PERJODOHAN MEMBAWA CINTA

PERJODOHAN MEMBAWA CINTA
bab 16. kenangan


__ADS_3

Semua masuk mengikuti di belakang firman. rasa takjub hadir ketika melihat isi rumah


Rumah yang dari luar tampak sederhana namun di dalamnya tapak begitu mewah. Pandangan pertama rita tertuju pada 2 foto yang di tempel di dinding ruang tamu, ya tentu itu foto kedua orang tua rita dan foto dirinya sewaktu kecil dalam gendongan ibunya. 


"Itu fotomu ketika kamu berusia 4 bulan" Jelas ayah firman. 


"Oooooo"ucap rita Sambil mangut mangut. 


" Yasudah kamu istirahat lah di kamar atas,kamu dan suamimu pasti lelahkan?.itu adalah kamar ayah dan ibu mu dulu." Kata ayah firman sambil menunjuk kamar utama di rumah tersebut. 


Firman dan ani menempati kamar yang ada di lantai 1 begitu juga dengan raka dia menempati kamar yang bersebelahan dengan ayah dan bundanya. 


Di dalam kamar utama ada banyak foto ayah dan ibunya rita. Rita mengambil satu foto yang terletak di atas meja sebelah kasur, rita memandangnya begitu dalam dan sesekali memeluk dan menciumi foto tersebut. 


Sedangkan roni memilih untuk mandi, setelah itu gantian rita yang mandi. 



Firman mengajak rita ke teras belakang.merka duduk di kursi santai .Rita menyandarkan kepalanya di bahu firman dan memeluk lengan nya. 


"Ayah kenapa kau mengajakku kemari?" Tanya rita.


Firman pun mulai becerita tentang kenangan masa lalu. 

__ADS_1


"Dulu tempat ini adalah tempat dimana ayah dan ibu mu sering bermanja dan bermain dengan mu. Mereka selalu tertawa ketika melihat tawamu yang lucu.tapi suatu ketika ayah mu mendapat pekerjaan ke luar negeri dia menitipkan mu pada ku, ibu mu juga ikut keluar negri untuk membantu mengurus pekerjaan ayahmu karna ibu mu juga menjadi sekretaris ayahmu. Kamu dulu selalu sakit setelah naik pesawat, oleh karna itu orang tua mu tidak mengajakmu dan memilih menitipkan mu pada ku. 3 hari setelah itu mereka pulang tapi naas pesawat yang mereka tumpangi jatuh dan alhamdulillah jasad kedua orangtua mu masih bisa di temukan dan dalam keadaan utuh." Ucap firman menjelaskan panjang lebar… 


"Ini ada kalung yang waktu itu dikenakan ibumu ketika jasadnya ditemukan, ayah rasa ini sudah waktunya memberikan padamu, jagalah kalung ini baik baik" 


Firman memakaikan kalung tersebut ke leher rita. 


Rita memandangi kalung itu dengan mata yang berbinar binar. 


"Di cari kemana mana ternyata ada disini" Kata bunda ani yang tiba tiba datang. 


"Hehehe iya bun, tadi ayah ngajak rita ke sini"jelas firman.


"Ooooo, kau sudah memberitahu semua?."


Rita tiba tiba memeluk bunda ani "aku sayang bunda, makasih sudah mau merawat rita dari kecil" Ucapnya tulus… 


"Bunda juga menyayangi mu nak, kamu sudah bunda anggap seperti anak sendiri" Mengelus pucuk rambut rita. 


"Yasudah sekarang waktunya makan,bunda tadi sudah masak makanan kesukaan kalian, sekarang panggil suamimu ajak makan ya" Melerai pelukan mereka berdua. 



Rita membuka pintu kamar dan terlihat roni masih asik dengan laptopnya. Rita mendekati dengan penuh keraguan. 

__ADS_1


"Mm mas, udah di tunggu di bawah, sudah waktunya makan" Ucap rita terbata. 


"Hem" Sambil menutup laptopnya. 


"Hah apa? Hanya menjawab seperti itu" Gumam nya dalam hati. 


Mereka bergegas ke meja makan. 


"Lama sekali sih kak,aku sudah lapar tau. " Protes raka sambil cemberut 


"Iya iya maaf, yasudah cepat makan entar keburu aku abisin loh" Rita mencoba menggoda adiknya. 


"Enak aja, aku udah nunggu dari tadi juga" Sewot raka. 


"Udah udah jangan bertengkar terus" Bunda ani melerai perdebatan kedua anak nya itu. 


Setelah makan mereka semua istirahat di kamar masing masing hingga pagi pun tiba.


###############


selamat membaca📖


semoga terkesan dengan novel ini😊

__ADS_1


__ADS_2