
"Jul, nanti pulang sekolah kamu kemana?" tanya Shalina
"oh iya lupa kamu kan harus kerja ya hmmm" tambahnya
"ngga Sha hari ini aku libur kok, kenapa?" jawab Juli
"gak apa-apa, nanti aja hehehe" sahut Sha
Saat sedang asik Shalina mengobrol datang seorang anak laki-laki dan 3 orang temannya masuk kedalam kelas dan mengambil posisi meja dibagian paling belakang.
"gue Vicko dan disini tempat duduk gue, sampe ada yang nempatin tempat duduk gue siapapun itu gue hajar abis-abisan" ucap si anak lelaki.
Ya.. namanya Vicko, Vicko Wijaya seorang anak yang angkuh dan sombong juga kasar.
Vicko mempunyai 3 orang teman yang setia bersamanya sejak duduk diTaman Kanak-kanak
Tak ada yang merespon ucapan Vicko, kecuali tatapan sinis Shalina padanya yang merasa terganggu dengan keangkuhannya
"ih apaan sih tuh orang so berkuasa" ucap Rani
"Raniiiii, gak boleh ngomong gitu kalo dia sampe tau abis kita" balas Aini
"tau nih Rani, ssstttt diem aja bisa bisa dihajar kita" tambah ical
"udah udah biarin aja, gak penting ngurusin mereka yang arogan, kaya kita nggak ada kerjaan aja sih" ujar Sha pada teman-temannya
"kita belum tuker-tuker nomor kontak nih" tambah Sha
"oh iyaa, yuk yuk yuk nanti kita buat grup chat ya" jawab Vika
__ADS_1
setelah bertukar nomor, Shalina dan teman-temannya pergi kekantin dan diperjalanan Shalina berpapasan dengan Derren si Ketua Osis, kali ini bukan tabrakan ya hehe....
"ketua Osis kita ganteng banget yaaa ya ampun" ujar Aini dengan centil
"Ain nyebut Ain sampe orangnya denger bisa kegeeran ntar haha" sahut Juli
Saat Derren tepat didepan Shalina keduanya memandang sinis satu sama lain dengan tatapan super tajam
"apa liat-liat, baru liat cewek cakep ya" ucap Shalina
"jadi cewek gak usah narsis" jawab Derren
"suka-suka" jawab Shalina sambil pergi
Derren yang juga melanjutkan perjalanannya merasa ada sesuatu yang aneh pada jantungnya yang berdebat lebih cepat dari biasanya.
Dan disaat yang bersamaan Tresia melihat kejadian Derren dan Shalina, Tresia sudah mengenal Derren karna ibu dari keduanya berteman baik
"itu cewek yang udah nabrak gue bisa-bisanya dia deket dan ngobrol sama Derren" ujar Tresia dalam hati
"berani deketin Derren dia bakalan berurusan sama gue, gak tau siapa Tresia" tambahnya dalam hati
*dikantin*
"Sha, Jul mau makan apa?" tanya Ran
"aku mau makan ditempat Ibunya Juli aja" jawab Sha
"aku juga deh" jawab Ain dan Vika
__ADS_1
"ibu kamu jualan apa Jul?" tanya Ical
"bentar ya aku ambilin menunya dulu" jawab Juli
"hebat ya Juli enggak nutupin status keluarganya, malah kaya bangga gitu sama ayah ibunya, salut deh" ujar Uji
"iya bener ji keren ya Juli, bangga deh aku punya temen kaya dia" sahut Rani
"aku juga salut banget sama Juli super hebat" tambah Sha
"ini menunya temen-temen boleh diliat dulu ya aku mau bantu ibu, nanti kalo udah kalian panggil aku aja" ujar Juli
"Aku bantuin yaaaaaa" usul Sha
"aku juga mau bantuuuu" ujar Ran dan Vika
"aku mau bantu tapi makan dulu ya hehehe" tambah Aini
"jangan temen-temen, kalian disini aja" jawab Juli menolak
"pasti keteteran Jul, biar aku bantu yaaa" paksa Sha
"jangan Sha, udah kalian disini" bantah Juli dengan lembut
Saat semua sudah makan makanan yang dibuatkan oleh Juli dan Ibunya, Sha dan teman-temannya semakin kagum pada Juli yang juga pandai memasak
"enak banget Jul" ucap Ican
"makasih ical" jawab Juli
__ADS_1
"Ican Juuulllll" sahutnya
"oh iya ya salah hahahaha" jawab Juli tertawa.