Perjalanan Si Gadis Manis

Perjalanan Si Gadis Manis
Eps. 24


__ADS_3

Shalina masih merasa kesal atas apa yang dikatakan oleh Derren kepadanya dan tak habis pikir mengapa Derren bisa berbicara seperti itu pada seorang perempuan yang notabenenya bukan teman dekat juga tidak mengenal layaknya teman.


Derren yang mulai merasa bersalah atas apa yang Ia ucapkan kepada Shalina kini sedikit demi sedikit akan mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Shalina, Dhea dan lelaki itu (Shaka).


Derren mulai mengikuti motor Shalina jika pulang sekolah dan menunggu siapa yang menjemputnya jika Shalina tidak membawa motor, beberapa hari berlalu Derren belum mendapatkan jawaban sedikitpun tentang Shalina dan Shaka.


Sampai dimana saat Shalina berada dikantin bersama teman-temannya yang sedang membicarakan soal pergi kepusat perbelanjaan sepulang sekolah nanti.


"Sha jadi kan nanti pulang sekolah ke XXD?" tanya Aini


"jadi jadi, siapa aja yang ikut?" ucap Sha


"kayanya cowo-cowo gak bisa deh Sha, soalnya mereka ada latihan futsal katanya" jawab Vika


"ya udah gak apa-apa" sahut Sha


Derren mendengar jelas percakapan Shalina dengan teman-temannya dan berencana mengikutinya untuk mencari tahu.

__ADS_1


Suara nyaring dari Bel sekolah telah terdengar dan semua siswa sebagian besar bersiap kembali kerumah masing-masing, Derren diam-diam sudah menunggu Shalina dan teman-temannya diparkiran untuk mengikutinya


Sesampainya dipusat perbelanjaan Shalina dan teman-temannya asik kesana kemari tanpa disadari oleh Shalina, Juli merasa ada orang yang sedang mengikutinya secara misterius. Derren berhati-hati mengamati Shalina dan teman-temannya dari jauh, dan dipusat perbelanjaan yang sama Dhea dan temannya Lidia juga sedang berada disana.


"Dhe, Dhe, Dhe kayanya gue liat cewek yang waktu itu jalan sama Shaka deh" ucap Lidia


"hah mana?" tanya Dhea


"itu tuh disana gerombolan anak SMA, tuh tuh tuh yang itu" tunjuk Lidia


"oh iya bener itu dia, gue udah liat kemarin tapi sekilas doang waktu direstauran" jawab Dhea


Dhea yang melihat Shalina bersama temannya langsung menghampiri tanpa ragu.


"hei?" sapa Dhea sambil menarik Shalina dari belakang


"aduuhh" ringis Shalina karna kaget

__ADS_1


"siapa ya?" tanya Shalina


"ngapain lo tanya-tanya gue siapa, harusnya gue yang tanya sama lo, lo siapa pacar gue hah kecil-kecil udah berani ngerebut cowok orang, gede banget nyali lo anak bau kencur aja banyak tingkat" ucap Dhea memanas


"pacar siapa? apaan sih nggak kenal main labrak orang sembarangan, gak ada sopan santun" jawab Shalina


"sopan santun? lo aja masih dibawah gue ngapain gue harus sopan sama lo apalagi lo udah ngerebut cowok gue" balas Dhea


"cowok siapa sih, aku punya pacar aja ngga apaan sih nggak jelas banget" ucap Shalina


"cowok siapa? cowo gue lo udah berani banget jalan sama cowok gue dan mesra-mesraan" jawab Dhea


Dhea mulai kasar dan main tangan, Dhea mulai menjambak rambut Shalina dan Shalina hanya berontak untuk melepaskan tangan Dhea dari rambutnya tidak sedikitpun Shalina membalas


Teman-teman Shalina yaitu Juli, Rani, Vika membantu Shalina melawan Dhea dan Lidia, tapi Aini meraih ponsel Shalina untuk menghubungi seseorang yang ada diponselnya. Aini mendapati panggilan terakhir dan menghubunginya


"hallo Sha ada apa?" Shaka

__ADS_1


Aini menelpon Shaka, panggilan terakhir Shalina adalah dengan Shaka


"hallo kak, ini Aini temennya Sha, kita dimall XXD kak tolong, Shalina lagi dilabrak orang disini kita gak kenal dia siapa, dia ngajak Sha berantem kak, tolong dateng secepatnya kak" ujar Aini


__ADS_2