PENGORBANAN SEORANG ISTRI ( ISTIKHARAH CINTA )

PENGORBANAN SEORANG ISTRI ( ISTIKHARAH CINTA )
1. lulus sekolah


__ADS_3

"Ye...akhirnya kita lulus. Ti, lo mau lanjut kemana?" tanya Sisil.


"Gak tau ni gue bingung. Nyokap gue minta yang dekat aja. Tapi lo tau sendiri sekolah disini seperti apa ?" jawab Eti.


"Eti sahabat Sisil yang paling dekat seperti prangko yang tak terpisahkan. Eti anaknya tomboy tapi periang. Walau begitu anak nya baik, cantik.


Ada satu lagi sahabatnya sisil dari SD namanya Yatno. Baik, cakep yang pastinya best friend banget deh. Yatno memiliki perasaan lebih dari teman pada sisil namun dia enggan mengungkapkannya. Dia takut persahabatannya akan hancur hingga dia memendam perasaannya. Yatno berpikir suatu hari nanti cintanya dia akan di ungkap di waktu yang tepat.


" Lo sendiri mau kemana Sil ?" tanya Eti lagi.


"Gue mau ke bina bangsa." sambil senyum senyum dan sambil mengedipkan mata nya seolah membayangkan masuk sekolah disana.


"Gila lo...!!!" teriak yatno


"Gak usah teriak kali, yat. Penga ni telinga gue." Eti dengan gaya emosinya sambil mengusap telinga akibat nada bicara sahabat gilanya itu.


"Sisil hanya senyum senyum liat tingkah konyol sahabatnya."


"Ya sil, lo serius mau kesana." eti pun ikut bertanya.


"Seriuslah...lo tau sendiri cita-cita gue." sisilpun menjawab.


"Kalau gitu gue juga mau kesana. Biar bisa barengan kita. Yat, lo seh." tanya eti pada yatno


"Ti, Yat gue pulang duluan ya." Sisil berkata sambil berlalu meninggalkan mereka.


 


 


"Eh tunggu bareng kita keluar nya."


********


 


"Assalamu'alikum...." dengan suara kencang sisil mengucap salam. Tak ada satupun yang menjawab salamnya. Sepi pada kemana ni ? Mih..!!! Bah...!!! De...!!! kok gak ada orang." pikir sisil.


 


"Akupun melangkah kaki ke kamarku. Setibanya disana aku langsung merebahkan badanku. Ah... cape banget hari ini. Sambil merentangkan tangan nya ke atas.


" Apa aku bakal d ijinin sekolah disana gak ya...?" kata sisil dalam hati.

__ADS_1


 


SMK BINA BANGSA sekolah ternama di kota cirebon dengan fasilitas terbaik dan terlengkap hanya saja sekolah inipun terkenal dengan kenakalan anak didiknya. Permusuhan antar sekolahpun sudah menjadi santapan mereka. Apa lagi para siswi disini yang selalu menjadi tanda tanya dalam masyarakat.


 


"Pokoknya aku harus sekolah disana. Gak peduli gimana cara nya. Toh aku disana belajar bukan main-main." pikir sisil.


 


 


"Aku telepon a reno dulu deh." sisil pun mengambil hp dan mendeal no reno d hp y.


Tut... tut... tut...


Tut... tut...tut..


Tut...tut..tut...


 


Tak ada yang mengangkat teloponnya. Kemana seh a reno. Dengan kecewa yang dia dapat. Sisil pun melempar hp kesembarang arah dan merebahkan kembali tubuh nya.


Sisil pun beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan ambil wudhu.


Selesai sholat sisil berniat untuk istirahat tapi tak lama pintu kamarnya di ketuk.


 


Sapa seh ganggu aja orang mau tidur. Sisil pun beranjak dari kasur menuju pintu. Saat d buka muncullah musuh bubuyutan nya. Anak yang selalu buat emosi sisil naik. Sapa lagi kalau bukan hasan adik nya.


"Eleh eleh ye budak maen torojol wae ka jero. Teu nyaho nya teteh rek sare. Kaditu kaluar. Ulah didie. Emosi wae. ( aduh aduh ini anak main masuk aja ke dalam. Gak tau ya teteh mau tidur. Kesana keluar. Jangan disini )." ucap sisil deangan emosi sedangkan yang di marahi hanya nyengir nyengir sendiri.


"Teteh di palarian ku mimih. Kedah ka wa nyarios na aya priyogi ( teteh di cari sama mimih. Harus ke uwa bilangnya ada urusan )." hasan dengan gaya cadel nya.


" Ya tar teteh kesana. Bawel kaya mimih. " kesal sisil.


Sisil pun keluar mencari mimih yang berada di luar lagi suapin adik bungsunya sisil makan.


"Aya naon mih ?". ( ada apa mih ) tanya sisil pada ibunya sambil mengagetkan ibunya.


"Huh...Sil kabiasaan. Ari nyarios sareng mimih teh tong tarik teuing suara na teu sopan ( huh..sil kebiasaa. kalau bicara sama mimih tuh gak boleh kencang suara nya gak sopan )." ibu sisil memberi nasehat dengan mengelua dada lihat tingkah anak gadis tapi seperti anak laki laki.

__ADS_1


"Kumaha lulus henteu. Hasil ujian sae. Juara sabaraha ?( bagaimana lulus tidak. Hasil ujian bagus. Juara berapa ) tanya ibu sisil dengan membrondong pertanyaan yang bertubi tubi."


"Gimana sisil mau jawab mimih nanya nya saja di borong. Satu satu atuh mih." dengan memasang muka memelas sisil.


"Sisil lulus mih "


" Hasil nya bagus. Sapa dulu dong sisil." dengan memegang baju sedikit dan mengakat bahu ke atas.


" Juara 1 lah mih sisil kan g pernah terkalahkan." dengan sombong ya sisil menunjukan hasil prestasi yang dia raih selama ini.


Sisil pun berharap. Apa yang dia mau bisa segera terwujud.


"Mih, abah kemana...? tabeh sakie teu acan mulih ?( jam segini belum pulang ).


" Abah ka omopok wa haji teh."( abah ke rumah uwa haji teh ) kali ini yang jawab hasan dari arah belakang sisil yang langsung nimbrung. "Mih, maem. Lapar." ( mih makan. Lapar )


"Maem tos aya na meja. Tong lenje atuh. Tos gede mang na si iman kudu di suapan." ( makan udah ada di meja. Jangan manja sih. Udah besar memang nya si iman yang harus di suapin ) tukas ibu sisil.


"Keur naon abah diditu, san."( lagi apa abah disana, san ) tanya sisil pada hasan sebelum hasan pergi ambil makanan di dapur.


" Babah maen uwa. iyyyu. au ana." lucu nya iman kalau bicara.


Siapapun yang lihat tingkah iman pasti pengen nyubit. Abis pipi tembeb badan gemuk bikin semua orang pengen cium pipi y yang chabi.


"Kapan pulang nya mih?" tanya sisil


"Ke wengi ge tos uih. Aya naon mang na sil." tanya ibu sisil dengan tatapan yang mengintimidasi.


( nanti malam juga udah pulang. Ada apa memang nya sil )


"Kan abah kesana mau daftarin sisil buat


titipin kamu ke wa buat belajar agama" ucap ibu sisil.


"" Mih....!!! sil boleh gak ? gak pergi mondok. Sil pengen jadi akuntan mih." dengan hati hati sisil berbicara sama mimih nya takut mimih nya tersinggung dengan ucapannya.


Sisil berharap abah nya mau mewujudkan keingingnannya. Dengan berbucara jujur pada mimih, sisil berharapal mimih nya mau membantu berbicara pada abahnya.


"Ya udah Sisil ke kamar dulu mih ngantuk.


Bade sare hela ( mau tidur dulu )." ucap sisil


"Eh...ka rompok teh idah hela ulah sare." ( eh... ke rumab teh idah dulu jangan tidur ) perintah ibu sisil.

__ADS_1


Teh idah kakak sisil beda bapak. Abah nikah dengan ibu membawa 2 anak perempuan. Dan adik y teh idah kerja di kota bogor.


__ADS_2