Perjalanan Si Gadis Manis

Perjalanan Si Gadis Manis
Eps. 25


__ADS_3

Shaka terkejut mendengar ucapan Aini dan juga mendengar suara keributan yang masuk keponselnya, tanpa menjawab sepatah katapun Shaka langsung mematikan teleponnya dan bergegas pergi menghampiri adiknya yang sedang dalam masalah, Shaka sangat mengkhawatirkan sang adik yang sangat Ia sayangi.


Disisi lain Derren yang mengikuti Shalina beberapa menit lalu beranjak dari pandangannya untuk membeli minuman, saat setelah kembali Derren mendapati Shalina sudah dijambak oleh Dhea.


Derren langsung berlari menghampiri mereka untuk melerai keributan, saat Derren sedang berlari mendekat Dhea semakin kasar dan menarik anting Shalina hingga membuat lubang kuping antingnya robek dan banyak mengeluarkan darah.


Derren dengan refleksnya menarik dan mendorong Dhea hingga terjatuh kelantai.


"aaaaaaaaaaaaaaaaaa sakiiiittttttttt" teriak Shalina dan merintih kesakitan


Teman-teman Shalina sangat panik dan Aini tak berenti menelepon Shaka untuk cepat datang. Derren menghampiri Shalina.


"Shalina kamu nggak apa-apa?" panik Derren


"sakkiiiitttt kak tolooongggg" rintih Shalina sambil menangis


"tolong temen-temennya depan mall ini ada klinik ayo bantu bopong bawa Shalina kesana" pinta Derren


"Shalina maaf gue lancang gendong lo, gue mau bawa lo ke klinik depan" tambah Derren


Saat Derren hendak menggendong Shalina, Shaka datang dengan nafas yang terengah-engah.


"Shakaaaa, ngapain kamu disini" tanya Dhea

__ADS_1


Shaka menghiraukan Dhea


"Shalinaaaa....." panik Shaka


"kamu kenapa bisa kaya gini?" tanyanya panik


"kakakkkkk toloooonggg sakiit kaakkkkk" rintis Shalina


Shalina sudah ada dalam gendongan Derren untuk dibawa keklinik terdekat


"perempuan itu tiba-tiba dateng narik Shalina dan jambak rambut Shalina kak" ucap Vika


"dia langsung narik kuping Shalina sampe antingnya copot dan kupingnya robek kak" tambak Rani


Shaka mengangguk, Derren menggendong Shalina dan Vika, Rani, juga Aini mengikuti Derren. Juli tetap disana bersama Shaka dan menjelaskan lebih lanjut


"dia tiba-tiba datang dan buat onar disini kak, dia bilang Shalina udah ngerebut pacarnya sampe dia ngelukain Shalina" ucap Juli


Emosi Shaka mulai memuncak, ingin sekali Shaka membalas Dhea dengan cara yang sama kepada adiknya itu tapi Shaka pantang berbuat kasar terhadap perempuan mengingat Ia memiliki adik perempuan yang sangat Ia sayangi


"kamu ada urusan apa Shalina sampe nyakitin dia kaya gitu Dhe?" tanya Shaka


"aku tau dia itu selingkuhan kamu kan Ka" jawab Dhea

__ADS_1


Shaka menghela nafas yang sangat panjang lalu berkata...


"Dhea, kita putus!" singkat Shaka


"maksud kamu apa sih Shaka, kamu udah ketauan selingkuh bukannya minta maaf malah minta putus, apa sih yang ada diotak kamu, kamu lebih milih dia daripada aku" ucap Dhea


"kita putus! aku gak mau pacaran sama orang yang udah nyakitin apalagi sampe ngelukain adik kesayanganku! makasih Dhe udah nunjukin sifat asli kamu yang kasar!" jawab Shaka


Tanpa berkata apapun lagi, Shaka mengajak Juli untuk pergi menemui Shalina, dan Dhea terdiam mendengar ucapan Shaka bahwa anak perempuan yang Ia lukai adalah adik dari Shaka. Dhea mengejar Shaka dan meminta maaf tanpa henti, tapi Shaka sudah tidak mempedulikannya lagi.


*di klinik*


"Shaaaaa, kamu gak apa-apa?" tanya Vika


"Vik, biarin Sha istirahat dulu deh kasian Sha" jawab Rani


"kita tunggu diluar aja yuk" ajak Aini


"Sha kita tunggu diluar ya Sha, nanti kita panggil kakak kamu kesini yaaa" tambah Aini


Derren masih menunggu Shalina diluar ruangan, saat teman-temannya keluar dari pintu ruangan Shaka dan Juli datang menghampiri.


"dimana Sha?" panik Shaka

__ADS_1


"didalem kak" jawab Rani


__ADS_2