Pengorbanan Dalam Cinta Dan Benci

Pengorbanan Dalam Cinta Dan Benci
episode 7


__ADS_3

"perkenalkan ini kita punya teman baru yang akan menjadi anggota kelas kita, silahkan sha perkenalan diri."


"perkenalkan nama saya disha amanda, ada yang mau bertanya? " ucapku singkat disertai dengan pertanyaan sedikit.


" rumah kamu dimana biar a'a anter pulangnya sekalian ngapelin eneng eaaaa" tanya salah satu siswa yang membuatku kesal karena siswa itu tertawa sangat keras.


" eneng eneng sok kenal juga lo panggil adik gue eneng! " ucap annisa mengancam siswa itu yang membuat semua orang di dalam kelas menengok ke arah anisa dan anisa menatap mereka dengan tajam.


" lo kalok ngomong bisa selow dikit ga si! gausah sok sok'an juga lo! " bentak salah satu teman perempuan anisa.


"eh eh udah, apa apaan ini! disha kan cuma tanya kalian mau ngajuin pertanyaan ke dia apa tidak, kok malah ribut."


tiba tiba ada seorang anak laki laki. dia terlihat pendiam mencoba mengangkat tanganya untuk bertanya.


" nama panggilan kamu siapa? "anak laki laki itu bertanya dengan sopan. aku tertegun dengan anak itu, dia berbicara begitu sopan dan sangat berbeda dengan teman temannya yang lain. sampai aku tidak sadar bahwa aku melamun dengan menatap wajah anak laki laki itu.


"disah, disha,, disha! " panggil bu guru sambil menepuk pundakku karena aku melamun dan belum menjawab pertanyaan anak laki laki itu.


" eh iya bu. panggil aku amanda aja" entah dorongan dari mana aku justru menyuruhnya memanggilku amanda saja bukan disha.


"loh disha bukanya kamu biasanya dipanggil disha? "tanya bu guru pelan.


"saya ingin memulai hidupku yang baru dengan nama itu saja bu, biar saya buat identitas baru saya dari nama saya bu." jawabku yang membuat bu ana(bu guru) tersenyum.


"oke amanda, kamu boleh duduk di bangku yang masih kosong"


aku berjalan mencari bangku kosong, dan aku menemukan bangku kosong di belakang anisa dan di samping anak laki laki itu.


"hai, nama kamu siapa? " tanyaku kepada anak laki laki itu.


" dimas, panggil aja aku dimas" jawabnya sambil tersenyum.


"oh oke, kamu sangat sopan. menurutku kamu sangat berbeda dengan yang lainya" ucapku sambil mengambil buku di dalam tasku lalu menatap wajahnya lagi.

__ADS_1


" aku tidak mau terbawa situasi dan pergaulan mereka yang buruk. ibuku mengajariku tentang kesopanan dengan baik jadi aku tidak mau membuatnya kecewa"ucap dimas yang membuatku tersihir dengan sikap dan sifatnya yang berbeda itu. aku mulai melamun lagi ketika menatap wajahnya.


" amanda"


" amanda"


" amanda! " panggil dimas sambil menepuk bahuku.


"eh eh iya dim, kenapa?" ucapku sambil tersenyum lebar.


" kamu itu ngelamun terus. jangan kebanyakan ngelamun nanti kamu kesambet" ucap dimas.


" hehe iya dim, maaf ya ngelamun terus aku" ucapku sambil tertawa.


pelajaran hari ini sudah selesai. aku bersiap siap untuk pulang, aku membereskan alat tulisku dan memasukkanya ke dalam tasku. aku dan anisa pulang dengan jalan kaki bersama. Saat akh sedang berjalan tiba tiba saja aku bertemu dengan kak david.


"hai kak" sapaku dengan senyum lebar kepada kak david.


"eh eh tumben nih kakak ku tersayang mau senyum, emang kejadian langka nih" ucap anisa tiba tiba dengan tertawanya yang sangat kencang membuat orang yang sedang berjalan di sekitar kami melihat dengan tajam ke arah anisa.


" lo bisa diem ga! " bentak kak david tiba tiba.


" eh iya kak iya maaf, mulai lagi deh heran aku" ucap anisa yang langsung berjalan mendahului aku dan kak david. Aku dan kak david tertawa dengan saling memandang satu sama lain.


"kamu itu cantik, jarang ada cewek cantik, baik, yang mau jalan kayak gini sama aku apalagi ngobrol, itu jarang banget" ucap kak david saat kami sedang jalan. Dan aku tidak salah dengar tadi? Dia pakek aku kamu? Gila parah udah mau kiamat kali ya sampek dia bisa berubah kayak gitu eh astagfirullah istighfar disha.


"eh kakak bisa ngomong aku kamu juga ternyata, emang kenapa kok pada ga mau deket sama kakak si, kan kakak tu orangnya baik, ganteng gitu kan" ucapku sambil mengarahkan kepalaku ke arahnya.


" eh maksut gue tu bukan aku kamu, keblabasan aja gue. Alesan kenapa gue gapernah ada yang deketin apalagi cewek, itu karena mereka takut kalok ada di samping gue" ucap kak david menjelaskan.


"huu kak david nih alesan aja" ucapku sambil tertawa.


" gini ni punya kakak yang kekurangan cewek, eh kak disha itu temen aku kak malah jalan barengnya sama kakak ni gimana coba. Dan sha gausah ngobrol sama kakak ku yang satu ini mending kita cepet cepet pulang deh" ucap anisa yang tiba tiba memotong obrolanku dengan kak david dan menarikku untuk jalan lebih cepat. Aku sempat menengok ke arah kak david yang ada jauh di belakang ku dan ku lihat juga wajahnya yang sedang sedikit kesal.

__ADS_1


Ketika aku sampai di rumah, aku sangat terkejut ketika melihat kak david sudah sampai duluan ke rumah. Bahkan sudah ganti baju dan duduk dengan santai di depan tv sambil bermain game.


"loh kok kak david dah sampek si? Kan tadi masih dibelakangnya aku sama anisa"


"kan gue hebat, ajaib gue tuh bisa cepet kalok kemana mana"ucap kak david menyombongkan diri.


" elah kak jujur aja napa si kak kalok kakak tu lewat jalan pintas bareng aku heran deh adek sediri serasa ga dianggep gue" ucap ridho sambil bermain game. Ucapan ridho mendapat tatapan tajam dari kak david yang membuat ridho menunduk.


" aelah kak adek sendiri itu kasian banget masih kecil udah kena tatapan macem silet kek gitu. Kalok ridho nangis gimana coba kak" ucap anisa santai


" maaf kak mulut ni gabisa diaja kompromi main ngomong aja ga kerjasama dulu sama otakku" ucap ridho dengan mata berkaca kaca menatap kak david.


" serah kalian deh mau gimana, capek gue kena komentar kalian terus. Mending gue ngerjain tugas abis itu tidur" ucap kak david sambil melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


Kak david pov


Hari ini gue lagi santai dan emang ini kebiasaan gue yaitu santai dan sifat yang melekat sama gue sejak kecil yaitu sifat cuek, dingin dan pendiam.


Saat gue sedang duduk santai, tiba tiba ada cewek cantik di depan rumah gue. Dan mulai deh ibu gue sama bapak gue berisik banget.


"Barudak die kenalken ayak tamu" ucap ibu gue


"ini kenalin neng david mahendra anak pertama saya sma kang dadang, trs yang kedua ini seumuran sama eneng namanya annisa mahendra, dan yang terakhir ridho mahendra" ucap ibu gue ngenalin gue sama adik adik gue ke anak cewek itu.


"hai kenalin nama aku disha amanda" salam kenal wanita itu kepada gue dan adik adik gue.


"hmm" jawab gue.


Bersambung...


bagi para teman teman yang udah membaca ceritaku ini tolong pencet tombol like dan pencet tombol love juga yaaaaa!!!


jangan lupa okeee:)

__ADS_1


__ADS_2