PENGORBANAN SEORANG ISTRI ( ISTIKHARAH CINTA )

PENGORBANAN SEORANG ISTRI ( ISTIKHARAH CINTA )
acara telah usai


__ADS_3

Setibanya di sekaloh setelah perjalan malam usi.


" Sil, lo beneran liat itu g begitu lagi. " tanya ayu.


" Hm...kenapa emang nya. " jawab sisil.


" Heh..." ayu pun hanya mampu mendesah.


" Si ayu kenapa sil." tanya eti


" Biasa gak di kasih permen ma emaknya." jawab sisil samb tersenyum.


" Kebiasan lo. Tiap gue tanya jawab nya apa. " eti pun sedikit emosi.


Tak berselang lama terdengar lah perintah para senior untuk berkumpul di lapangan. Acara penyematan tanda keanggota baru akan segera di laksanakan.


Kami pun berbaris. Tak ketinggalan dari berbagai organisasi di sekolah inipun akan segera di laksanakan.


Acara penyematan keanggotan dilakukan di dalam ruangan.


Saat acara berlangsung kami menyanyikan lagu himne pramuka.


Kami pramuka indonesia


Manusia pancasila


Satya ku ku darmakan


Darma ku ku baktikan


Agar jaya...indonesia


Indonesia tanah airku

__ADS_1


Kami jadi pandumu...


Acara dilakukan dengan khidmat. Tak terasa bulir airmataku mengalir begitu saja. Rasa persaudaran kami terikat begitu saja denagn teman yang lain. Kmi saling bepegangan.


Acara telah usai. Kami pun membubarkn diri bersiap untuk melaksankan sholat subuh berjamah.


" Sil..." pangil ratana dan kawan yang lain.


" Apa..."jawab sisil


" Lo mau sholat gak mandi."


" Darurat Na, lagi pula kan ada iyel iyel bagi pramuka." jawab sisil.


" Apaan tu. " kata si kembar.


" Pramuka pramudi, pramuka tara mandi ( pramuka pramudi, pramuka gak pernah mandi )." dengan cenggesan sisil menjawab


Usia sholat subuh. Ada waktu istirahat panjang sebelum acara penutupan dan sarapan di mulai.


Kami semua mempergunakan untuk tidur.


Tepat pukul 7 pagi semua anggota baru yang tergabung dalam organisasi pramuka paskibra pmr maupun ikrima bersatu untuk melakkukan sarapan bersama tak ketinggalan para senior pun ikut bergabung.


Jam 8 kami melaksanakan upacara penutupan pelantikan gabungan.


" Akhirnya pelantikan selesai sudah. Pulang yuk. Et, Ay.." ajak sisil.


" Nanti dulu ada yang mau ngomong tuh..."


" Sapa..." tanya sisil


" Mas leo..." jawab eti.

__ADS_1


" Kita nunggu di depan ya sil. "


Eti dan yang lain nya pun berlalu meninggalkan sisil sendirian di kelas.


Di depan pintu mas leo pun sudah berdiri sambil menyilangkan tangan di dadanya dengan bersenderkan pada tembok kelas.


Sambil terus tersenyum mas leo manghampiri sisil.


" Udah mau pulang." tanya mas leo.


" Ya mas.." jawab sisil.


" Kemana pulangnya. " mas leo pun berbasa basi


" Ke rumahlah, masa ke hutan. "


" Ya ke rumah tapi kemana. Mau aku antar. " tawar mas leo


" Gak usah mas. Saya bareng ama teman teman aja. " sisil pin menolak ajakan mas leo karena merasa tak enak.


" Saya duluan ya mas gak enak udah di tungguin sama yang lain. " sisilpun berlalu di hadapan mas leo.


" Sil, sil kamu tuh lucu lugu. Baru di dekatin aja udah salah tingkah seperti ini. Gemes jadinya. " monolog leo.


" Duh kenapa ni jantung..." sisil pun terus memegang dada nya merasakan detak jantungnya yang terus berdetang seperti berlari.


" Ingat sil kalo sampai kamu ketahuan mimih abis kamu. Ingat tujuan awal kamu sekolah. " Batin sisil.


Sisil terus mengingat kembali perkataan mimih nya sebelum sisil di terima di sekolah BB ini.


Sisil berusaha memegang janji yang ia berikan pada orang tua nya. Ia akan selalu ingat akan wejangan wejangannya.


Disinilah penderitaan sisil di mulai...

__ADS_1


__ADS_2