PENGORBANAN SEORANG ISTRI ( ISTIKHARAH CINTA )

PENGORBANAN SEORANG ISTRI ( ISTIKHARAH CINTA )
11


__ADS_3

Setelah kejadian itu...


" Sil, kamu di panggil wali kelas sekarng ditunggu di kantor." ucap sahabat sisil.


" Ada apa y..." tanya Sisil..


" Gak tahu. Kesana saja barang kali penting..." ucap sahabatnya kembali.


Sisil pun melangkangkahkaan kakinya ke ruang guru. Di setiap langkahnya tak henti hentinya Sisil berpikir kenapa dia di panggil wali kelasnya setahunya dia tek membuat onar.


Setiba nya di ruang guru...


Sisil mengetuk pintu...


" pemisi pak. " sapa sisil


"eh Sil, masuk sini. " ucpa wali kelas


" bapak panggil saya."


" iya sil. bpak ada perlu sama kamu. sebentar y bapak kelatkan kerjaan bapak ini. " ucap wali kelas.

__ADS_1


30 menit kemudian...


" maaf ya lama. Begini Sil. Bapak mau minta tolong sama kamu. Kira kira kamu bisa bantu bapak tidak. " tanya wali kelas.


" Bantu apa ya pak?" tanya sisil kembali.


" Kalau kamu bersedia bisa tidak bantu bapak buatkan soal ujian untuk anak SD kelas 4. Bapak tahu kamu sangat potensial di bidang matematika. Bapak keteteran Sil. Kamu mau?"


" Kalau kamu mau nanti bapak kasih tips. itung tanda terima kasih bapak. Atau gini z kamu belum dapat kartu ujian semester kamu kan. Bapak ambilkan buat kamu sebagi ganti nya kamu babtu bapak. Tolong ua Sil..." mohon bapak wali kelas.


Tanpa pikur lagi sisil pun menyetujui membantu wali kelas toh dia nya juga untung. Apa rugi nya hanya membuat kan soal matematika saja apalagi ini untuk anak SD.


Dari kecil apa yang selalu diinginkannya tak pernah terwujud. Tapi dengan cara membantu orang sisil tak pernah kekurangan . Dalam memenuhi kebutuhan sekolah dengan cara bekerja baik dengan les privat anak anak yg di bawah usianya hingga membantu orang cuci gosok ia lakukan.


Ia tak pernah mengeluh asal rejeki yang ia dapatkan halal untuk dirinya.


Walaupun terlahir anak perempuan satu satunya. Sisil tak pernah di manja atau yang utama. Didikan dari orang tuanya sama rata. Tak di bedakan baik itu laki-laki atau perempuan.


Tapi bagi Sisil ini lah anugrah terbesarnya. Tak menjadikan dia wanita yang hanya menunggu belas kasih dari irang lain tapi justru menjadikan dia pribadi yang kuat.


..................................

__ADS_1


Hari ujian pun tiba...


"Sil , bade di jajapkeun ka payun henteu ku abah iye tos siang nyarios na bade ujian." saur abah sisil.


( sil, mau di antar ke depan tidak sama abah ini udah siang bilangnya mau ujian )


" Nya Bah, jajapkeun kapayuna ke sakedap dei sisil siap. Abah antosan wae di payun. " saur sisil


( ya Bah, di antar ke depannya bentar lagi sisil siap. Abah tunggu saja di depan )


Setelah berpamitan sama Mimih Sisil pun pergi ke sekolah di antar Abah nya menhunakan becak hingga pangkalan mobil.


Sesampainya disina Sisil tak menyangka Abah nya memberikan uang untuk ujian walau hanya setengah saja.


"Sil. Abah iye aya atos 100rb. lumayan jang nambihan atos ujian sisil. hampuranya abah teu tiasa masihan sadaya na. nyarios ka guru na abah menta waktu kitu neang satengah na dei." saur abah sisil.


( Sil. Ini Abah ada uang 100rb. Lumayan buat nambahan uang ujian Sisil. Maafnya Abah gak bisa kasih semuanya. Bilang ke guru nya Abah minta waktu buat cari setengahnya lagi )


Sisil pun hanya bisa tersenyum...


Dia bangga dengan sosok sang abah.

__ADS_1


__ADS_2