
"harus nulis pesan kesan apa ya, males ah gak usah nulis mending nyari kelas aja biar besok gak usah muter-muter lagi" ucap Shalina dalam hati
Shalina berjalan menuju Mading sekolah untuk melihat daftar nama dan kelas mana yang Ia dapatkan
"Shalina... Shalina.... Shalina.... Shalina..... oh ini dia, X-12 hampir menuju bagian ujung kelas ya, hmmm kelas 10 aja pake ada 16 kelas dan gak ada satupun orang yang Sha kenal" tambahnya dalam hati
Saat sudah mengetahui kelasnya, Shalina berjalan menjadi dimana kelas X-12 dan dalam perjalananya Ia bertemu dengan Derren siKetua OSIS
"siang kak" sapa Sha dengan tersenyum manis
"hmm" jawab Derren dengan ketus
"kak boleh tanya ngga kelas X-12 itu dimana ya, aku dari tadi muter-muter gak ketemu" tanya Sha dengan gerogi
"kamu jalan kearah sana, kamu liat satu-satu ada papan plang disetiap pintu kelas" jawab Derren dengan dingin
"oh, ok. makasih kak" ucap Shalina sambil berjalan meninggalkan Derren
__ADS_1
Saat Shalina berjalan dilorong banyak siswa yang menatap Shalina dengan kagum karna parasnya yang cantik, dan senyumnya yang manis. Akhirnya Sha sampai didepan pintu kelas.
"akhirnya ketemu, wah masih dikunci kelasnya hmm mungkin baru dibuka besok kali ya, yaudah deh mending pulang aja. Oh iya kalo sampe ketauan Sha gak bikin surat kaleng buat OSIS gimana nih" ucap Sha dengan suara yang sangat kecil
"santai aja deh, gimana nanti" tambahnya
Saat Sha berjalan menuju gerbang sekolah, ternyata ada OSIS yang berjaga digerbang ke2 untuk mengumpulkan surat kaleng, Sha tetap percaya diri berjalan menuju pintu gerbang, akhirnya distop juga hahaha
"mana surat kaleng kamu?" tanya OSIS
"iya, mana?" pintanya sekali lagi
"tadi waktu aku lagi cari kelas, udah aku kasih sama Kakak OSIS didalem kak, orangnya tinggi berisi, aku kasih dia soalnya karna sama-sama OSIS aku kira sama aja" jawab Sha percaya diri
"oh, ya udah sana" sahut OSIS
"ternyata nggak seserem itu ya bohongin OSIS padahal udah tegang banget tadi sampe jantung mo copot hadeehhh" celetuknya dalam hati
__ADS_1
Shalina berjalan menuju ke gerbang pertama dan terlihat Samuel sang Kakak sudah menunggunya didepan gerbang dengan sepeda motor, Sam berpakaian sangat santai agar tidak mencolok dan terlihat seperti orang biasa didepan sekolah Sha. Dengan pakaian Sam yang biasa saja Sam tetap menjadi pusat perhatian karna memiliki wajah yang tampan asli produk lokal hihihi
"kakak tumben cepet banget jemputnya" tanya Sha sambil mencium tangan Sam
"sebelum kamu diMOS kakak udah diMOS duluan jadi tau kalo hari terakhir itu pulang lebih awal" jawab Sam sambil mengacak-acak rambut Sha
"hehehe biasa aja doooong bleee, kak sebelum pulang Sha pengen makan mie dikedai langganan dulu, boleh ngga?" ajak Sha
"siap, yuk naik" sahut Sam
"yess!!! cus...." ucap Shalina
"kak tumben pake baju sama celana santai banget, biasanya gak pernah mau keluar pake celana pendek gini kalo bawa motor" tanya Sha setengah teriak diatas motor
"lagi pengen aja, gak tau kenapa heran hahaha" jawab Sam dengan becanda.
Saat Sha dan Sam sedang berada dikedai menunggu makanan, Shalina bertemu dengan perempuan yang sempat Ia sapa ditengah lapang dihari itu.
__ADS_1