
ditengah asiknya Shalina dan teman-temannya menikmati hidangan. Tresia dan temannya datang menghampiri meja makan Shalina
"sorry bisa pada minggir gak, gue mau makan disini" ujar Tresia
Shalina yang melihat kearah meja-meja sekeliling kantin...
"heh lo semua budek? gue bilang minggir gue mau makan disini" tambahnya dengan nada tinggi
"perasaan banyak meja kosong, kenapa ya harus ngusir orang yang lagi makan, gak punya sopan santun banget" jawab Shalina
"kalo gue maunya disini lo mau apa hah?" timpal Tresia
"mau disini? mau banget disini? kalo mau banget ya tunggu kita selesai makan ya" jawab Shalina dengan santai
"kalo bener-bener mau disini, boleh nggak duduk dulu disitu gak usah berdiri samping kita, gak enak diliatnya" tambah Shalia
Tresia merasa Shalina menantangnya dan ingin memakai cara kasar tetapi dihalangi oleh temannya karna ada Derren yang berjalan menuju kearah kantin
"lo berani sama gue?" teriak Tresia
"Tres jangan Tres, Kak Derren mau kesini" cegah teman Tresia
Tresiapun menahan emosinya dan pergi meninggalkan Shalina dan teman-temannya
"urusan kita belum selesai, lo inget itu" ancam Tresia sambil pergi
__ADS_1
"Sha kamu kenal sama dia?"tanya Ain
"Sha kamu kayanya jangan cari gara-gara deh sama dia Sha" Ucap Ical
"iya Sha jangan ya" tambah Ican
"padahal cuma gara-gara aku nggak sengaja nabrak dia disini, itu juga aku yang jatuh tapi kenapa dia yang marah-marah dan nyari masalah sama aku" jawab Shalina
"emang dia siapa sih, sombong banget" tambahnya
"Shalina.. kamu gak tau dia siapa? jangan becanda Sha" tanya Vika
"enggak, serius nggak tau" jawab Sha
"dia itu anak ketua yayasan sekolah Sha, emang sombong banget mentang-mentang Bapaknya yang punya kuasa disini" ucap Rani
"gak jelas banget cuma karna ayahnya orang penting disini bisa-bisanya dia seenaknya sama orang lain" ucap Sha
"udah Sha gak usah dipikirin" sahut Juli
"aku mau nambah minuman ya Jul" ucap Sha
Shalina menghampiri kedai Ibu Juli untuk meminta air, Derrenpun berjalan mendekat untuk memesan makanan ditempat langganannya yaitu Ibu Juli, saat baru saja ingin memesan makanan Shalina berbalik badan dan menumpahkan minuman kebaju seragam Derren
brukkkk...
__ADS_1
"yaaahhh tumpah" ucap Sha secara spontan
Derren terdiam dengan wajah yang hampir memerah karna emosi
"bisa hati-hati ngga?" ujar Derren menahan emosi
Shalina dan Derren berbarengan saling melirik satu sama lain
"lo lagi" ujar Derren
"lo ada masalah apa sih sama gue, nabrak gue dua kali sekarang ketiga kalinya nabrak sekaligus nyiram gini" tambahnya
"ya maaf gak tau kalo dibelakang ada orang, lagian kenapa nggak jaga jarak dulu sih orang lagi bawa minuman juga, bajuku juga jadi basah tuhkan" jawab Shalina
"maksud lo ngomong kaya gitu apa? ini salah gue gitu? bisa-bisanya lo yang nabrak tapi jadi gue yang salah, lo kira gue taneman apa main siram-siram" sahut Derren dengan emosi
"iihhh tau ah orang udah minta maaf juga kan baju aku juga ikutan basah gak liat apa" ucap Sha
"bu, pesen kaya biasa ya tolong anter keruang OSIS"ucap Derren pada Ibu Juli
"iya siap nanti anterin" jawab Ibu Juli
"heh gak baik nyuruh-nyuruh orang tua kaya gitu ya, tinggal tunggu terus bawa sendiri apa susahnya" Ucap Shalina
"lo nggak liat baju gue udah lo tumpahin minuman, lo pikir ini nggak lengket apa" jawab Derren
__ADS_1
"lagian lo nggak denger gue bilang tolong anter" tambahnya sambil pergi meninggalkan Shalina
"cowo aneh, cocok tuh sama cewe yang aneh tadi sama-sama aneh" gerutu Shalina