata kak disha dengan ekspresi bahagia.


“Apa? Kak disha ternyata suka sama kak arman sampek nyariin baju yang bagus untuk ketemu sama kak arman?” kataku dalam hati.


Dengan rasa kaget, aku merasa bahwa aku sangat sedih saat ini. Aku langsung membuat wajah sedih ku menjadi gembira dan menemani kak disha memilih pakaiannya.


Setelah selesai memilih pakaian untuk kak disha, aku berjalan menuju ruang tamu dengan membawa teh dan kopi yang telah dibuatkan oleh ibuku untuk tamu kami. " ini tehnya, silahkan diminum". Kataku dengan sopan. Aku menyadari bahwa aku sedang menyuguhkan teh kepada kak arman. Rasa gugup mulai menghampiriku, bahkan aku hampir salah tingkah melihatnya.

__ADS_1


Ketika aku menatap mata kak arman, sepertinya aku melihat dirinya tidak suka melihatku, bahkan berkali kali meandangku dengan wajah tidak menyenangkan.


Malam pun tiba, kebahagiaan terpancar dari wajah kak disha pada pesta malam ini.


Dengan gaun pesta yang anggun, kak disha turun dari tangga bersamaan dengan kak arman yang mengenakan jas. Melihat mereka hatiku seperti tertusuk jarum, cinta pertamaku pasti hancur dengan melihat mereka berdua. Pada saat aku melamun, kak disha menepuk pundakku dan mengajakku berkenalan dengan kak arman.


"sha, kamu kok ngelamun si?, ada yang lagi kamu pikirin ya" kata kak disha.


"eh kak disha, engga kok kak aku gak lagi mikirin apa apa." kata ku kaget melihat kak disha.


"o iya sha, kenalin ini arman. Arman kenalin ini adikku disha."kata kak disha mengenalkanku pada kak arman. "salam kenal" kataku ramah kepada kak arman sambil mengulurkan tangan ku. "Ya." kata kak arman cuek dan tidak mengulurkan tangannya.


Dengan Sikapnya kepadaku, aku bisa menyimpulkan bahwa dia sangat tidak suka kepadaku. Aku merasa sangat sedih dengan melihat sikap kak arman kepadaku. "apa kak arman jijik ya liat wajahku sampek gamau temenan sama aku?" tanyaku dalam hati.


*Be**rsambung*...


bagi para teman teman yang udah membaca ceritaku ini tolong pencet tombol like ya dan pencet tombol love juga yaaaaa!!!


jangan lupa okeee:)

__ADS_1


__ADS_2