PENGORBANAN SEORANG ISTRI ( ISTIKHARAH CINTA )

PENGORBANAN SEORANG ISTRI ( ISTIKHARAH CINTA )
bertemu teman a reno


__ADS_3

tok...tok...tok...


tok...tok...tok..


Pintu kamar gue terus di ketuk.


" Sapa seh yang ganggu tidur gue. Udah tahu cape., gangguin aja." gerutu sisil sambil menuju pintu kamarnya.


Pintu pun dibuka tampaklah sosok laki-laki yang selalu jadi pelindung nya selama ini.


" A Reno....." jerit sisil histeris terus membaur kedalam pelukan sang kakak.


" Kapan datang. Ko gak kasih tahu sisil seh. "


" Tadi habis dzuhur. Gimana mau kasih tau, di telepon aja gak di angkat-angkat. "


Sisil hanya bisa tersenyum yangbmenapmpakamnderetan gigo putih nya.


" Tidur. He...he...he..."


" Abis cape a. "


" Sudah sana mandi dulu. Ini udah jam berapa. Nanti anter aa ke rumah budi ya. " ajak a reno


" Siap a."


Sisil pun pergi ke kamar mandi. Membersihkan badan dan bersiap sholat.


Selang berapa jam kemudian.


Sisil dan a Reno telah tiba di rumah Budi.


" Assalamualaikum....." ucap salam mereka berdua.


" Gak ada orang kali a. Gak ada yang jawab salam kita. Pulang yuk. " ajak sisil

__ADS_1


" Nanti dulu aa lagi ada perlu ama Budi. "


Tak begitu lama terdengarlah derap langkah kaki mendekati pintu dan pintunpun terbuka menampakan sosok ibu tua.


" Eh Reno. Malarian saha..?" ( eh reno. Cari siapa ) tanya ibunya budi


" Eh bi, Budi aya ?" ( eh bi, budi ada ) tanya a reno


" Biasa budak eta mah, wayah kie teu aya di imah. Kaditu wae tempat ulinna." ( biasa anak itu seh, jam segini gak asa di rumah. Kesana saja tempat mainnya ) ucap ibu budi


" Oh....nya entos atuh bi, ke abdi kaditu. Assalamualaikum." ( oh...ya udah bi, ntar saya kesana. Assalamualaikum )


Mereka pun pulang ke rumah. Namun di tengah jalan sisilpun memberanikan diri untuk bertanya pada a reno tentang tujuan mereka datang kerumah teman y itu.


Ya sisil suka merasa mawas diri kalau apapun yang berhubungan dengan budi temannya a reno.


Pasalnya ia takut aa nya akan terjerat kembali dengan dunia hitam. Siapa seh yang gak tahu sipak terjang anak kades ini.


Bahkan satu kampungpun tahu. Anak bergajulan yang hobinya mabok dan ngepil. Dunia anak remaja jama now.


Reno pun seketika menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah adiknya.


" A napa cari a budi. Aa mau ikut mabok lagi. Gak inget kejadian tempo dulu. Gara-gara konsumsi obat hingga over dosis. "


Reno pun hanya bisa tersenyum. Dia sangat tahu apa yang ditakutakan adik perempuan satu-satunya ini.


" Jangan berpikir buruk dulu. Aa ngerti kamu takut kan , a jadi pecandu lagi. " sambil mencubit hiding sisil.


" Sudah cukup kamu menyadarkan aa. Aa gak mau sampe kamu ikut nenggak minuman haram itu lagi. Aa masih ingat gimana kerasnya kamu agar aa berhenti minum sampe kamu juga ikut minuman memabukan itu juga. Aa janji itu yang terakhir kamu liat aa. "


Reno pun berusaha meyakinkan sisil. Masih teringat jelas di kepalanya bayangan waktu itu.


flasback on


" Terus sampai pagi kita habiskan minum ini. Ni aku bawakan juga pil ya. " ujar budi sambil mabuk dan mengeluakan pil ekstasi.

__ADS_1


" Asyiiiik...kita teler ni mpe pagi. " ujar para sahabat yang lain.


Namun tiba-tiba sisil datang mengajak a reno ya pulang.


" A pulang. Udah malam. Minum aja terus. " dengan wajah cemburut bercampur emosi sisil menarik lengan reno.


" Eh sil, d ajak pulang berapa kalipun reno gak bakalan pulang sebelum ni barang kesukannya abis. " ujar budi dengan gaya khas mabuk ya.


" Lihat tu kakakmu. Walau udah teler tetep aja ditegak minumannya. " ujar budi cengngesan.


" A..." teriak sisil.


Sedangkan yang dipanggil hanya diam saja.


" Ok. Kalau a reno gak mau pulang sisil ikut minum. Sini a budi, botol ya. " sisil merebut botol minuman di tangan budi.


Apa yang terjadi ya terjadilah sisilpun akhirnya ikut minum hingga dia yak sadarkan diri.


Sisil pikir dengan cara seperti ini mungkin kakak yang dia sayang mau berhenti dari ketergantungannya pada minuman memabukan itu.


flashback off


Semenjak kejadian itu reno pun bertekad untuk berhenti tapi bukan berarti dia melupakan sahabat seperjuangannya.


" Sil, kamu pulang ke rumah duluan ya. A mau ke si Budi dulu. "


" Ya. Pulang ya jangan terlalu malam. Awas aja. " sambil menujukan jari-jati tangan sisil yang mengepal.


Sisil pulang sendirian. Sisil berharap aa ya tidakakan termakan rayuan Budi.


bersambung


hai....


salam kenal ya dari aku. maaf kalau novel aku jelek dan ngebosenin soal ya aku baru belajar nulis. abis aku suka ngahalu sendiri. daripada aku ngahalu yang gak gak jadi aku tuangkan deh ke cerita ini. mohon bantuan kritiknya ya. biar aku tau koresksi cerirta aku seperti apa. ini masih awal.

__ADS_1


ok.... terima kasih untuk yang udah mau baca ceritaku


__ADS_2