
pukul 15:00 di sebuah warung mie ayam pinggir jalan, semua sahabat rita sudah berkumpul.
sambil menunggu mie ayam di hidangkan mereka bercengkrama riang.
"aku udah nepatin janji ya untuk traktir kalian"ucap rita di tengah tengah perbincangan.
"janji apa emangnya?" tanya Kirana
"janji itu noh yg dulu kan kita pernah bikin kesepakatan siapa yg nikah duluan traktir mie ayam"saut ida.
"eh rit lo kan udah nikah tuh, gmna sih rasa nya malam pertama? kata orang orang enak, emang iya?" tanya Tia dengan polosnya.
"iya nih rit, kasih tau dong" tanya cici yg juga penasaran.
"enak? apa nya yg enak?" ucap rita sambil cengar cengir.
"lah terus? sakit ya itunya rit?" saut helen.
"ih apa sih, enggak!" jawab rita.
"loh kok enggak rit?"tanya cici
" ya enggak lah, emang aku ngapain kok sakit hahaha, asal kalian tau ya biarpun aku udah nikah tapi aku tuh masih sama kaya kalian, paham!"jelas rita
__ADS_1
semua temen temen rita pada melongo tidak percaya mendengar penjelasan rita.
"udah udah apa sih kalian bahas itu, tuh makanan udah datang tuh"
penjual dengan ramah dan telaten meletakkan mie ayam dan minuman di atas meja. Sekarang mie ayam yang ada di depan mereka sudah siap ingin memanjakan lidah mereka.
setelah mie ayam mereka habis rita menjumpai penjual dan membayar semua yg di makan teman temannya.
setelah itu mereka lanjut ingin ke sebuah tempat wahana, walapun tadinya tidak ada rencana untuk kesana tetapi mereka ingin menghabiskan waktu bersama seharian
canda tawa mereka lepas dan hampir semua wahana yang ada di sana mereka coba.
waktu begitu cepat hingga menunjukan pukul 18:05.
pukul 18:20 rita sampai di depan rumah dengan di antar oleh taxi online.
perlahan namun pasti langkah kakinya memasuki area dalam rumah namun langkah kaki nya terhenti ketika roni mengeluarkan suara datarnya.
"dari mana saja kamu?!"
"eee, dar darii luar mas"
"sekarang jam berapa?!"
__ADS_1
"jam 18:25 mas"
"apa ini yang di ajarkan orang tua mu?!"dengan nada sedikit meninggi.
"ti tidak mas, maaf ta tadi rita keasikan main sama temen temen rita"perasaan rita saat ini sudah campur aduk antara takut dan bingung.
"berapa kali aku telfon handphone mu tetapi tidak kamu angakat? kamu lupa sudah punya suami?
ingat kamu sudah bersetatus menjadi seorang ISTRI!!" emosi pun mulai membara.
"ma ma maaf" air mata rita sudah mengalir dengan sendirinya karena rita memang tipe orang yang tidak bisa dengar suara tinggi (bentakan)
"pergi mandi dan pakai baju yg sudah aku siapkan di atas ranjang! cepat!"biar bagaimana pun hati kecil roni tidak tega bila melihat wanita menangis.
dengan masih berlinangan air mata rita bergegas menuju ke kamar untuk membersihkan dirinya dan mengenakan baju yang telah di siap kan dan setelah itu roni mengajaknya untuk keluar.
"kita akan kerumah orang tua ku untuk makan malam dan juga malam ini kita tidur di sana"
rita enggan untuk menjawab dan memilih untuk diam. di sepanjang perjalanan ia melihat ke arah luar dengan tatapan kosong.
jangan lupa vote dan like serta comment.
dan terimakasih yang masih mau menunggu novel ini untuk update.semoga kalian semua di berikan kesehatan 🤲🙏😊
__ADS_1