
Acara rintangan makan malam telah usia kami semua masuk ke dalam ruangan yang sudah di dekor senior. Tak ku sangka makan malam pun kami harus duduk berpasangan seolah kita sedang mengadakan diner dengan kekasih.
" Menyebalkan..." rutuk sisil dal hati.
" Silahkan nikamti makan kalian. Kalian boleh makan sekarang. " ucapa mas aris selaku pradana pramuka.
Kami makan dengan khidmat. Tak ada yang bersuara selain dentingan sendok yang beradu.
Makan telah usai tapi ini sungguh memalukan. Saat mau minumpun kami harus mengikuti intruksi yang di berikan senior.
" Berikan minum kalian pada pasangan kalian dari cowok ke cewek dulu. " kata senior lain.
" Intruksi mas. Maksudnya gelasnya di pegang sama cowok. " tanya sisil
" Ya kenapa kamu keberatan."
" Gak seh, cuma aneh aja."
Dengan beraninya sisil protes.
Sedangkan mas leo tersenyum melihat tingkah sisil.
" Anak ini lucu juga." pikir leo
Acara makan telah berakhir. Kami di beri kesempatan untuk istirahat.
" Sil..." panggil ratna dan si kembar
" Hey..kalian juga baru kelar makan." tanya sisil balik.
" Ya..." jawab teh yuli
" Aneh aneh gak si makna kalian." tanya ayu
" Gak ko. Kita seh biasa." jawab teh juli
" Aku juga biasa." ratna pun ikut menimpali.
" Woy pada kumpul disini ternyata."
" Ke lapangan yuk. Main gitar."
" Gimana sil mau gak."
" Hayu lah. Cow kita."
__ADS_1
Kami pun bergegas pergi ke lapangan disana anak anak dari eskul lain pun sedang beristirahat.
" Sil, ada yang mau kenalan sama kamu tuh. Anak pamasaran." ucap eka
" Sapa ka.."
" Ni orangnya." sambil mebawa anak nya ke depan sisil.
Sisil menau kan kedua alis nya.
" Hai, boleh kenalan." tanya cowok itu.
" Boleh."
" Gue zasas."
" Sisil " sambil menjabat tangan zasas
" Boleh gabung. " tanya zasas.
" Gabung aja. "
" Ti, dia sekelas ama lo." tanya sisil
" Bukan. tapi ama yang ono noh." sambil mulut nya manyun menujuk ke arah ayu.
Tak terasa waktu menunjukan pukul 10 kami harus segera tidur acara malam akan segera dilaksnakan.
Tepat jam 12 malam kami di bangunkan.
" Bangun...bangun...bangun.."
Terdengar senior mambangunkan kami dengan cara bikin keributan.
" Dalam hitungan sepuluh kalian belum siap di lapangan. Kami pastikan kalian akan mendapatkan sanksi."
" 1 2 3...10.."
" Siap selesai mas. "
" Semua nya pimpinan saya ambil alih. Siap gerak. Lencang kanan gerak. Tegak gerak. Berhitung...mulai. " komando sang senior.
Kami pun berhitung hingga akhir.
Tak ku sangka anggota pramuka untuk angkatan ku berjumlah 70 orang.
__ADS_1
Sungguh fantastis.
Disinilah kami menyebut perjalan malam ini mencari jejak. Kalian bayangkan kami harus mencari benda atau simbol ke pramukaan dalam gelap di tengah kebun dan kuburan.
Saat di pos terakhir kami menjerit sapa sangka kami bertemu dengan sosok menyeramkan.
Hi...yang biasa nya kepala di ikat dan jalan ya ancul anculan ( maaf ya saya gak tahu bahasa indo ya itu ) dan sosok wanita berambut panjang.
Eh eeehhh gak tahu nya itu cuma trik para senior buat nakutin kita.
Tapi sapa sangka aku hanya bisa diam seribu bahasa ini beneran atau bukan aku melihat sosok yang tak kasat mata berada di samping mas leo.
" Dia sadar gak seh. Ada cewek di smaping nya. Malah ketawa ketiwi lagi." rutuk sisil dengan terua menatap ke s ah mas leo.
Eti pun yang menyadari tatapn aneh sisil langsung mendekat dan menepuk pundaknya.
" Apa yang lo liat." tanya eti. " jangan jangan liat yang aneh aneh lagi." eti kembali bertanya lagi.
" Hm..." sisil pun hanya berdehem dan tanpa mengalihkan pandangan nya dari makhluk tersebut.
" Bentuknya kaya gimana" tanya eti balik
" Cewek tapi muka nya gak jelas. Tapi yang bikin aneh tu makhluk pake seragam kaya kita. "
" Sil udahlah. Jangan di liatin terus yang penting dia gak ganggu kita. Ingat ini kuburan." etipun berusaha menyadarkan sisil
" Yuk kita masuk barisan." ajak sisil
" Napa Ti." tanya ayu.
" Biasa sahabat lo. Liat makhluk kasat mata." jawab eti.
" Satu atau dua atau banyak." rentet ayu kalau bertanya.
" hei kalian yang di belakang ngobrol saja. Coba ke depan. " titah senior.
Kami bertiga maju ke depan.
" Apa yang kalian bicarakan. Apa kalian sudah mendapat lencana dan simbol simbol ke pramukaan. "
" Sudah mas kita kan tim solid. Apa mas fak liat itu teman saya liat cewek dekat mas leo. Tapi tu orang nya diam saja. Sadar gak seh. Kita aja merinding." jawab ayu
" Kamu mong apa. Di dekat leo gak ada siapa siapa. Jangan mengada ngada."
" Ya sudah gak percaya seh. Ni ya mas teman aku ini kadang suka liat yang aneh aneh." eti pun ikut menimpali.
__ADS_1
Tak lama berselang suara kegaduhan pun mulai. Teriakan demi terikan terus terdengar. Bahkan ada kesurupan beberapa orang.
Acara mencari jejak di bubarkan kami pun kembali ke sekolah tepat jam 3 pagi dini hari