Pengorbanan Dalam Cinta Dan Benci

Pengorbanan Dalam Cinta Dan Benci
episode 3


__ADS_3

dalam langkah ku untuk keluar rumah, ntah bagaimana air mata ini tidak bisa dibendung lagi rasanya. aku menumpahkan air mataku di pintu rumah ini. ini adalah detik terakhirku dirumah ini, banyak kenangan yang tidak bisa terlupakan disini.


ketika aku mulai berjalan keluar, aku merasa kedinginan karena angin malam ini sangat kencang. langit yang kupandang sangat gelap ada tanpa adanya bulan dan bintang yang menandakan awan sedang mendung dan akan segera turun hujan. aku bahkan tidak tau kemana arah jalanku sekarang, dan bagaimana jika hujan turun nanti?


akan berteduh dimana aku. ketika aku sedang berusaha jalan lebih cepat, justru hujan datang lebih cepat dari langkahku saat ini. hujan membasahiku dengan sangat deras. aku langsung berlari mencari tempat teduh, namun aku justru hampir tertabrak bus.


tinnnnn...


"aaaaa... "jeritku yang membuat supir bus tersebut turun.


"eneng gak papa kan neng, ada yang luka neng?, eneng mau kemana biar saya antar saja?" tawar supir tersebut


"saya gatau mau kemana om, yang saya mau saya bisa pergi sejauh mungkin dari sini om"


"oo begitu, yasudah eneng ikut saya aja ya, jangan takut saya orang baik kok neng"


"iya om" jawabku dan aku langsung naik ke bus tersebut.


dalam perjalanan itu, supir itu menanyaiku dengan banyak pertanyaan.


"eneng kenapa mau pergi jauh neng, apa ada masalah keluarga neng?, o iya kenalin neng saya dadang panggilnya terserah eneng aja"


"hehehe iya om, saya emang ada masalah keluarga dan saya juga mau belajar mandiri makanya mau pergi jauh dan mulai kehidupan saya dengan kerja keras saya om"


"wah eneng memang hebat, o iya nama eneng siapa ya?"


"disha om"


"owh oke neng, om bakal anter kamu ketempat tinggal om, disana ada keluarga om banyaaakkk sekali tepatnya di bandung, eneng mau kan?"


" iya om aku mau banget, makasih ya om"


"sama sama"


di malam aku basah kuyup dengan penuh kebingungan, sekarang aku merasa hangat dengan jawaban dari kebingunganku. aku merasa menemukan sosok malaikat tak bersayap dari diri om dadang. om dadang mau menolongku dengan baik dan ikhlas. aku merasa melihat ayahku berada dalam diri om dadang.


" ya allah aku sangat rindu dengan ayahku" kata dalam hatiku. akupun tertidur karena lelah berjalan dari tadi. aku merasa sangat nyaman tidur di bus ini.


disha savita POV


sinar matahari pagi membangunkan tidurku yang sangat nyenyak. aku sedikit kesal dengan cahaya ini. aku berusaha bangkit dari ranjang tidurku dan aku mencuci wajahku.

__ADS_1


krukkk kruukkkk


" ishhh aku laper banget lagi, kan gengsi kalok aku keluar kan kemaren baru marah masa udah nyerah si"


aku langsung melangkahkan kakiku menuju pintu kamarku. aku tersadar saat aku sedang menginjak sebuah amplop putih. aku membuka amplop yang berisi kertas dengan tulisan.


hai kak, gimana kak udah mau keluar kamar kan kak? jujur kak aku panik kalok kakak didalem kamar terus, banyak yang khawatir sama keadaan kakak apalagi aku kak. hari ini aku kasih surat ini karena aku mau bilang kak kalok aku mau pergi, pergi untuk ngebuktiin ke *ayah bahwa aku bisa jadi anak yang pinter, baik dan mandiri kak. jangan cariin aku ya kak karena aku pasti bersama orang orang yang baik dan jujur:)


 


disha amanda*.


 


membaca surat itu membuat aku tersenyum dengan titisan air mata yang jatuh ke pipiku. aku sangat bangga kepadanya, adik kecilku yang memaksakan diri untuk bersikap lebih dewasa dari kakaknya.


aku langsung keluar kamar dan ternyata ibu sudah berdiri di depan pintuku sambil menangis.


"ibu, ibu kenapa? kok nangis bu? "


"adikmu sha, dia pergi dari rumah hiks hiks"kata ibu sambil menangis


"yasudah sha, ibu udah pasrah sama keadaan ini"


"yang sabar ya bu"


ibu langsung berjalan ke dapur dengan keadaan yang masih kacau, aku menahan air mataku yang ingin keluar dari tadi.


Setelah aku selesai mandi, aku bersiap siap keluar kamar untuk menemui kak arman di bawah. Saat aku kebawah semua orang sedang berkumpul untuk mengantarkan kak arman pulang.


"loh kak arman mau ke mana kak? Kakak mau pulang? Kok cepet banget si kak? "tanyaku tanpa henti


"kamu ini sha, sopan dikit kenapa. Kalok kasih pertanyaan itu dikit dikit aja gausah sekali banyak gitu" ucap ayahku


"gapapa om, om boleh minta izin buat ngobrol bentar sama disha" permintaan kak arman yang langsung diangguki ayahku


arman mengajakku ke ruang atas, kamar tamu rumahku.


"sha aku mau pulang, aku pasti akan rindu sama kamu"


"kok cepet banget si man pulangnya?"

__ADS_1


"iya, papaku udah ada kerjaan mendadak lagi sha, tapi tenang aja aku bakalan dateng ke sini lagi kok"


"tapi kapan man? "


"nanti, kalau aku udah mapan dengan usahaku sendiri. Disini, ditempat ini aku arman jaya saputra berjanji sama kamu akan membawa kamu pergi dari tempat ini dengan kebahagiaan yang berkali kali lipatnya dari ini. Kamu akan merasakan apa yang kamu impikan selama ini. Aku cinta sama kamu dan aku akan menikahimu setelah 10 tahun berpisah nanti" senyum arman serius dengan ucapanya


"aku juga cinta sama kamu man, aku akan tunggu kamu sampai kapanpun"aku terharu dengan ucapan arman.


Aku dan kak arman berpelukan satu sama lain


disha amanda Pov


pagi pun tiba, aku dan om dadang sudah sampai di bandung. kami langsung pergi ke rumah om dadang.


"neng ini rumah om dadang, maaf kalok kecil rumahnya neng"


"gapapa om, makasih banyak ya om maaf udah ngerepotin om banyak"


"gak ngerepotin kok neng, ayo masuk neng. assalamualaikum.. "


"waalaikumsalam"suara istri om dadang dan anak anaknya.


aku diperkenalkan dengan istri dan anak anak om dadang.


"wah ada neng geulis, siapa ini kang? " kata istri om dadang


"ini namanya disha amanda, kemarin akang liat dia dipinggir jalan hampir aja ketabrak sama akang na kata neng disha dia lagi ada masalah sama keluarganya terus dia kabur dari rumah dan mau belajar mandiri, yaudah akang bawa ke sini aja abisnya akang bingung" penjelasan om dadang


"yaudah gapapa atuh kang, oiya neng disha kenalin nama ibu euis nurjanah, Barudak die kenalken ayak tamu" kata bu euis


"ini kenalin neng david mahendra anak pertama saya sma kang dadang, trs yang kedua ini seumuran sama eneng namanya annisa mahendra, dan yang terakhir ridho mahendra" kata bu euis memperkenalkan anak anaknya


"hai kenalin nama aku disha amanda" salam kenalku kepada anak anak bu euis


"hmm" jawab kak david


Bersambung...


bagi para teman teman yang udah membaca ceritaku ini tolong pencet tombol like dan pencet tombol love juga yaaaaa!!!


jangan lupa okeee:)

__ADS_1


__ADS_2