
"Paman?? apa yang harus kita lakukan?" Putri Xin,yang setelah mengetahui alasan dari Zhu Xian,, menjadi dilema.
"Putri!! Saya rasa,,Tuan Muda Xian bukanlah pemuda yang akan merasa senang jika mendapat bantuan atau campur tangan dari orang lain" Komandan Liu,yang sudah paham dengan sifat putri Xin,,, langsung memberi penjelasan.
"mmm.... " putri Xin mengangguk dan tak lagi memaksakan apa yang baru saja terlintas di pikiranya ttg Zhu Xian.
"Nona Lin?? "
"bolehkah kita berbincang untuk bbrpa waktu saja? " kini,,, Putri Xin memilih untuk mengajak Mei Lin yang masih berada satu ruangan di kamar Zhu Xian untuk berbincang bincang.
ketiganya mengambil kursi mereka lalu duduk satu meja.
"Nona Lin?? dari awal kedatangan kami di kota ini,, aku merasa heran dengan semua warga yang memandang biasa Tuan Muda Xian"
"Bukankah menurut informasi,, Tuan muda Xian membuat kekacauan di kota ini sebelumnya?? "
Mendapat pertanyaan ttg sikap warga kota HuYan pada Zhu Xian yang terkesan tanpa takut,bahkan biasa saja,, Mei Lin tersenyum.
"Itu karna,, baik walikota dan semua warga,,, melihat dengan cara bagaimana Tuan Muda Xian melihat, Tuan putri" ucap Mei Lin.
"Maksud Nona Lin?? " putri Xin tak mengerti dengan maksud perkataan Mei Lin.
"Kota HuYan, adalah kota yang di anggap kumuh oleh seluruh kota kerajaan dan Kekaisaran"
"Yang tanpa siapapun menyangka,,, anggapan itu telah melukai hati semua warga kota HuYan ini Tuan Putri"
"Kedatangan Tuan muda Xian, memang membuat kekacauan di kota ini,,, namun itu awalnya saja"
"Setelah Tuan Muda Xian melakukan pembantaian,, Tuan muda Xian langsung menemui walikota, dan memberikan pilihan,, menjadi musuh?? atau rekan??singkatnya seperti itu"
"Pada saat itu,, Tuan walikota memilih menjadi rekan,,, yang membuat Tuan muda Xian di Terima di kota ini"
"Namun tuan muda Xian menolak, ketika tuan walikota hendak memberi dukungan kekuatan pada Tuan muda Xian"
"Sebaliknya,,, tuan muda Xian dengan keahlianya menunjukan suatu tempat pada tuan walikota, yang menurut tuan muda Xian, tempat itu akan membuat kota HuYan jauh lebih besar dan makmur dari semua kerajaan yang ada di benua tengah ini"
"Tempat?? " Ucap komandan Liu dan Putri Xin bersamaan.
"Ya,, dan tempat itu masih di rahasiakan, menunggu Tuan muda Xian menuntaskan dendamnya" Mei Lin mengakhiri ceritanya, dengan meninggalkan rasa penasaran dlm benak komandan Liu dan Putri Xin.
__ADS_1
*
*
Terik matahari siang itu,menyengat setiap kehidupan kota HuYan.
Jauh di luar gerbang kota,, di hamparan padang rumput tandus yang luas,di sertai angin meniup debu tanah dan rerumputan kering.
Jutaan pasukan bergerak rapih di bawah terik matahari, di atas wilayah kota HuYan.
"Patriak Ma?? apa kita memang perlu mengerahkan pasukan sebanyak ini, hanya untuk menangkap seorang pemuda?? "
"Entahlah patriak Jun,, aku juga berfikir, bahwa perintah ini terlalu berlebihan"
"Patriak Ma, patriak Jun,,, apakah sekte Naga hitam tidak berlebihan memberikan informasi ttg bocah itu??? lihatlah di sisi kiri jauh sana!!! bahkan empat dari sepuluh jendral Kekaisaran di ikut sertakan hanya untuk menangkap seorang bocah"
"Sudahlah patriak Zi!!! bagaimanapun,,, semua ini adalah apa yang di usulkan oleh Sekte Naga Hitam,,, dan seperti yang kita semua ketahui,, bahkan Kekaisaran akan menuruti apapun dari sekte itu"
"Ya patriak Cun,, kita sebagai sekte yang berada di bawah naungan kedua kekuatan itu, hanya bisa melaksanakan apa yang di perintahkan"
"aissszzzz,,, kadang saya berfikir,,, kita ini hanya seperti kacung bagi dua kekuatan itu"
Puluhan patriak yang tengah memacu kuda dengan pelan,mengeluarkan pendapat mereka, ttg pengerahan pasukan yng menurut mereka berlebihan, hanya untuk menangkap seorang pemuda bernama Zhu Xian.
"Jangan melibatkan diri!!yang hanya akan membawa petaka bagi sekte, klan dan kerajaan kalian"
"Aku tidak akan mengulang apa yang aku katakan"
Sebuah suara,,, terdengar pada jutaan pasukan yng tengah berjalan rapih dan seketika menghentikan langkah kaki seluruh dari mereka.
Jutaan pasukan itu, menilik ke semua arah,, mencari si pemilik suara, namun tak menemukanya.
"Lihatlah ke udara!!! " ucap si pemilik suara, yang tak bukan adalah Zhu Xian.
Jutaan pasukan, patriak dan empat jendral pun mengikuti apa yang di katakan suara yang mereka dengan lalu mengangkat kepala mereka dan mengarahkan wajah mereka ke langit.
Deggghhhhhh...........
Seketika,,,Jutaan mulut menganga!!jutaan perisai terjatuh ke tanah,jutaan pasukan termundur berdesakan karna di buat sangat sangat terkejut.
__ADS_1
Seorang pemuda berjubah hitam panjang,berdiri gagah di udara menatap mereka semua.
Pemuda itu terlihat sangat kecil,,, namun tidak dengan sosok Naga perak yang berada di belakang pemuda yang kini menatap tajam mereka semua.
Gggrroooooooaaaaaaaaahhhhhh
Naga perak memoncongkan mulutnya ke arah langit di sertai raungan yang menggema di udara, hingga terdengar di seluruh wilayah kota HuYan.
Tidak hanya jutaan pasukan,,, namun juga Kota HuYan di buat geger dengan suara raungan dari sang Naga.
Bahkan komandan Liu dan Putri Xin yang masih berbincang dengan Mei Lin, segera melesat untuk melihat asal raungan dari sang Naga.
"Keputusan kita untuk tidak terlibat benar benar sangat tepat, Paman"gumam putri Xin, yang tubuhnya mematung, melihat keperkasaan sosok Naga perak dan Zhu Xian.
" mm.... "bahkan komandan Liu,enggan mnjwab Putri Xin,yang matanya tak ingin berkedip melihat hal yng sangat menakjubkan untuk pertama kalinya.
___________
" Sekte Cincin Dewa,,mari kembali!!! "
"Sekte Tao,,, kita kembali!!! "
"sekte ular putih,,, kita kembali!!! "
Pada akhirnya,,, puluhan sekte, selain yang di sebutkan Zhu Xian, segera meninggalkan barisan dan bergegas pergi, setelah mengetahui langsung sosok pemuda yang menjadi buronan Kekaisaran Hong.
Mereka tak menganggap ucapan Zhu Xian hanya main main,, karna tidak mungkin,eksistensi dari sosok yang bisa terbang di udara, akan bergurau dengan ucapanya.
Dari pada menyinggung, dan akhirnya seluruh sekte nya hancur,, lebih baik mundur teratur tanpa ikut campur.
"Mau kemana kalian, pengecut??" Patriak dari semua sekte yang di sebut Zhu Xian, mengumpati mereka yang memilih bergegas mundur.
"Sekte Zi keparat,,, aku tak tau kalian punya hutang dendam apa dengan pemuda itu,,, tapi sekte Benang emas tak ingin melibatkan diri" Patriak Sekte benang emas, menimpali umpatan dari patriak sekte Zi,, lalu seperti yang lain, patriak itupun memerintahkan semua pasukan sekte nya agar kembali.
"Jendral??? apakah kalian tak ingin menarik diri??? " kali ini Zhu Xian menatap empat jendral.
Empat Jendral yang wajahnya sama sekali tak menunduk pada Zhu Xian, hanya menggeleng.
"Baiklah!!!! "
__ADS_1
BOOOOMMMMMMM.........
...............................