
"guys nanti kita video call bareng temen baru dari sekolah ya biar jangan ada kata ada temen baru temen lama dilupain, gak boleh ada yang gitu awas aja" ucap Shalina
"iya bener-bener, kapan dong kapan?" tanya Mel
"aku nanti tanya temenku dulu ya, soalnya ada 1 orang yang kerja part time" jawab Sha
"eh beneran Sha? ko bisa sih dia part time?" tanya Becca
"tulang punggung keluarga?" tanya Mel
Tyo hanya menyimak tanpa bertanya apapun seperti Becca dan Melisa
"Tyo lagi ngapain sih diem aja" tanya Mel
"lagi makan Mel, kalian lanjutin ngobrol aku dengerin ko" jawab Tyo
"nggak, dia bukan tulang punggung, ayah ibunya juga masih ada ko, emang anaknya aja yang rajin" jawab Sha
"ayahnya itu satpam disekolah, dan ibunya jaga kedai dikantin sekolah, tapi dia mau mandiri makanya kerja, terus juga dia bisa masuk sekolahku ini karna beasiswa, keren banget" tambah Sha
"sekolahku.. sekolahku.. emang itu sekolah punya keluarga kamu Sha hahahaha" ejek Tyo
"Tyoooooooooo, nyebelin ah" sahut Sha
"hebat banget masih mau kerja padahal kedua orang tuanya juga kerja" ucap Mel
"gigih banget ya kayanya orangnya, salut deh Sha sama dia" tambah Becca
__ADS_1
*keesokan harinya*
"Shaaaaa....." panggil Ayah
"iya ayaaaahh, tunggu sebentar Sha masih siap-siap" jawabnya dari kamar
saat Shalina keluar dari kamarnya Ia melihat kedua Kakaknya baru saja keluar dari gerbang rumah
"loh loh ko Sha ditinggaaaaallllll" teriaknya
"Sha hari ini berangkat sama Ayah, Ayah ada perlu sama kepala sekolah" ucap sang Ayah
"ooohhh pantesan Sha ditinggal" jawabnya
"ibu udah berangkat juga yah?" tanya Sha
"udah, tadi bareng sama Kak Sam" jawab ayah
"wah boleh yah?" tanyanya dengan riang
"boleh asal bawanya pelan2 dan hati-hati" jawab ayah
"pasti bos" sahut Shalina
dalam perjalanan Shalina menikmati dibonceng sang Ayah, bahagia berangkat sekolah duduk dibelakang sang Ayah. ya, biasanya Shalina selalu duduk dibangku sebelah 3 pengemudi langganannya Samuel, Shaka dan Sang Ayah
"ayah jadi inget jaman muda waktu masih bawa motor kesekolah" ucapnya
__ADS_1
"berarti ayah mengakui ya kalo sekarang ayah udah tua hahaha" sahut Shalina
"sekarang juga masih muda ko, dibilang udah tua itu kalo ayah udah punya cucu, kalau belum ya ayah masih muda dong" jawabnya
"iiiihhh ayah pede banget hahahha" celetuk Shalina
dalam perjalanan Shalina dan sang Ayah, hari ini Ayah Sha mengenakan pakaian kaos dan celana santai juga menggunakan sandal capit. Tiba-tiba terhenti dilampu merah dan..
"itu kan si anak songong, kesekolah pake motor sama siapa tuh bapaknya apa ya, mukanya bapanya ko nggak asing sih tapi pakeannya gitu amat" ujar Tresia dalam hati
saat sampai didepan gerbang sekolah Tresia turun dan lari menuju parkiran motor untuk menghampiri Shalina dan Ayahnya
"gue kira lo anak orang kaya, ternyata kesekolah pake motor, ini siapa? bokap lo? kenal dong" ujar Tresia
"ini temannya Shalina?" tanya Ayah
"bukan yah, ayo kita pergi aja dari sini" celetuk Sha dengan ketus
"Sha... ko gitu jawabnya" ucap Ayah
"iya om saya temennya anak om, nama saya Tresia, saya anak dari ketua yayasan sekolah ini loh om" sahutnya dengan sombong
"oh gitu. salam kenal ya, kalo gitu kita duluan" jawab sang Ayah
Tanpa mengulang pertanyaan mengapa Shalina berubah sikap sang Ayah langsung paham alasan Shalina berubah
"Sha temenan sama yang tadi?" tanya Ayah
__ADS_1
"ngga, Sha aja gak tau dia siapa, namanya aja Sha gak tau" jawab Sha
"Sha ngga suka sama dia, sombong mentang-mentang yang punya sekolah hmmm" tambahnya