Perfect mother

Perfect mother
Bab 8


__ADS_3

Senang mendapatkan posisi sebagai asisten pribadi. Maria bermaksud mengadakan pesta untuk keluarga. Karena itu sebelum pulang ke apartemen Maria singgah sejenak di sebuah restauran China untuk membeli bakpao dan Dimsum. Dua makanan favorit Anna.


Setelah itu Maria membeli ayam crispy dan juga Pizza untuk si kembar. Tak lupa Maria juga membeli beberapa kaleng bir dan beberapa botol susu pisang. Malam ini, apartemen mereka harus di penuhi dengan makanan dan minuman. Mereka harus merayakan awal keberhasilan rencana.


Selesai membeli makanan, Maria memutuskan untuk pulang ke apartemen. Ramai, orang-orang sibuk memarkirkan kendaraan di parkiran. Sama seperti Maria mereka juga baru saja pulang bekerja.


"Aku pulang!" teriak Maria begitu melewati ambang pintu. Melihat ibunya kesulitan membawa barang-barang, Si kembar bergegas menghampiri. Masing-masing mengambil alih satu kantong plastik dari tangan Maria.


"Selamat datang mommy," sambut si kembar dengan wajah ceria. Melihat mommy berbelanja sebanyak ini, mungkin saja mereka akan mendapat kabar baik.


"Bagaimana hasilnya? apa kau di terima?" tanpa basa-basi Anna langsung melontarkan pertanyaan. Padahal Maria belum melepaskan jaketnya saat itu.


Hening sejenak, Maria menampakkan wajah lesunya seraya duduk di sofa ruang tamu. "AKU...AKU...AKU DI TERIMA!" teriak Maria bergembira.


"Mulai besok aku bisa masuk kerja.!" ucap Maria melanjutkan kalimatnya. Lantas ketiga orang itu saling berpelukan, berbagi kebahagiaan antara satu sama lain.


Semakin cepat Maria menyelesaikan misi semakin cepat pula mereka kembali ke kota Shanghai. Hidup seperti sedia kala tanpa adanya teror dan rasa takut. "Akhirnya rencana kita selangkah lebih maju!" ujar Anna kegirangan.


"Terimakasih, karena itu malam ini kita harus berpesta!" teriak Maria seraya mengangkat dua kantong berisi makanan ke atas udara. "Keluarkan semua minumannya, aku akan mengambil piring!"


Maria berlari menuju dapur, mengambil empat piring sekaligus sendok dan garpu. Si kembar sendiri asik mengambil ayam crispy dan mencicipinya sedikit demi sedikit seraya menunggu Maria mengambil piring.


"Oh ya, si kembar tidak boleh minum bir. Jadi aku membelikan susu pisang untuk kalian!" seru Maria. Meletakkan peralatan makan di atas meja.


Si kembar memutar bola matanya malas sebab hampir setiap hari mereka mengkonsumsi susu pisang. Dan kini Maria membelikan susu pisang dengan merek yang sama seperti yang mereka beli di Shanghai.


Bosan, sesekali si kembar ingin mencicipi bagaimana rasanya bir. Atau di ganti dengan soda si kembar juga tidak masalah, asal bukan susu pisang.


"Mom, tidak bisakah kau membeli soda sebagai pengganti susu pisang?"

__ADS_1


"Kami bosan minum susu pisang mom!" Sean dan Dean saling bersahutan. Sama-sama melayangkan protes pada ibunya.


"Tidak boleh, anak kecil hanya bisa minum susu. Jangan banyak protes atau mommy akan menarik telinga kalian, mengerti!" galak Maria. Seketika Sean dan Dean merapatkan bibir. Tidak berani membantah Maria.


Sean meraih satu kotak berisi ayam crispy dan membawanya ke ruang tengah. Sean ingin menonton televisi. "Dean ikut aku!" ajak Sean. Dean mengangguk, mengikuti Sean dari belakang dan meninggalkan dua wanita dewasa itu sendiri.


"Kau sudah mendaftarkan si kembar ke sekolah?" tanya Maria beralih pada Anna kini.


"Haruskah aku mendaftarkan mereka sekarang?" bukannya menjawab Anna malah balik melayangkan pertanyaan.


"Tentu saja, pendidikan itu penting. Daftarkan saja mereka ke sekolah, aku tidak tahu pastinya berapa lama kita tinggal di California. Lebih baik carikan si kembar sekolah dan kita akan pindah setelah si kembar naik kelas." tutur Maria mengarahkan.


"Oke, aku akan mendaftarkan mereka ke sekolah besok!" putus Anna pada akhirnya. Perkataan Maria ada benarnya, Anna tidak tahu sampai kapan mereka akan tinggal di sini.


Lebih baik sekolahkan saja si kembar. Seandainya misi mereka selesai lebih cepat, tinggal nunggu si kembar naik kelas lalu mereka bisa pulang ke Shanghai.


Setelah makan-makan, Maria dan Anna minum-minum seraya bernyanyi karaoke. Sedangkan si kembar sendiri bermain Game di sebelah mereka. Semua orang asik dengan kegiatan masing-masing.


...****************...


Sementara itu,


Di perusahaan AX company, Lucas duduk di kursi kebesarannya sembari merenung. Menatap foto seorang wanita cantik yang sedang tertidur pulas. Sorot matanya menatap rindu pada foto wanita itu.


Sudah tujuh tahun berlalu, semakin dia berusaha melupakannya. Ingatan Lucas semakin menguat dan rasa cintanya semakin besar.


Baru kali ini Lucas jatuh cinta pada pandangan pertama. Lucunya dia jatuh cinta pada seorang pembunuh bayaran. Wanita itu selalu hadir dalam pikirannya, seolah tidak mau enyah dan menetap dalam ingatannya.


Entah di mana wanita itu sekarang hanya Tuhan yang tahu. Lelah, Lucas sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan ribuan anak buah juga ikut terlibat dalam pencarian. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menemukan wanita itu.

__ADS_1


Mungkinkah dia sudah meninggal, tapi mengapa Lucas tidak bisa menemukan jasad ataupun makamnya. Apa hubungan one night stand itu menghasilkan malaikat kecil. Lucas juga tidak tau.


"Sebenarnya siapa dia, kenapa sulit sekali mencari keberadaan mu!" gumam Lucas seraya mengetuk-ngetuk meja. Sebelah alisnya sedikit terangkat, seolah sedang memikirkan sesuatu.


Tok! tok! tok!


"Tuan, boleh saya masuk?" suara Kenneth terdengar dari balik pintu. Lucas berdehem singkat sebelum akhirnya memperbolehkan sekretarisnya masuk.


"Masuk saja, kenapa kau menggangguku dengan mengetuk pintu dan berteriak-teriak tanpa henti." sentak Lucas. Kenneth terdiam di tempat, sesekali menghela napas panjang. Padahal baru tiga kali dia mengetuk pintu dan meminta izin masuk sekali, bos galaknya ini sudah Marah-marah.


"Maafkan saya, tuan!" tidak punya pilihan lain selain melontarkan permintaan maaf. Menyadari, posisinya sebagai bawahan. Lagi pula Kenneth sudah terbiasa menangani perangai Lucas yang mudah berubah-ubah.


"Lain kali langsung masuk saja, tidak usah meminta izin!" tutur Lucas. Kenneth tak menjawab, hanya mengangguk tiga kali. Mengiyakan.


"Ngomong-ngomong kenapa anda memanggil saya, tuan?" tanya Kenneth, saat mendapati bosnya sudah cukup tenang.


"Cari tau latar belakang asisten baruku. Dari penampilannya dia sedikit terlihat mencurigakan. Namanya hanya terdiri dari satu kata tidak ada marga ataupun nama panjang. Siapa tadi namanya, Manisa?"


"Maria, tuan!" sanggah Kenneth membenarkan.


"Ya itulah namanya, siapkan kamar tamu di apartemenku. Aku akan menjemput si cupu itu besok pagi!" kata Lucas memberi perintah.


"Baik tuan!" setelah itu Kenneth pamit undur diri. Bergegas menelpon bawahannya. Agar segera pergi ke apartemen Lucas dan membersihkan kamar tamu yang akan di tempati Maria.


...****************...


TBC


Warning!

__ADS_1


cerita ini hanya fiksi yang author buat sesuai dengan imajinasi author jadi mohon untuk tidak dianggap serius🙏jangan lupa like dan komen ya gaes 🖤


__ADS_2