Pernikahan Di Atas Permusuhan

Pernikahan Di Atas Permusuhan
Selamat Malam


__ADS_3

"Mari mulai dari awal , hmmm ...untuk berteman", jelas Kevin yang gugup.


Kevin, mengapa kau tidak mengatakan jika kau menyukainya, kau sangat pengecut, gumam Kevin di dalam hatinya.


Mika mengangguk.


Kevin langsung memeluk Mika karena terlalu senang tidak jadi bercerai dengan Mika, setidaknya masih ada kesempatan mengungkapkan perasaannya nanti.


Mika sontak kaget ketika Kevin memeluknya, Mika tidak memeluk balik Kevin karena sangat canggung, Mungkinkah kita bisa bersama layaknya pasangan kelak ?, ucap Mika di dalam hatinya.


Kevin tersadar memeluk Mika dengan bahagia, lalu segera melepaskan pelukan itu dengan canggung sembari menatap Mika yang hanya terdiam karena merasa canggung juga.


"Maaf, aku nggak bermaksud....hmm...", ucap Kevin.


"Nggak apa-apa", balas Mika.


"Oh iya, makanlah sarapan kau terlebih dahulu, nanti perut kau bisa sakit lagi jika tidak makan", perintah Mika kepada Kevin yang masih memandangi nya.


"oke, kau tidak ikut sarapan dengan ku?", tanya Kevin sembari berdiri mengambil sarapan lalu kembali duduk di kasur mendekati Mika.


"Tidak aku sudah selesai", ujar Mika yang tidak memandang Kevin lagi namun masih duduk di kasur.


"Aku akan menunggu kau", ucap Mika.


"Aku tidak kemana-mana, aku disini bersamamu ", balas Kevin sambil tersenyum ke arah Mika.


Mika langsung menoleh ke arah Kevin, lalu sedikit tertawa, "Kau sungguh menyebalkan, aku menunggu kau selesai makan, cepatlah makan tanpa suara", jelas Mika.


Kevin telah selesai menghabiskan sarapannya, tiba-tiba Mika melihat mata Kevin yang merah dan bengkak lagi.


"Ada apa ?", tanya Kevin.


"Mata kau lebih merah dan bengkak dari aku", ujar Mika.


"Memangnya kenapa ?, mungkin ada debu malam", jawab Kevin mengelak karena takuk Mika menjahilinya ketauan menangis sepanjang malam.


"Aku memang tidak terlalu pintar, tapi aku juga tidak bodoh, kau menangis malam tadi, bukan?", ucap Mika sembari tersenyum menjahili Kevin.


"Tidak, kau yang penangis ", ketus Kevin membuang pandangan dari Mika.


Mika bergeser mendekati Kevin yang kesal dengan nya, "Kau menangis karena apa tadi malam ?", tanya Mika dengan nada pelan.


Kevin terbawa suasana dan tanpa berpikir menjawab pertanyaan Mika.


"Karena kau", jawab Kevin sontak yang langsung menatap Mika.


Dengan jarak wajah mereka lebih kurang 10 cm, Kevin melanjutkan ucapannya lagi.


"Kau tau tidak, sakitnya ketika seseorang mengatakan ucapan ingin berpisah kepadamu?, aku memang belum pernah mendengarkan ucapan itu sebelumnya dari orang lain, dan malam tadi kau adalah orang pertama mengucapkan itu", ucap Kevin.


Mika hanya terdiam, karena ternyata di antara mereka sama-sama tidak menginginkan perpisahan itu.


"Jangan pernah bermain dengan ucapan itu lagi ", jelas Kevin kepada Mika yang masih saling berpandangan.


Mika sedikit tersenyum dengan artian mengiyakan ucapan Kevin.


"Kevin, beberapa hari ini bang Tomi sering menelpon ku", ucap Mika yang sedikit mundur menggeser duduknya.


"Oh ya, apa yang diucapkannya? ", tanya Kevin.


"Aku tidak mengangkat teleponnya, aku takut nanti dia memarahiku karena bertengkar dengan Bintang waktu kita berkunjung ke rumah Ayah", jelas Mika.


"Siang ini kita ke rumah Ayah (Chen) ya", ujar Kevin.

__ADS_1


"Kau serius ?", tanya Mika senang karena sebelumnya Kevin melarang Mika untuk keluar dari rumah.


Kevin mengangguk πŸ™‚


"Aku akan bersiap-siap dahulu", ucap Mika yang berdiri dan melangkah keluar kamar Kevin, namun pintu kamar itu masih belum dibukakan kuncinya. "Pintu", ujar Mika memberi isyarat.


Kevin melangkah ke arah Mika dan membukakan kunci pintu itu.


Mika langsung menuju kamarnya, mengambil sebuah buku tulis yang masih kosong yang berwarna coklat yang mungkin dikhususkan membuat sebuah diary.


***Minggu, 17 April 20_ _


q◕‿◕qBahagia?


Ya, aku bahagia sekali hari ini, karena telah berbaikan dengannya, Kevin Griz, Dia dan aku yang terjebak dalam sebuah pernikahan.


Entahlah, apakah dia pernah memikirkan untuk menyukaiku atau tidak, dan aku pun juga tidak mengetahui jika aku menyukainya atau tidak,


Yang pasti saat aku bertengkar hebat dengannya malam tadi, ku akui aku yang salah mengatakan sesuatu yang tidak diinginkan nya.


Aku tidak ingin berpisah dengannya.πŸ˜”***


--Siang--


Kevin dan Mika sudah siap untuk segera pergi ke rumah Tuan Chen (ayah Mika), dan Kevin mulai melajukan mobilnya tanpa menggunakan supir.


Sesampai di rumah Tuan Chen, Mika dan Kevin langsung masuk ke rumah dan disambut oleh beberapa pelayan di sana.


"Mika", panggil Sarah dan di ruang tengah semua anggota keluarga yang tinggal di sana sedang berkumpul. Termasuk Bintang dan Tomi.


"Tumben kumpul gini ?, oh iya sekarang hari Minggu ya", ujar Mika sembari tersenyum ke semua orang kecuali Bintang.


Kevin dan Mika bersalaman ke Ayahnya, lalu Tomi menghampiri Mika.


"Mika, Abang besok pagi akan berangkat ke Jerman bersama Bintang", ucap Tomi.


"Abang sudah menghubungi kamu beberapa hari yang lalu, tapi kamu tidak mengangkatnya", balas Tomi.


Mika sedikit terdiam, karena Tomi lagi-lagi pergi. Mika hampir saja menangis di depan orang banyak, namun ia berhasil menahan tangisannya.


Tomi dan Mika kemudian berpelukan, "Jaga diri baik-baik ya, 6 bulan lagi Abang pulang", ujar Tomi kepada adik nya itu.


"Menginap lah kalian (Mika dan Kevin) di sini semalam", ucap Tuan Chen.


"Tapi besok aku dan Kevin kerja yah", jawab Mika.


"Iya bisa yah, kita menginap di sini semalam", lanjut Kevin.


"Baiklah Mika, kamu masih bisa tidur di kamarmu, karena tidak ada yang tidur di sana" , ucap Tuan Chen.


Mika tersenyum mengiyakan perkataan ayahnya.


Malam


Mika pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan Kevin mengikuti langkahnya, hingga Mika tersadar ketika Kevin akan ikut masuk ke kamarnya.


"Mengapa kau mengikuti ku ?, carilah kamar yang lain, disebelah sana ada ruang tamu, kau tidur di sana saja ya", ujar Mika sembari menunjuk sebuah kamar.


Kevin kemudian mendorong pintu yang sedang dipegang Mika.


"Kamar kau besar juga ya", ujar Kevin sembari memandangi setiap sudut kamar Mika yang bernuansa cat berwarna Hijau lunak itu, yang sangat indah dipandang.


"Hei, Tuan Kevin Griz, kau tidak boleh tidur di sini", ucap Mika lagi hingga Kevin memandanginya.

__ADS_1


"Menurut kau, aku tidur di kamar tamu, lalu ayahmu melihatnya, apa yang akan dipikirkannya ? atau keluarga kau yang lain melihat ku bagaimana ? ", tanya Kevin.


"Baiklah, tapi kau yang harus tidur di sofa kali ini", ucap Mika.


"Jika aku tidak mau, bagaimana?", balas Kevin.


"Kau ini....", ucapan Mika terpotong.


Tok..Tok..Tok..


Ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Mika.


Kevin menghampiri pintu dan membukanya.


"Bintang", ucap Kevin. Mika langsung menghampiri Kevin dan Bintang di pintu kamarnya.


"Ada apa ?", tanya Kevin.


Bintang memberikan pakaian lelaki kepada Kevin, "Ini baju ganti untuk mu malam ini, karena kamu tidak membawa baju ganti ke sini kan", ujar Bintang.


"Oh, terima kasih", balas Kevin sembari mengambil pakaian itu.


Muka langsung memegang tangan Kevin untuk memanasi Bintang yang cari perhatian ke Kevin.


"Sayang, kau lihat (sambil menatap Kevin sambil tersenyum), aku sangat beruntung bukan memiliki kakak ipar seperti Bintang, yang sangat perhatian", ujar Mika.


"Selamat malam sayang, ayo masuk", ucap Mika tersenyum kepada Kevin.


Kevin membalas senyuman Mika.


"Kevin, Mika , jika kau membutuhkan sesuatu katakanlah kepada ku ya", balas Bintang yang tersenyum manis kepada Kevin.


Bintang sengaja memberikan senyum dan memandangi Kevin untuk membalas Mika.


"Kau, pergilah dari sini", ucap Mika tiba-tiba marah.


"Kenapa ?, aku besok akan pergi ke Jerman, kau akan merindukan ku nanti", balas Bintang kepada Mika.


"Kau sangat menyebalkan, kau wanita licik, Abang ku sangat tidak beruntung mendapatkan orang seperti mu", ucap Mika kesal kepada Bintang.


"Mika", ucap Kevin memandanginya.


"Bintang, kami masuk dulu ya", ucap Kevin sembari menutup pintu dan Bintang pun pergi ke kamarnya lagi.


Mika langsung melepaskan tangannya dari tangan Kevin dan berlalu mendekati kasurnya untuk tidur.


"Aku akan tidur", ucap Mika dan menarik selimut untuk segera tidur.


Kevin menghela nafasnya sembari memperhatikan Mika yang akan tidur, untung ada dia di sana, jika tidak, Mika dan Bintang akan terus bertengkar.


Kevin lalu melangkah mendekati sofa di kamar Mika, namun Mika tidak memberikannya selimut karena memilih untuk segera tidur.


Sedangkan AC di kamar Mika sedang hidup, Kevin mendekati Mika yang tertidur.


Lihatlah dia, dengan kasur yang cukup besar dan selimut nya yang lebar, tidak bisa berbagi denganku , dia ingin aku mati kedinginan kah?, gumam Kevin di dalam hatinya.


Pagi


"Mengapa kau tidur di sini ?", teriak Mika.....


.


.

__ADS_1


.


oke, tunggu cerita selanjutnya teman-teman 😁😁, jangan lupa like, komen, dan jadikan cerita favorit nya ya😁😁


__ADS_2