
"hmm" jawab kak david
" ish kak ni gimana si, kalok ada yang kenalan itu jawab salam kenal gitu kek, hehe salam kenal kak" ucap ridho
"ayo sha ke kamarku aja langsung biar kamu bisa istirahat" ajak annisa
"iya bener itu, istirahat dulu neng biar seger dikit badanya"
" iya bu makasih ya bu" kata ku sambil beranjak pergi ke kamar yang akan ditunjukka oleh annisa
"sama sama" jawab bu euis
Annisa membawaku ke kamarnya dan mengajakku masuk ke kamarnya
" ini sha, kamu tidur dikamarku aja ya bareng aku, maaf kamarnya kecil" kata annisa
"gapapa kok nis, makasih udah mau direpotin" jawabku
"udah udah, mending kamu istirahat aja dulu"
"iya nis" jawabku yang melihat nisa hingga nisa tidak terlihat lagi. Aku tiduran di kasur annisa dan aku ketiduran hingga aku terbangun karena suara adzan yang berkumandang. Ternyata aku tertidur sampai jam 12 siang.
Setelah selesai sholat, aku langsung mencari annisa. Aku bertemu annisa di dapur, sepertinya dia sedang memasak.
"nis!, kamu lagi masak ya?
boleh ku bantu ga nis? "kataku menawari bantuan
"eh disha boleh kok boleh siapa juga yang ngelarang kamu buat bantu aku masak hehe" jawab kak disha mengiyakan sambil sedikit tertawa mejawab ajakanku.
"emangnya kamu mau masak apa nis? "
"o aku mau masak sayur asem ni terus bikin sambel terasi lauknya ikan asin" jawab kak disha sambil memotong sayur sayuran untuk sayur asemya.
"sini nis aku bantu bersihin cabenya sama aku uleg'in oke? "tanyaku pada nisa
"oke lah, terserah kamu aja"
ketika aku mau ke sumur untuk mencuci cabe tiba tiba ada kak david yang lagi nimba.
__ADS_1
" h-hai kak david" sapaku sambil sedikit gugup
"hmm" jawab kak david cuek
"maaf kak, kok kakak dari tadi jawabnya hmm terus sih mau jadi nisa sabyan apa?" tanyaku sambil sedikit nyeleneh gitu:v
"terserah gue mau ngomong gimana, mulu mulut gue. kalok lo masih mau disini gausah usik hidup gue, gue udah biasa kayak gini.ngerti lo!" jawab kak david dingin dengan bentakan.
"i-iya kak" jawabku takut.
aku jadi bertanya tanya pada diriku sendiri, kenapa kak david kayak gitu? kayak ada masalah yang disembunyiin dan ketika dia marah yang kena orang lain sebagai pelampiasannya. sudahlah biarin aja lah ya namanya juga orang pasti punya urusanya masing masing.
setelah selesai masak, aku dan kekuarga om dadang duduk di meja makan untuk menyantap makan siang.
"neng disha, punten atuh neng disha masih punya orang tua? "tanya om dadang
'kok om dadang tanya kayak gitu ya' batinku.
"masih om, ada ibuku sama ayah tiriku"jawabku
" jadi gini neng, gimana kalok saya sama istri saya angkat kamu jadi anak kami. jadi kamu panggil kita ayah sama ibu aja gimana? "tanya om dadang
" ya sudah, kamu panggil kita ayah sama ibu ya kita akan jadi keluarga yang saling menyayangi" kata bu euis
"iya yah, bu"jawabku.
" pada ngapain si nangis nangisan aku mau ikutan dongg" rengek annisa nyempil ketika aku sedang pelukan sama bu euis.
" david sini ikutan nak" ajak ibu ke kak david ketika ridho ikutab nyempil juga sama kayak annisa
" kalok mau pelukan, pelukan aja sana aku gabutuh itu" ucap kak david dingin.
"yaudah nak gapapa kalok kamu gamau" jawab bu euis sedikit sedih.
"bu kok kak david sikapnya kayak gitu bu?" tanyaku kepada bu euis
"david pernah punya suatu masalah yang dirahasiain sama dia dan sampek sekarang dia gamau buka mulut tentang masalahnya, tapi malah sikapnya yang berubah drastis. dulu david orangnya baik, sopan dan selalu berkata lembut. tapi sekarang? dia berubah 180 derajat dari david yang asli" jawab bu euis menceritakan kisah kak david sambil menangis.
DISHA SAVITA POV
__ADS_1
aku mencari ibuku ke seluruh sudut rumah namun tidak ku temukan. aku mencari ibuku karena aku mau ibuku mengajariku memasak.
"bu.. ibu... . ibu, ibu dimana si aku capek lo nyariin ibu" kataku karena aku benar benar lelah saat ini. sudah 5 kali aku muter muter dalem rumah buat nyariin ibu.
"kenapa nak? kok kamu duduk dilantai" ayahku bertanya.
"eh ayah kapan datengnya? "
"barusan aja ayah sampek, kamu ngapain duduk di lantai kayak gitu? "
"eh itu yah aku cariin ibu gaketemu ketemu terus aku kecapekan deh yaudah aku duduk disini aja deh"
"tumben cariin ibu kamu, amanda kemana?"
"ayah gatau kalok amanda pergi dari rumah? "
" o jadi dia udah berani pergi dari rumah tanpa seizin saya! "jawab ayah dengan penuh amarah dimatanya. tiba tiba..
ceklekkk.. suara pintu terbuka dan tampaklah ibuku disana
"ada apa ini mas kok ribut ribut? kedengeran sampek lu-" jawab ibu terpotong karena ayah mencekik ibuku
"habis dari mana kamu ha! kamu tau anakku nyariin kamu sampek kecapekan dan kamu dengan santai masuk kayak gini?, terus mana anak kamu itu, kamu ajarin dia pergi tanpa seizin aku! dia pergi begitu aja dan begitu juga kamu! kamu keluar tanpa seizin aku! " bentak ayah dengan penuh amarah ke ibuku.
"m-mas m-a-af m-m-as t-olo-ong le-lepa-sin mas" kata ibuku terbata bata karena tangan ayah masih tetap bertengger di leher ibuku dengan memcekiknya.
"apa? lepas? kamu pikir dengan semua yang aku lakuin ini gak susah apa? anak kamu pergi seenaknya aja dan kamu yang ngajarin itu semua! aku capek kerja ngabisin uang buat ngedidik dia! dia masih kecil udah mau jadi anak jalanan. dia pikir uangku selama ini daun apa? " tanya ayah kepada ibu sambil melepaskan tanganya dari leher ibu.
"mas aku gatau. disha pergi begitu aja tanpa izin sama aku mas. dan kenapa mas menghitung uang mas yang udah habis untuk merawat disha mas? kenapa?. mas engga ikhlas iya? "kata ibu sambil menangis
"kalok emng engga ikhlas kenapa? "tanya ayahku meremehkan.
"kenapa mas dulu mau nikah sama kalok ujung ujungnya mas ga terima disha anakkku sebagai anak mas juga kenapa mas? setelah alam aku sabar sama sikap mas yang kayak gini mas! aku muak! dulu mas yang bawa aku dan sekarang? mas justru menghianati kepercayaan orang tuaku yang udah nitipin aku sama anakku ke kamu mas! "penjelasan ibuku yang makin naik emosinya membuat aku diam membisu melihat ibuku marah habis habisan saat ini.
Bersambung..
bagi para teman teman yang udah membaca ceritaku ini tolong pencet tombol like dan pencet tombol love juga yaaaaa!!!
jangan lupa okeee:)
__ADS_1