Perjalanan Zhu Xian(Naga Perak)

Perjalanan Zhu Xian(Naga Perak)
Kasmaran


__ADS_3

"Tuan muda Xian?? "


"Tuan Muda Xian?? "


"Selamat datang kembali Tuan Muda!? "


Setiap warga yang berpapasan,akan dengan senang hati menyapa dan memberi hormat pada Zhu Xian.


hingga sampailah Zhu Xian dan komandan Liu di kedai yang di jadikan tempat biasa keduanya untuk makan.


Kabar ttg kembalinya Zhu Xian langsung tersebar,, dan orang pertama yang menemui Zhu Xian adalah Mei Lin,dia bergegas menemui Zhu Xian dan bergabung satu meja dengan keduanya.


"Tuan muda?? kenapa tuan muda tidak lansung menemui kaisar Xin?? "Mei Lin membuka percakapan.


" Aku tidak memiliki urusan denganya"jawab Zhu Xian.


"Bagaimana kalau dengan Putri Xin Fei Yin?? " lanjut Mei Lin


"Tanyakan hal lain saja!!!jangan menanyakan yang tak ada kaitannya dengan maksud mu datang menemuiku !! "Zhu Xian merasa risih dengan pertanyaan Mei Lin.


'bahkan putri Xin tak ada artinya di mata tuan muda,, aizzzz' pikir Mei Lin.


" Jendral Ling datang"ucap komandan Liu di tengah obrolanya dengan Zhu Xian dan Mei Lin.


Segera dia bersikap tegap, dan sedikit menundukan kepala pada jendral yang baru saja turun dari tunggangan kudanya dan memasuki Kedai.


Zhu Xian yang tenang,, ttp acuh,tak perduli pada siapa yang datang dan membuat komandan Liu bersikap hormat.


"Komandan?! apa yang sedang anda lakukan di sini?? " jendral itu bersuara, namun dengan suara lembut.


Dia adalah Xin Fei Ling,,, seorang budak yang pernah di beli oleh Zhu Xian.


Xin Fei Ling sendiri adalah kakak kembar dari Xin Fei Yin, yang semasa kecil,dia menghilang ketika keluarga kerajaan Xin tengah berkunjung ke benua timur.


Berkat informasi dari Zhu Xian,, dia akhirnya mencari keberadaan Xin Fei Yin adiknya,dan seperti sekarang,,, Dia memilih menjadi pilar bagi Kekaisaran Xin saat ini dengan menjabat sebagai seorang jendral.


"Melapor jendral!!! saya sedang menemani tuan muda Xian makan" jawab komandan Liu.


"Tuan muda Xian?? " Jendral Ling bergumam, lalu wajahnya ia tengokkan ke arah pemuda yang masih duduk tenang, mengarah samping arah lain.

__ADS_1


Tak dapat memastikan wajah dari pemuda yang duduk bersama Komandan Liu, jendral Ling kembali menatap Komandan Liu dan Mei Lin.


"Apa komandan Liu sudah memesan makanan?? "


"Belum jendral"


"Kalau begitu,, tolong sekalian pesankan sekalian untuk ku juga!! "


"Baik jendral"


Komandan Liu segera pergi memesan makanan,, sementara jendral Ling mendekat ke meja dan hendak mengambil salah satu kursi duduknya yg satu meja dgn Zhu Xian.


Deggghhhhhh.............


"kakk... kaa... uuu??? " Jendral berparas cantik itu termangu,,, tubuhnya mematung tak bisa bergerak.


Zhu Xian sedikit menggeser bola matanya pada jendral cantik yang tengah tersentak karena melihatnya, lalu sedikit tersenyum,dan menggelengkan kepala.


Zhu Xian berdiri,memperhatikan jendral cantik yang masih dengan jelas dia ingat dari kaki sampai kepala Jendral Ling.


"Apa kau akan tetap berdiri?? "


Keduanya mengambil kursi, dengan Mei Lin dari meja sebelah memperhatikan sikap keduanya.


"Jendral Ling, Bukan?? "


"ah,, ii.. iiyaa,,, aku jendral Ling" Xin Fei Ling tergagap menjawab.


"Melihatmu sekarang!!! sepertinya aku tak perlu menanyakan keadaan mu"


"Lalu,,, bagaimana kondisi ke amanan Kekaisaran Xin ini?? " Zhu Xian mencoba mencairkan suasana.


"Itu....?? "


"Semua wilayah bisa dikatakan aman, Tu.. tut... tuan Muda" Xin Fei Ling, mencoba mengendalikan emosinya namun tetap saja,, di hadapan Zhu Xian,, jendral wanita yang terkenal tegas itu harus mengakui,, bahwa hanya Zhu Xian lah yang mampu membuat dirinya bersikap tidak seperti biasanya.


"ehm... baguslah!! " tutur Zhu Xian, lalu komandan Liu datang bersama pelayan membawa pesanan dan menaruh di meja, dengan Mei Lin yang akhirnya kembali bergabung satu meja dengan Zhu Xian.


Ke empat nya berbincang bincang, se usai makan untuk waktu yang cukup lama, sampai matahari berganti bulan.

__ADS_1


Zhu Xian yang akhirnya larut dalam ke akraban,,, sesekali tersenyum, bahkan hampir di buat tertawa oleh kekonyolan Mei Lin Dan Komandan Liu.


Namun,,, yang tak mereka sangka adalah,,, ternyata jendral cantik yang di katakan tegas itupun memiliki tingkah yang sama konyol.


Kebersamaan mereka pun berakhir, dengan Mei Lin dan komandan Liu yang pamit mundur,, dan hanya meninggalkan Zhu Xian Bersama Xin Fei Ling.


Keduanya saling tatap untuk sesaat, dengan wajah Jendral Ling yang kini sedikit menunduk karna tatapan Zhu Xian.


Namun,, sebuah tangan lembut menyentuh tangan Zhu Xian dengan pelan, dan menggenggamnya.


"Terimakasih,, karna tidak menceritakan ttg ku sewaktu di benua timur" Jendral Ling berucap tulus pada Zhu Xian.


"ehm... " Zhu Xian mengangguk sambil meletakan tanganya di atas punggung tangan Xin Fei Ling.


"Kau sudah memilih!!! jadi aku rasa,,aku tak mengingat apapun apa yang terjadi di daratan timur sana"


"Tetaplah menjadi dirimu yang sekarang!!! "


"Dan Sampaikan salamku pada Kaisar Xin serta lainya" Zhu Xian mengusap lembut pipi halus Xin Fei Ling,lalu....


Whooooossssssssss.............


Zhu Xian lenyap dari hadapan wajah Jendral Ling. . .


"Tik... " Air mata Jendral cantik itu,menetes tanpa perintah, dengan tangan yg pelan mengusap pipi halusnya.


Pikiran Xin Fei Ling mengulas semua hal pada satu hari itu,,, Wajah Zhu Xian memenuhi lamunanya,yang membuat emosinya sebagai wanita luluh dan berharap.


"Hanya butuh satu tindakan,, kau sudah memiliki hati yang tak pernah tertambat ini, Tuan Muda"


"Hanya butuh satu senyuman,,,, aku tak merasa bosan menghabiskan waktu ku untuk melukis itu dalam di pikiran ku"


"Jika kau memiliki syarat untukku agar aku bisa dengan mu??? "


"Aku,,, Xin Fei Ling,bahkan dgn rela menyerahkan hidupku"


"Tik...... " Air mata Xin Fei Ling kembali menetes,sementara mulutnya masih bergumam.


Xin Fei Ling segera mengusap air matanya, lalu bergegas meninggalkan kedai, dengan sebuah senyuman yang menemani perjalanan pulang ke kediamanya.

__ADS_1


__ADS_2