Pernikahan Di Atas Permusuhan

Pernikahan Di Atas Permusuhan
Kevin Kecelakaan


__ADS_3

Saat membuka hasil pemeriksaan di depan dokter, Mika kaget, ternyata dia tidak hamil dan menangis syukur atas hasil itu.


"Nona Mika, kenapa menangis seperti ini sekali, bukankah pernikahan kalian masih muda?" tanya dokter cemas


"Bukan begitu dokter, kemarin kami terjadi kesalah pahaman karena di rumah sakit yang lain, saya positif hamil," jelas Mika.


"Mungkin ada kesalahan di sistem, secara saya memeriksa manual perut nona tadi, juga belum hamil," jelas Dokter.


"Iya, terimakasih dokter," ucap Mika yang masih menangis.


Sepanjang perjalanan, Ia tetap saja meneteskan air mata, ia bersyukur karena kesalah pahaman dia dan Kevin selama ini akan selesai, tidak ada alasan bagi nya dan Kevin untuk berpisah.


Sebelum kembali ke rumah, Mika pergi ke mall untuk membeli beberapa kebutuhannya, syukurnya Mika bertemu dengan Leo di sana.


"Mika," sapa Leo menghampiri.


"Leo", balasnya


"Sedang apa kau di sini,?" Tanya Leo.


"Hanya membeli beberapa kebutuhan saja, dan kau?" Tanya Mika kembali.


Leo menganggukkan kepala


"Leo, aku minta maaf, Kevin memecat kau tanpa adanya penjelasan," ungkap Mika.


"Tidak apa, aku sudah ikhlas, lagi pula aku akan luar negeri beberapa hari lagi," jawab Leo.


"Kenapa harus ke luar negeri, dan bukankah kau menyukai Nisa?, Kenapa tidak berjuang di sini saja?," Tanya Mika.


Leo tersenyum, "Nisa sudah menolak aku Mika, aku hanya berharap dia selalu bahagia dengan lelaki pilihannya," jelas Leo.


"Ahm, maaf aku tidak tau, tapi semoga perjalananmu baik-baik saja ya," balas Mika dengan tersenyum kepada sahabatnya itu.


Mereka kembali terpisah setelah obrolan panjang itu.


H-1 Kepulangan Kevin


Di perusahaan Griz


Saat sore hari ketika karyawan di kantor sudah berangsur pulang, tinggallah beberapa karyawan termasuk Mika, Tata, dan Nisa


Saat mereka berjalan keluar kantor, namun tiba-tiba Nisa pingsan.


Brakk.


Semua orang kaget karena Nisa yang tiba-tiba pingsan karena sebelumnya masih tertawa bersama.


Nisa..


Astaga..


Bantu angkat. Bantu angkat ke mobil..


Bawa ke rumah sakit..


Suara-suara yang panik terhadap kondisi Nisa termasuk Mika dan Tata yang jelas berada di sampingnya.


Mika dan Tata ikut mengantar Nisa ke rumah sakit, sembari masih dalam perjalanan, tata berusaha menghubungi keluarga Nisa yang masih berada di kota itu.


Tuan Chen yang menelfon Mika, yang ingin bertanya kondisi Mika tidak sempat dijawab olehnya karena terlalu panik.


Sesampainya di rumah sakit, Mika dan Tata belum diperbolehkan masuk ruangan , dan Tata yang masih berusaha menghubungi keluarga Nisa tetap saja belum mendapat jawaban.


Dan pada akhirnya, kakak lelaki Nisa yang bernama Aldo akhirnya dapat dihubungi setelah dicoba ditelfon beberapa kali


"Hallo, ini dengan siapa?," Tanya Aldo baik kepada Tata.


"Perkenalkan saya Tata temannya Nisa Bg, Saya menghubungi Abang karena Nisa tadi pingsan sepulangnya dari kantor," jelas Tata.


"Astaga, lalu di mana Nisa sekarang?," Tanya Aldo.


"Nisa sudah kami bawa ke rumah sakit Bg, nama rumah sakitnya Rumah Sakit Harapan Sembuh," jawab Tata.

__ADS_1


"Ok, baik terimakasih, saya akan segera ke sana," balas Aldo.


Setelah sambungan telfon terputus, Mika dan Tata tidak bisa pulang karena mencemaskan Nisa, mereka saling juga khawatir jika Nisa tiba-tiba membutuhkan sesuatu.


Di rumah Tuan Chen (Ayah Mika) dia menghubungi Kevin untuk bertanya tentang kabar Mika yang sulit dihubungi hingga malam begini.


Dring....


Kevin menjawab telfon dari Tuan Chen.


"Hallo yah, apa kabar?," Tanya Kevin memulai pembicaraan.


"Alhamdulillah baik, ohh iyaa, Mika tidak bisa dihubungi hingga malam ini, apakah Mika ada di dekat kau,?" Tanya ayah


"Kevin sedang berada di luar negeri yah, Nanti Kevin coba hubungi Mika ya, dan meminta dia menghubungi ayah kembali," jawab Kevin menenangkan Tuan Chen.


Meski ada pertengkaran di antara Kevin dan Mika, Kevin tetap bersikap baik dengan orang tua Mika, karena dia sadar, permasalahan cukup berada pada mereka.


Di rumah sakit


Mika yang masih tidak peduli dengan hp nya itu juga tetap tidak menjawab panggilan Kevin berkali-kali,


Sembari menunggu dokter keluar memeriksa keadaan Nisa, Aldo sang kakak sudah sampai di rumah sakit yang disampaikan Tata.


Mereka bertiga langsung berdiri ketika mengetahui dokter sudah keluar dari ruangan Nisa,


"Bagaimana keadaan adik saya dokter," tanya Aldo.


"Nona Nisa mengalami penyakit Leukimia, penyakit jenis ini bisa diatasi dengan kemoterapi lebih atau transplantasi sumsum tulang," jelas Dokter.


Mereka mengangguk setelah penjelasan dari dokter.


Aldo izin kepada Tata dan Mika untuk mengurus administrasi Nisa.


Keesokan harinya.


Mika dan tata masih menunggu Nisa di rumah sakit, sedangkan Aldo menunggu di luar ruangan.


Mika dan Tata bergantian ke toilet untuk membersihkan dirinya. Mereka izin tidak masuk kerja karena ingin menjaga Nisa.


"Tata, Mika," ucapnya sambil tersenyum.


"Iyaa, kau butuh sesuatu?," Tanya Tata.


"Aku hanya ingin makan buah, bantu buka kan ya," pinta Nisa


"Okeey siapp," ucap Mika dan Tata serentak.


Saat Nisa mulai memakan buah, tiba-tiba air matanya menetes, dadanya terasa sesak.


"Nisa, kau kenapa?," Tanya Mika


"Leo marah kepada ku," jawabnya.


"Biarkan saja Leo itu, nanti juga membaik sa," balas Tata yang belum mengetahui bahwa Nisa sudah menolak lamaran Leo.


"Tapi aku menolak lamarannya ta," ujar Nisa.


"Apa? Nisa, jangan bilang kau menolaknya karena penyakit kau ini ?," lanjut tanya Tata


Nisa hanya mengangguk.


"Astaga, Leo akan ke luar negeri hari ini," ujar Mika.


"Benar, Leo sempat pamit pada ku," lanjut Tata.


"Biarlah dia mencari orang lain yang lebih baik," ungkap Nisa.


"Tidak, tidak, aku akan ke bandara Sekarang," ucap Mika lalu sedikit berlari.


Mika menaiki taksi untuk segera ke bandara.


Sembari sampai ke bandara, Mika berniat menghubungi Leo terlebih dahulu, namun sadar nada dering hp nya dimatikan, Mika melihat panggilan tidak terjawab dari ayahnya dan Kevin dari kemarin.

__ADS_1


Namun semua itu dia kesampingkan dahulu untuk mengejar Leo agar tidak jadi berangkat, tapi telfon Leo tidak dapat tersambung.


Di bandara


Mika yang memasuki bandara melihat di sekitarnya serta melihat penerbangan Leo. Mika semakin khawatir ketika Leo tidak menjawab telfon dari nya.


Mika sangat lega melihat Leo dari kejauhan kemudian tanpa malu memanggil Leo di keramaian orang.


"Leo," teriak Mika


Mika mempercepat langkahnya ketika Leo hampir masuk ke untuk menunjukkan tiketnya ke petugas.


Baru beberapa melangkah, tangan Mika ditahan oleh Kevin.


Mika tidak mengetahui jika Kevin pulang hari ini.


"Kevin," sontak Mika


"Kamu mau mengejar Leo?," Tanya Kevin langsung.


"Kevin aku ada perlu dengan Leo, kumohon," jelas Mika yang sesekali terus memperhatikan langkah Leo yang akan menuju gerbang masuk.


Kevin menganggukkan kepalanya melihat Mika terus melihat ke arah Leo.


"Terserah mau kau apalagi," ucap Kevin sembari melepaskan tangan Mika.


Mika hanya mengeluarkan kata 'maaf' lalu berlalu cepat meninggalkan Kevin dan memanggil Leo


"Leo," panggil Mika


Leo berhasil mendengar panggilan Mika dan di saat bersamaan..


Bruukkk..


Terdengar suara tabrakan yang keras, sontak membuat Mika melihat ke belakang.


Kevin ditabrak oleh mobil yang buru-buru mengantar keluarganya yang akan naik pesawat.


Mika melihat dengan jelas bagaimana Kevin tidak sadarkan diri dengan banyak darah sebelum tertutupi oleh kerumunan orang banyak.


"Kevin," suara Mika lirih bergetar.


Semuanya hilang, entah dari mana kekuatannya yang cepat berlari menuju Kevin yang sudah berlumuran dengan darah itu.


Mika cepat menuju Kevin dan memohon kepada siapapun orang di sana untuk membantunya, Leo yang sadar mika memanggilnya tadi, juga langsung menghampiri Mika dan Kevin.


Siapapun,


tolong,


tolong suami saya,


Ucap Mika yang terus menangis sejadi-jadinya.


Dan akhirnya mereka mendapat bantuan di sana.


Kevin berada di pangkuan Mika yang sudah tidak sadarkan diri, diikuti Leo di depan dekat sopir.


"Kevin, Kevin, bangun ," ucap Mika terus menerus tanpa kata lelah.


"Aku minta maaf," ungkap Mika lirih dengan tangannya yang sudah berlumuran darah juga.


Di rumah sakit


Di rumah sakit Mika terus saja menangis, sembari menunggu keluarga Kevin ataupun keluarganya untuk datang setelah mengetahui Kevin kecelakaan.


"Mika, sayang," ucap Mama Kevin yang baru sampai melihat menatunya berdarah juga.


"Mama,"


Mereka berpelukan dan menangis.


.

__ADS_1


.


Tunggu cerita selanjutnya teman-teman


__ADS_2