Pernikahan Di Atas Permusuhan

Pernikahan Di Atas Permusuhan
Mika Hamil


__ADS_3

"Aku mohon bertahanlah bersama ku, jangan fikirkan hal lain lagi, aku sudah menghapus siapapun di masa lalu ku," lanjut Kevin.


Apakah aku bermimpi, Kevin mengucapkan ini kepadaku, gumam Mika yang masih tidak percaya.


"Apakah kau ada perasaan dengan ku," tanya Kevin serius.


"Hah?, Tidak tahu, aku belum bisa jawab," balas Mika memalingkan pandangannya dari Kevin.


Kevin mengerti, tidak seharusnya dia bertanya dalam keadaan Mika seperti ini.


"Kau jangan bercanda seperti itu pada ku, aku tidak percaya ya, aku ingin pulang hari ini ke rumah," ujar Mika agar tidak terlihat salah tingkah atas ucapan Kevin tadi.


"Iyaa, tunggulah dokter untuk memeriksa nanti," jawab Kevin yang mode serius nya sudah hilang.


*Dokter datang untuk memeriksa*


"Permisi nona Mika dan pak Kevin, kami izin memeriksa keadaan nona Mika ya," ujar dokter.


Mika hanya menganggukkan kepala.


"Bagaimana keadaan Mika dok?," Tanya Kevin.


"Nona Mika sudah lumayan membaik, nanti sore sudah bisa pulang," ucap sang dokter.


Lalu dokter dan perawat lainnya keluar setelah memeriksa Mika.


"Ayo sarapan," ucap Kevin sambil mengambil makanan yang sudah disediakan.


Kevin berinisiatif untuk menyuapi Mika.


"Aku bisa sendiri, sini aku makan sendiri saja," ucap Mika sembari mengambil sarapan itu di tangan Kevin.


Kenapa susah sekali mendapatkannya, gumam Kevin di dalam hatinya.


Kevin hanya memperhatikan Mika makan, meski dia juga lapar.


"Kau makan seperti tidak orang sakit saja," ucap Kevin kepada Mika.


"Kau tidak dengar kah, dokter bilang aku sudah sehat, lagi pula aku sudah kelaparan dari kemaren," jawab Mika.


"Ya sudah, aku pergi ke kantin dulu ya, untuk memesan sarapan," izin Kevin.


Mika mengangguk menandakan iyaa.


Tinggallah Mika sendiri di ruangannya itu, namun Anggi mengetahui Mika dan Kevin sedang berada di rumah sakit itu.


Anggi dengan santainya masuk ke ruangan Mika dengan membawa buah.


"Anggi, beraninya kau ke sini menemui ku," ucap Mika.


"Apa yang aku takutkan dengan mu, sebentar lagi kau juga akan ditinggal Kevin," sombong Anggi.


"Terserah, kau fikir aku takut," balas Mika.


"Kenapa kau tidak mau mengembalikan Kevin ku, biar aku sarankan pada kau ya, untuk pergi, dari pada malu jikalau nanti Kevin yang meninggalkanmu," ucap Anggi sambil tersenyum dan memberikan buah yang dibawanya di atas meja dekat kasur Mika.


"Jika aku tidak mau bagaimana?," gertak Mika.


"Aku lebih licik dari yang kau fikir, aku akan membuat Kevin membenci mu dengan cara ku, kau lihat saja nanti," senyum Anggi dengan puas.


Mika mengambil buah yang dibawa Anggi itu untuk dilempar ke arah Anggi.


"KELUAR," Perintah Mika karena kesal dengan Anggi.


Ketika Mika melemparkan buat itu, namun tidak tepat ke arah Anggi, alhasil buah itu ditangkap oleh Kevin yang baru masuk ruangan Mika.


Kevin kaget melihat Mika dan Anggi di ruangan itu seperti setelah bertengkar.


Anggi langsung keluar dari ruangan Mika tanpa rasa bersalah.


Kevin menghampiri Mika, apa yang dilakukan Anggi kepadanya.


"Apa yang dia lakukan kepada mu," tanya Kevin.

__ADS_1


Mika yang masih menghela nafasnya itu masih saja diam.


"Mika,"


"Aku ingin pulang sekarang," ucap Mika singkat.


"Tapi dokter bilang sore nanti," bantah Kevin.


"Aku bisa tambah sakit di sini, aku ingin pulang saja, kalau kau tidak mau, aku juga bisa pulang sendiri," balas Mika


"Baiklah, aku urus dulu ya," ucap Kevin sembari meninggalkan Mika.


Setelah mendapat persetujuan dokter, mika dan Kevin langsung menuju rumah mereka.


Sesampainya di rumah, Kevin langsung membawa beberapa barang Mika di kamar.


Di kamar


"Kamu istirahat saja ya, aku mau mandi dulu," ucap Kevin.


Dan Mika hanya mengiyakan.


Setelah Kevin selesai mandi, lalu menghampiri Mika yang sedang duduk bersandar, berniat ikut istirahat juga, karena dia juga sama lelahnya.


Kevin langsung saja ke kasur mengambil selimut untuk mengulang tidurnya.


"Kau mau apa?," ucap Mika panik.


"Aku mau tidur, kau perlu sesuatu kah?," ujar Kevin


"Di sini ?," Tanya Mika .


"Ya, di mana lagi, kan hanya satu kasurnya," jawab Kevin lalu berlalu menutup matanya.


"Aku mau pindah ke kamar ku lagi," tambah Mika dengan lantang.


Kevin kembali membuka matanya, kemudian bangun dan duduk menghadap ke Mika.


"Iya, kau boleh pindah ke kamarmu lagi, tapi dengan satu syarat, aku harus memastikan kau benar-benar sehat, sekarang istirahatlah, tidur dengan baik," ucap Kevin lalu kembali tidur.


Beberapa hari kemudian...


Mika sudah kembali ke kamarnya lagi dan mulai bekerja di perusahaan Griz kembali.


Karena keluarga Mika ada acara, yaitu pernikahan Sarah sepupunya.


Mika meminta izin kepada Kevin untuk tingga di rumahnya (Tuan Chen) untuk membantu persiapan acara Sarah.


"Kau berapa hari di sana,?" Tanya Kevin


"Mungkin sekitar satu Minggu, tapi aku tetap masuk kerja setengah hari ya, karena ada beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan,". Jelas Mika.


"Hoo, nanti di antar supir saja ke sana," perintah Kevin.


"Iya,"...


Mika sangat dekat dengan sepupunya yaitu Sarah, karena mereka juga seumuran.


Di rumah Tuan Chen


"Hemm, sudah mau nikah aja nih," goda Mika kepada Sarah.


"Iya emang kau saja yang bisa nikah, aku juga laku kali," balas Sarah.


"Iya iya sepupu tercantik aku," ucap Mika mengalah.


Keesokan harinya di perusahaan Griz


Mika bekerja seperti biasanya dan seperti karyawan lain pada umumnya, ia tidak menunjukkan kalau dia istri Kevin ataupun seperti berkuasa di sana, sehingga orang tambah nyaman di dekatnya.


Hari itu Mika dan Leo ditugaskan mengantarkan beberapa dokumen penting langsung ke pemimpin sebuah hotel.


Mika dan Leo langsung saja menuju hotel tersebut, namun Anggi ternyata berada di sana, dan timbullah niat jahatnya kepada Mika, dia mengambil foto Mika dan Leo memasuki hotel tersebut dan mengirim foto itu ke nomor Kevin dengan nomor baru yang tidak diketahui Kevin.

__ADS_1


Ting..


Pesan masuk ke hp Kevin, Kevin yang berada di luar kantor yang seharian belum bertemu dengan Mima, Kevin melihat Mika dan Leo di foto tersebut, namun berada di hotel, berjalan memasuki hotel tersebut, Namun Kevin tidak mudah percaya dengan foto tersebut, Kevin percaya Mika tidak akan melakukan hal yang tidak baik seperti itu.


Di rumah Tuan Chen


Di rumah tuan Chen mereka memiliki banyak pelayan, dan ada beberapa pelayan yang baru masuk bekerja.


Anggi dengan menyuap salah satu pelayan yang bernama Nuri untuk melakukan perintahnya, yaitu memasuki obat ke minuman Mika agar Mika merasa mual terus.


Saat makan


Saat selesai makan, Mika merasa perutnya sangat mual kemudian segera pergi untuk muntah.


Tuan Chen jadi khawatir dengan kondisi Mika.


"Kamu baik-baik saja kan?," Tanya tuan Chen


"Iya yah, nggk apa apa, mungkin aku cuma masuk angin," jawab Mika.


Keesokan harinya sebelum pernikahan Sarah beberapa hari lagi, Keluarga Chen mengundang keluarga Chen untuk ikut bergabung makan malam, dan tentunya Kevin juga pergi ke rumah orang tua istrinya itu.


Sebelum makan malam keluarga besar, saat siang hari selesai makan, Mika selalu muntah.


Saat makan malam keluarga besar


Mika bersalaman dengan keluarga Kevin termasuk papa dan mamanya Kevin.


Sampailah Mika di hadapan Suami nya itu, Kevin hanya memberikan sedikit senyuman.


Kevin langsung memberikan tangannya supaya Mika segera bersalaman dengannya.


Saat makan malam berlangsung, reaksi obat di minuman Mika belum beraksi. Hingga semua orang selesai makan, dan masih bercanda, tiba-tiba Mika mual. Dan langsung berlari untuk muntah.


Kevin yang tidak tau apa-apa juga ikut cemas diikuti keluarga Kevin.


"Mika sakit lagi yah," tanya Kevin.


"Sudah dari kemaren dia muntah-muntah seperti itu, tapi pas ditanya, dia bilang dia baik-baik saja, katanya mungkin hanya masuk angin," jelas Chen.


"Atau jangan-jangan Mika hamil," ucap Mama Kevin.


Seketika semua orang di sana berfikir bahwa Mika hamil dan mereka merasa sangat bahagia.


Namun beda dengan Kevin, dia tidak pernah melakukan hal apapun kepada Mika, bagaimana Mika bisa hamil. Dicampur dengan bayangan foto Mika bersama Leo masuk ke hotel.


Mika kembali ke meja makan lagi, duduk di sebelah Kevin.


"Mika, kamu seperti hamil nak," ujar mama Mika.


"Apa? Nggk mungkin ma," kaget Mika.


"Kenapa nggk mungkin, wajar saja karena kalian sudah menikah," lanjut Sarah.


Mika memandangi Kevin,


Kenapa Kevin hanya diam tanpa bantahan seperti ini, gumam Mika di dalam hatinya


"Besok kami akan pergi periksa ke dokter," jawab Kevin.


Kenapa harus periksa ?, aku pastinya tidak hamil, gumam Mika dalam hatinya memandangi Kevin.


"Yah, Kevin izin membawa Mika pulang ya, soalnya besok mau periksa ke dokter," izin Kevin.


Tuan Chen mengangguk pertanda iyaa


.


.


.


Tunggu cerita selanjutnya ya teman-teman

__ADS_1


__ADS_2