
"Xin Fei Yin,, kota HuYan?? " Semenjak kepergian Zhu Xian,, Xin Fei Ling berulang kali menyebutkan sebuah nama seseorang dan kota.
Dia seperti tak ingin melupakan kedua hal yang di katakan Zhu Xian, sebelum kepergianya.
Xin Fei Ling kemudian mulai menanyakan pada siapapun yang dia temui ttg kota HuYan.
Beruntung bagi gadis cantik itu,, karna setiap budak yang sudah di beli oleh pelanggan selalu di berikan tanda identitas kusus, yang dapat di gunakan untuk keluar masuk kota Dong.
Jika tidak?? mungkin dia akan kembali di jadikan budak karena kecantikan wajahnya.
Karna Xin Fei Ling tidak menemukan satu orangpun yang mengetahui ttg kota HuYan,,, dia memilih keluar dari kota perbudakan,mengikuti langkah kaki kemanapun, dengan merubah penampilanya, seperti laki laki, dan menutupi wajahnya dengan cadar.
"Dengan tampilan ku sekarang! aku tak perlu lagi berpura pura menjadi wanita lemah" Setelah jauh dari kita Dong,, Xin Fei Ling langsung melesat.
Dan siapa yang menyangka?? gadis cantik yang terlihat lemah itu, ternyata seorang kultivator yang berada di ranah Bintang Kristal tahap puncak,, kekuatan sama seperti yang di miliki Xin Fei Yin.
Entah apa yang membuat gadis cantik itu, membiarkan dirinya menjadi seorang budak., semua itu masih menjadi rahasianya.
*
*
"Bibi?? lihat!! ada seseorang di sana!" Seorang anak kecil menunjuk pada sosok yang tengah bersantai sambil membakar buruanya di bibir hutan.
Bola mata Wanita yang di panggil Bibi oleh bocah kecil itu,mengikuti arah telunjuk keponakanya.
"ah,, iya benar,,, mungkin senior itu sedang berburu di hutan ini,wang'er!? "
"Mari pulang!! jangan menggu senior itu!! " ajak wanita muda itu pada keponakanya.
"Bibi Yun,, bolehkah Wang'er menyapa senior itu?? sebentar saja!!? " Wang'er kecil merajuk,pada Bibinya.
Namun belum juga mendapat persetujuan, Wang'er kecil berlari ke arah sosok yang bersiap menyantap daging bakarnya.
"Salam, senior?! namaku Wang Zhou,,aku keponakan Bibi Wang Yun dari desa Molian,, umurku delapan tahun"
Sosok itu baru saja membuka mulut hendak melahap daging bakarnya, saat Wang kecil tiba tiba menghampirinya.
Sosok yang tak lain adalah Zhu Xian itu, kemudian menilik arah kiri kanan, memastikan bahwa bocah yng menyapanya saat ini tidak sendiri.
"Mohon Maafkan sikap keponakan ku Tuan muda!!" Wang Yun, Bibi dari Wang Zhou kecil, segera bergegas menyusul keponakan nya, dan meminta maaf atas kelakuan keponakanya.
Zhu Xian melihat Wang Yun sesaat, lalu kembali menatap lembut Wang Zhou kecil.
"Namaku Zhu Xian,,, Wang Kecil!! " sambil sedikit mengusap lengan kecil Wang Zhou, Zhu Xian mengenalkan namanya.
"Paman Xian?? apa paman sedang berburu di hutan ini?? " tanya Wang Kecil, dan di jawab dengan gelengan oleh Zhu Xian.
__ADS_1
"Apa paman tersesat?? " Wang kecil kembali mendapat gelengan Zhu Xian dari pertanyaanya.
"Wang kecil,,, paman hanya singgah dan kebetulan merasa lapar,jadi,,, seperti yang kamu lihat sekarang!!! paman mau mengisi perut paman" Zhu Xian merasa lucu dan canggung di panggil paman oleh Wang kecil,, namun Zhu Xian membiarkan.
"Paman?? daripada paman makan sendirian, lebih baik paman ikut bersama ku dan juga Bibi pulang kerumah!! " bocah yang masih polos itu tanpa waspada mengajak Zhu Xian.
"Paman mau saja!! tapi...?? apa Bibimu mengizinkan paman? " Zhu Xian menjawab ajakan Wang Zhou, sambil melirik ke arah Wang Yun.
Wang Yun yang di lirik Zhu Xian, salah tingkah,,, dia segera mengarahkan bola matanya ke arah lain.
Wang kecil,langsung menghampiri Wang Yun dan memegang lengan bibinya serta membujuknya agar mengizinkan Zhu Xian ikut bersama mereka.
Melihat keponkan kecilnya yang tak berhenti merajuk,,, Wang Yun akhirnya luluh dan mengizinkan Zhu Xian mampir ke kediaman mereka, yang jaraknya masih cukup jauh dari tempat mereka saat ini.
Dengan Zhu Xian yang membantu membawakan kayu bakar,, ketiganya kembali pulang, dengan Zhu Xian yang mengekor di belakang.
Sesampainya di kediaman Wang Yun, Zhu Xian hanya melihat beberapa rumah sebagai tetangga Wang Yun, dan tak lebih dari tujuh rumah.
"Silahkan masuk tuan muda!! " Wang Yun,dengan sopan mempersilahkan Zhu Xian masuk kedalam rumah yang nampak sederhana.
"Ee..... Nona Yun?? di mana orang tua Wang Zhou?? kenapa aku tidak meihtny?? " Zhu Xian yang menyadari bahwa keadaan kediaman Wang Yun sepi dan tak ada orang lain selain Wang Yun dan Wang Zhou,penasaran.
"aah,, itu!? di sini memang hanya ada aku dan Wang Zhou tuan muda"
"Dan jika tuan muda melihat beberapa rumah di depan sana.......!! " Wang Yun sambil menunjuk ke arah rumah yang Zhu Xian pikir adalah tetangga Wang Yun.
"Sebenarnya itu adalah kuburan anggota keluarga kami, termasuk kedua orang tua Wang Zhou"
"Sreppp..... "
Zhu Xian masih mendengarkan penyampaian Wang Yun,sambil meminum air putih yang di suguhkan untuknya.
"Apa kalian tidak pernah mendapat kunjungan dari siapapun??? " tanya Zhu Xian,yang lalu di senyumi Wang Yun.
"Sering tuan muda,, namun kunjungan mereka adalah untuk merampok dan ingin menculik kami"
"Untungnya,,, kami berdua selalu berhasil selamat" jawab Wang Yun.
"apa kalian kultivator?? " Zhu Xian mulai penasaran.
"ah... itu?? kebetulan,kami memang belajar sedikit kultivasi tuan muda" Di bale kecil samping mereka,Wang Zhou hanya memperhatikan keduanya berbincang, sambil rebahan dengan mata yang mulai sayu.
Dari jawaban Wang Yun,,, Zhu Xian mulai berfikir sesuatu,bahwa Wang Yun seperti menyembunyikan sesuatu.
Zhu Xian ingin membuktikan itu,, meski pertaruhanya adalah nyawanya atau nyawa dari Wang Yun sendiri.
Zhu Xian berdiri dengan sikap tenang dari kursinya, lalu melangkah ke arah pintu keluar.
__ADS_1
"Hiuufff..... " Zhu Xian membuang nafas untuk menghilangkan keraguanya, sambil menatap langit langit rumah sederhana yang terbuat dari kayu itu.
"Pedang Naga Perak,,,,,!!! "ucap Zhu Xian pelan,, lalu pedang Naga Perak segera melesat mengikuti gerakan jari Zhu Xian.
Whoooossssss............
Blaaaaarrrrrrrrr..................
BOOOMMMMMMMMMM..........
Seketika,,, rumah itu hancur tak menyisakan bangunan apapun, kecuali tiga orang.
Anehnya,,Wang Zhou bahkan tak bergeming dari posisinya semula,, dia tetap tenang dengan lelap tidurnya.
Sementara Wang Yun??
Dia tersenyum lembut pada Zhu Xian, dengan pedang Naga Perak yang mencoba menusuk tubuhnya.
Namun,,,,,, untuk pertama kalinya??! pedang Naga perak,seperti tak mampu berbuat apapun.
Pedang Naga Perak, tertahan oleh sebuah formasi yang di ciptakan oleh Wang Yun,,sebuah formasi pelindung dengan kekuatan jauh di atas pedang Naga Perak.
Zhu Xian tersentak,,, wajah pemuda tampan itu termangu dengan mata melotot tak percaya.
"Tuan muda??? kenapa tuan muda harus melakukan hal ini padaku??? "
BAAMMMMMMM............
Wang Yun, meledakan aura yang membalikan arah mata pedang Naga Perak pada Zhu Xian.
Tangannya dengan perlahan meraih gagang pedang Naga Perak, lalu menggemgamnya... Wang Yun, mengusap bilah pedang besar berwarna Perak itu dengan perlahan.
"Pedang ini, telah banyak memakan korbanya"
"Bagunlah Wang'er!!! " dengan masih mengusap bilah pedang naga perak,, Wang Yun menilik ke arah keponakanya dan membangunkanya.
"Huaaaammmm,, ya Bi?? ada apa?? " Wang Zhou sambil menguap dan mengusap matanya, menyahuti panggilan Bibinya.
"Aiiizzzz,,,,, paman??? apa paman Yg melakukan semua ini??? " Wang Zhou yang baru saja sadar dengan keadaan rumahnya yang kini sudah tak ber atap dan tak memiliki bangunanya lagi menoleh ke arah Zhu Xian.
Namun,, sekilas, mata Wang Zhou berubah warna, menjadi hitam legam,,, sebelum akhirnya kembali normal.
Dan hal itu, tak luput dari penglihatan Zhu Xian, meskipun hanya sesaat,,, tapi hal yang dia lihat sangatlah jelas.
"Nona Wang?? Wang'er??? siapa kalian sebenarnya??? " meski tak membuat takut dirinya,,, Zhu Xian cukup di buat penasaran oleh identitas kedua sosok di hadapanya.
"Paman?! seharusnya paman tidak perlu melakukan semua ini!!? "
__ADS_1
"Paman hanya cukup bertanya! tanpa harus menghancurkan kediaman kami!! "
"Paman lihat sekarang!!!sebagai tuan rumah, apa yang harus kami lakukan pada tamu seperti paman?? " Wang Zhou, dengan santaianya memberi peringatan pada Zhu Xian.