
Juli mulai heran kenapa tiba-tiba Derren bisa ada disana.
"kak Derren kok tiba-tiba ada disana sih, gimana ceritanya?" tanya Juli
"tadi ngga sengaja liat kalian lagi berantem langsung nyamperin aja buat misahin kalian, lagian kalian ngapain sih masih kecil rebut-rebut cowok orang" jawab Derren
"Shalina gak ngerebut siapapun dari siapapun kak" jawab Juli
"aku tau apa yang kakak liat diRestauran waktu itu, kak Derren liat Shalina lagi makan sama laki-laki, dia Kakak keduanya Shalina, Shalina deket banget sama kakak-kakaknya"
Derren yang mendengar penjelasan dari Juli hanya terdiam kaku tanpa berucap sedikitpun, Derren bergegas ijin untuk masuk kedalam ruangan rawat Shalina.
didalam saat Derren masuk, Shaka dan Shalina terkejut
"kak Derren?" tanya Shalina
tanpa menggubris Shalina, Derren langsung berlutut dihadapan Shalina dan Kakaknya
"gue udah salah dan udah ngomong sembarangan waktu itu, sekarang gue udah tau dan gue mau minta maaf" ucap Derren
"ada apaan sih ini, ada apa sih Sha, kamu siapa kamu yang tadi bopong Sha kesini kan?" tanya Shaka
__ADS_1
"saya Derren kak, kakak kelas Shalina disekolah, beberapa hari yang lalu saya ngomong yang nggak mengenakan buat Shalina, dan Shalina minta untuk berlutut sekaligus minta maaf kalo saya tau sesuatu sebenernya" jawab Derren
"sesuatu apa?" tanya Shaka
"ini kak, kak Derren waktu itu salah paham, dia liat kita direstauran waktu itu dan bilang kalo Sha pacaran sama kakak, karna salah paham dia bilang jangan-jangan Sha ini selingkuhannya kakak, makanya Sha minta kalo kak Derren udah tau yang sebenernya berlutut dan minta maaf sama Sha" jawab Sha
"kamu suka sama Shalina?" ucap Shaka
Shalina dan Derren syok mendengar apa yang Shaka ucapkan
"hah?" ucap Sha dan Derren berbarengan
"kakaaakkkk" teriak Sha
"kalo gitu saya udah nggak ada urusan lagi disini, saya pamit ya" tambah Derren
"ya, hati-hati" jawab Shaka
Shalina merasa ada yang ganjil dengan perasaannya, Ia selalu membayangkan kembali saat dimana Ia menabrak Derren hingga jatuh, menumpahkan minuman kebaju Derren, dan Derren menggendongnya siang tadi.
"Shaa.. Sha...." sapa Shaka
__ADS_1
"eh iya iya kak kenapa?" jawab Sha bingung
"kamu ngelamunin apa sih? dari tadi dipanggil ngga nyaut-nyaut" tanya Shaka
"mikirin anak yang tadi?" tambahnya
"nggaaaaakkkkk" jawab Sha mengelak
"kak, kakak kasih tau ayah, ibu, sama kak Sam?" tanya Sha
"udah, mereka udah dijalan katanya" jawab Shaka
"Sha laper kakkkk" ujar Sha
"tunggu yang lain dateng dulu baru kak Aka cari makan yaa, kakak gamau ninggalin kamu sendirian" jawab Shaka
"iya bos" sahut Sha
beberapa menit menunggu Ayah, Ibu dan Kak Sam akhirnya mereka sampai dan panik, Ibu yang setiap harinya cuek, hari ini kali pertama Ayah, Sam, Aka dan Sha melihat Ibu panik, melihat Ibu benar-benar layaknya seorang Ibu karna memang belum pernah sepanik itu mendengar Shalina terluka.
"siapa yang bikin Sha kaya gini? Sha apa punya musuh? bilang sama ibu Sha" tanya Ibu panik
__ADS_1
Shalina melihat raut wajah Shaka seperti orang yang khawatir atas apa yang terjadi kepadanya adalah ulah dari orang yang dekat dengan sang kakak
"tadi ada orang labrak Sha bu, ternyata yang dia labrak itu salah orang tapi dia kira Sha orang yang dia cari" jawab Sha