
"Maaf nona, semalam saya yang mengantikan pakaian mu, atas permintaan tuan, saya permisi dulu, tuan, nona", ujar pelayan itu kepada Mika meminta maaf dengan menggunakan bahasa Inggris.
Kevin tidak jadi menjelaskan kepada Mika, karena pelayan tadi sudah mengatakannya.
Mika malu karena sudah marah kepada Kevin tanpa mendengarkan penjelasannya tadi, Mika langsung kembali ke villa tanpa menatap Kevin.
Kevin mempersilahkan Mika untuk sarapan pagi, di sisi lain Mika terlihat masih segan karena telah salah paham kepada Kevin.
Kembalinya dari Thailand
Mika dan Kevin kembali dari Thailand setelah lebih kurang satu Minggu di sana. Mereka membeli banyak buah tangan atau oleh-oleh untuk keluarga besar.
Rumah Kevin dan Mika
Bi Pae dan pak Toha membantu mengangkat barang-barang Mika dan Kevin.
Namun Mika memperlihatkan sedikit wajah kesalnya kepada Bi Pae.
Bi Pae hanya tersenyum, dan berlalu meninggalkan Mika di kamarnya.
Makan Malam
Bi Pae sudah menyediakan makanan untuk Mika dan Kevin. Setelah makan malam berakhir, Kevin mempertanyakan apakah Mika ingin lanjut kerja.
"Mika, apakah kau akan lanjut bekerja?," Tanya Kevin.
"Ya, mau bagaimana? Aku juga tidak bisa tinggal di rumah saja," jawab Mika.
"Okee, baiklah", balas Kevin sembari sedikit tersenyum.
"Kenapa?, Kau jangan aneh-aneh, jikalau pun aku bekerja di bawah mu, bukan berarti kau bisa semena-mena ya," ketua Mika.
"Memangnya kau siapa untuk aku jadikan ratu?, Aku bisa melakukan sesuatu sesuka hatiku," balas Kevin menjahili Mika.
"Hello, aku ini istri kamu, aku akan katakan pada Ayahku jika kau melakukan hal tidak baik kepadaku," ucap Mika mempertegas Kevin.
"Istri?", goda Kevin tersenyum.
Mika hanya terdiam, kesal selalu diusili Kevin.
"Katakan saja, aku tidak takut, aku akan katakan jika kita selama ini beda kamar," balas Kevin dengan senyum kemenangannya.
"Hei, itu keputusan bersama, bukan pintaku ya," jawab Mika santai.
"Oh Yaa?, Malam ini aku putuskan untuk membatalkan keputusan bersama itu," ucap Kevin.
"Apa?, Tapi terserah kamu ya, aku tidak peduli juga," balas Mika.
Mika pergi berlalu menaiki tangga menuju kamarnya tanpa mempedulikan ucapan Kevin.
Kevin mengikuti Mika menuju kamarnya.
"Kenapa kau mengikuti ku? Keluar !", perintah Mika.
"Kau harus pindah ke kamarku, pindahkan barang-barangmu ke kamarku sekarang," ucap Kevin.
"Apa? Kau serius dengan ucapan kau itu?, Jangan bilang kau suka pada ku ya! Aku tidak mau," Ketus Mika sombong.
Iyaa, gumam Kevin dalam hatinya
__ADS_1
"Ayahmu akan kesini besok pagi kau ingin dia salah paham kepada kita ?," Jawab Kevin.
"Kau tidak bohong pada ku ?," Tanya Mika serius.
Mika segera mengemasi barang-barangnya untuk dipindahkan ke kamar Kevin, namun Kevin hanya duduk di kasur Mika memandangi wanita yang sudah menjadi istrinya itu, ia merasa kebahagia an ketika berada di dekat Mika, namun dia tidak bisa mengonfirmasi isi hatinya kepada Mika untuk saat ini, ia takut Mika merasa tidak nyaman di dekatnya.
"Sudah selesai aku kemasi, kau bantu aku angkat nya cepat," pinta Mika.
"Okee," balas Kevin.
Di kamar KevinĀ
Kevin membantu Mika meletakkan dan menyusun barang-barangnya, Kevin melihat ada buku, seperti buku catatan yang bagus. Itu adalah buku Diary Mika, Mika menulis suasana hatinya di sana, termasuk menulis tentang Kevin.
"Di mana kau beli buku catatan ini, bagus," ujar Kevin sambil memegang buku diary Mika.
Kevin tanpa niat apapun ingin melihat isi dalam buku itu.
"Jangan, jangan sentuh buku aku," sontak Mika sembari mengambil buku diary nya dari Kevin.
"Iss, aku hanya melihat saja, memangnya kenapa kau terlalu sensitif aku memegang nya?," ucap Kevin kesal.
Mika kaget, dia hampir tidak tau meletakkan wajahnya jika sampai Kevin melihat isi bukunya.
"Ya pokoknya tidak boleh, berjanjilah tidak melihat buku ku," ujar Mika kepada Kevin.
Mika memalingkan wajah nya dari Kevin. Kevin melihat ada yang disembunyikan Mika di buku itu.
Kevin mendekati Mika lalu mengambil buku diary Mika.
Kevin sangat puas ketika buku itu berada di tangan nya.
"Kevin, tidak, jangan buka," ucap Mika kesal.
Kevin yang sedang berlari, mencoba membuka buku diary Mika. Namun Mika lebih cepat memegang tangan Kevin.
"Aku mohon, jangan dibuka, aku sudah lelah," ucap Mika menundukkan kepalanya memohon kepada Kevin.
Kevin tidak tega melihat Mika memohon seperti itu, meski buku itu sudah terbuka, Kevin tidak sengaja melihat judul tulisan *Aku Menginginkannya Tuhan*.
Kevin langsung menutup buku itu, dia takut jika harus sakit hati melihat diary Mika.
Kevin memberikan buku diary itu kepada Mika.
"Ini buku mu, seperti sangat rahasia sekali," ucap Kevin yang merasa kecewa.
"Bukan begitu, aku tidak bermaksud merahasiakan apapun dari mu," balas Mika.
"Sudahlah, selesaikan saja meletakkan barang-barang mu, aku mau tidur," ucap Kevin tanpa memandangi Mika.
Dia kenapa, kan cuma tidak aku beri buku itu saja, kenapa harus marah ?, gumam Mika dalam hatinya.
Setelah Mika selesai dengan pekerjaannya, Mika melihat Kevin yang tengah tidur setelah nada bicara nya yang kecewa kepada Mika.
Mika juga bingung harus tidur di mana?, Sedang kamarnya sudah dikunci dan diberikan kepada Bi Pae.
Mika tidur di karpet bawah di dekat kasur Kevin, Mika merasa segan jika dia tidur di kasur Kevin.
Pagi
__ADS_1
Kevin terbangun dari tidurnya, saat Kevin sudah duduk, Ia kaget melihat Mika yang tertidur di bawah.
Mika ?
"Mau maunya tidur di bawah, sedangkan kasur selebar ini, huffh," ucap Kevin sendiri.
"Apakah kau tidak ingin menetap dengan ku? Siapa orang yang kau ingin kan itu ?," Lanjut Kevin sembari memandangi Mika yang tertidur.
Hanya dengan Mika, Kevin merasa tertolak, banyak perempuan di luar sana menginginkannya, Kevin yang sering menutup hati untuk siapapun itu, namun bisa sebahagia seperti sekarang dengan Mika, ia merindukan kenakan Mika Ketika sedang lelah- lelahnya bekerja, Ia merindukan senyuman Mika meski itu senyuman kemenangan Mika darinya.
Setelah beberapa menit termenung, Kevin membangunkan Mika dari tidurnya.
"Mika, bangun, sholat," ucap Kevin membangunkan Mika beberapa kali.
Ketika Mika sudah dipastikan bangun, Kevin langsung menuju toilet untuk bersiap-siap sholat.
Dan bergantian dengan Mika.
Mereka sholat berjamaah bersama di Kamar Kevin.
Mika mengeluh karena badannya sakit ketika hanya tidur di bawah saja.
"Siapa suruh kau tidur di bawah," ucap Kevin.
"Kau saja yang meninggalkan aku tidur, jadi aku bingung apakah boleh tidur di kasur mu atau tidak," balas Mika.
"Ya seharusnya kau tidur saja di kasur, mengapa harus meminta izin!," Jawab Kevin.
"Aku bukan seperti kau yang tidur-tidur saja di kasur orang," ketus Mika menyinggung Kevin.
"Ah sudahlah, terserah kau saja," ucap Kevin sembari berdiri, dan berniat mandi untuk ke kantor hari ini.
Namun, Kevin melihat Mika masih memegang tangannya yang sakit.
Kevin langsung duduk lagi, dan berhadapan tepat di depan Mika.
"Kenapa kau tiba-tiba berada di depan ku seperti ini,? Tanya Mika sedikit canggung.
"Apakah bagian ini yang sakit?, Aku akan mengurut tangan mu," ucap Kevin sambil memegang tangan Mika.
Mika hanya terdiam, bernafas pun sulit rasanya ketika mendapat perhatian Kevin.
"Aku bisa minta bantuan Bi Pae nanti," ucap Mika kepada Kevin yang masih lanjut mengurut tangannya.
"Bi Pae tidak bisa mengurut," jawab Kevin singkat.
"Pak Toha sepertinya bisa," balas Mika.
Kevin menatap Mika.
"Pak Toha itu lelaki, kau tidak boleh sembarangan disentuh oleh lelaki lain, kau harus menjaga diri mu, jangan dekat-dekat dengan lelaki lain," ucap Kevin yang dengan tanpa sadar melarang istrinya itu.
"Kau juga lelaki, mengapa kau memegang tangan ku sesuka hati mu," balas Mika.
"Ini cincin pernikahan, aku dan kau sudah terikat, aku ini suami mu, jangan banyak alasan lagi untuk terus mengingat ku, dan kau harus memakainya juga, baik di kantor ataupun kemana kau pergi," jelas Kevin sembari menunjukkan cincin pernikahan mereka.
"Ada apa dengan mu ?, kenapa serius seperti kepada ku?, Aku tidak suka ya" Ucap Mika sembari menarik tangannya dari Kevin.
Andai kau tau, aku tidak ingin kau memikirkan orang lain lagi Mika, gumam Kevin dalam hati sembari menatap dalam Mika.
__ADS_1
.
tunggu cerita selanjutnya teman-teman.