PERJODOHAN MEMBAWA CINTA

PERJODOHAN MEMBAWA CINTA
bab 14. malam pertama


__ADS_3

Setelah orang tua roni berpamitan,roni pergi menuju kamar rita yang sekarang juga menjadi kamarnya.Di dalam kamar itu sudah ada rita terbaring di atas kasur dengan memeluk boneka beruang berwarna biru. Terdengar suara isakan kecil tertahan. 


Roni memutuskan untuk mandi, setelah selesai mandi roni keluar dari kamar mandi sudah mengenakan bajunya dan dia berniat untuk mencari udara ke balkon.


Setalah kurang lebih 2 jam roni di balkon, iya merasakan udara semakin dingin dan memutuskan untuk masuk ke kamar. Ia melihat rita sudah duduk di atas kasur tapi masih setia memeluk bonekanya, walapun sudah tidak menangis tapi tatapan matanya terlihat kosong. 


Roni tidak tau harus melakukan apa, karena dia tidak begitu mengenal tentang rita. 


"Kau tidak lapar" Akirnya roni membuka bicara. 


Rita hanya menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak ingin makan. 


Ronipun memutuskan untuk duduk di kasur juga namun memberikan jarak yang cukup jauh dari rita. Keduanya hanya berdiam dan tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun hingga akhirnya ada ketukan pintu. 


Tok tok tok… 


 Roni membukakan pintu kamar ternyata ada bunda ani. 


"Nak, ayo makan pasti kamu sudah laparkan" Ucap bunda ani. 


"Iya tante" Jawab roni 


"Loh kok tante panggilnya, sekarang kan kamu juga anak tante jadi kamu panggilnya sekarang bunda ya" Suruh bunda ani. 


"Hehe, iya bunda" 


"Rita mana nak?" 


"Ada bun di dalam"


"Yaudah kamu turun duluan aja ke meja makan"

__ADS_1


Roni pun berlalu menuruni tangga ke meja makan. 


Sedangkan bunda ani masuk ke kamar rita, bunda ani tak tega melihat keadaan rita seperti ini, biasanya rita selalu terlihat ceria tapi kali ini tidak. 


"Rita" Panggil bunda ani yang sudah duduk dan memeluk rita dari samping. 


Seketika tangis rita pecah kembali dalam pelukan bunda ani. 


"Hiks hiks hiks"


"Menangislah nak, lepaskan semua yang menjadi beban pikiran mu. Bunda sangat menyayangi mu nak"


Hingga akhirnya tangis rita sudah sedikit mereda, bunda ani pun melepas pelukannya. 


"Sudah agak baikan?" Tanya bunda ani. 


Rita hanya bisa mengangguk anggukan kepalanya karena dia masih sesekali sesegukan. 


Dan lagi lagi rita hanya menjawab dengan anggukan. 


Di meja makan terasa hening hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring. 


Setelah semua selesai makan, bunda ani membersihkan meja makan dan piring kotor, rita tidak bisa membantu karna kepala nya terasa pusing seteh menangis tadi. 


Ayah firman mengajak rita dan roni ke ruang keluarga. 


Sedangkan raka pergi ke kamarnya. 


Tak lama setelah itu bunda ani menyusul ke ruang tamu. 


Ayah firman yang membuka bicara. 

__ADS_1


"Rita, apa kamu benci dengan ayah mu ini?"


Rita menggelengkan kepalanya "tidak yah" Dengan nada lesu. 


"Apa kamu ingin kemakam ayah dan ibu kandung mu?" Tanya ayah firman lagi. 


"Boleh kah?" Tanya rita. 


"Tentu saja boleh, besok kita sama sama ke makan ayah dan ibu mu di kampung ya"


Seketika itu rita memeluk ayahnya. 


"Trimakasih yah"


"Iya, nak. Ayah sayang sekali dengan mu"ucap ayah firman membalas pelukan rita. 


"Yasudah kalian berdua pasti lelah kan, sekarang kalian istirahat sana di kamar" Ucap bunda ani. 


Roni dan rita pun berlalu menuju kamar. 


Begitu juga dengan ayah firman dan bunda ani. 


Sesampainya di kamar, rita segera membaringkan badan nya ke atas kasur dan memeluk boneka kesayangan nya menghadap kiri sedang kan roni juga tidur di samping rita dan menghadap ke sebelah kanan. Mereka pun tidur dengan saling membelakangi. 


####################################


**Minta Like dan votenya dong🤭


Ingat ya kawan kawan tetap #dirumahaja


Kita sama sama berdoa semoga virus yang melanda di dunia ini segera berakhir sebelum bulan Ramadhan tiba. Aamiin🤲**

__ADS_1


__ADS_2