
di tempat makan
seorang pelayan menunjukkan menu yang mereka sediakan.
Karena cuaca di sana sangat dingin, Mika dan Kevin menunjuk 5 macam menu makan, yaitu:
Khao Soi
Guay Teow Rhua
Pad Thai
Tom Yum seafood
Thai green curry fish
Hingga semua makanan yang dipesan Kevin dan Mika datang.
Semua makanan tersebut terlihat sangat enak sekali, padahal masih sangat pagi jika makan terlalu banyak.
"wow, kita akan makan sebanyak ini ?", ujar Mika heran kepada Kevin yang akan makan dengan banyak.
"iyaa, kau takut gemuk, hah?", balas Kevin.
"Tidak, siapa takut gemuk, ayo kita coba mana makanan paling enak", ucap Mika yang mencicipi makanan mana yang paling enak.
Begitupun Kevin yang juga mencicipi makanan mana yang paling enak.
"Semuanya enak", ujar Mika.
Kevin mengangguk, "Aku akan ingat semua ini makanan yang paling kita sukai", balas Kevin.
Meskipun hari masih pagi, Kevin dan Mika mampu menghabiskan semua makanan itu, hingga mereka benar-benar kekenyangan.
Leo & Nisa
Mereka semakin dekat, Leo sadar jika Nisa selalu ada selama ini dengannya, meski Leo pernah mendekati Mika sebelumnya, Nisa tidak pernah mencoba menyakiti Mika atau pun berpaling dari Leo, hingga Leo mencoba mendekatinya, tak pernah ada dendam yang ditunjukkan oleh Nisa.
Malam di Thailand
Lagi-lagi Mika masih kesal dengan kelakuan Bi Pae yang menukar baju-bajunya. Mika merasa segan jika harus meminjam baju Kevin.
Di atas kasur, Kevin memandangi Mika yang termenung menatapi kopernya, Kevin mengerti jika Mika tidak akan menggunakan baju-baju yang ditukarkan oleh Bi Pae.
"Kau tak akan tidur kah ?", tanya Kevin mengalami topik pembicaraan malam itu.
"Tidak, hem, maksudku kau duluan saja, aku belum mengantuk", jawab Mika.
Baru selesai menjawab ucapan Kevin, Mika menguap tanpa bisa dikendalikannya.
Kevin sedikit tertawa, "Kau serius tidak mengantuk ?", usil Kevin.
Mika hanya bisa menunduk, karena dia memang sudah sangat mengantuk, Mika sangat gerah tapi tidak ada baju ganti lagi.
Mika berjalan menuju Kevin yang duduk di atas kasur.
__ADS_1
"Ada apa?", tanya Kevin heran melihat Mika berjalan menujunya.
"Bisakah kau meminjamkan aku baju lagi ?", ujar Mika sembari menatap Kevin dengan sedikit tersenyum.
"Tidak", balas Kevin pendek.
Seketika Mika kesal dan senyuman nya pun sudah hilang kepada Kevin.
"Bukankah kau masih punya banyak baju ?, pinjamkan lah kepada ku satu baju kau", balas Mika kesal.
Kevin tersenyum melihat Mika kesal.
"Kau juga punya banyak baju, pakai saja baju kau itu", perintah Kevin.
"huffhh, tidak akan", ketus Mika.
Mika melangkah meninggalkan Kevin dan menuju koper Kevin. Mika membuka koper Kevin dan berniat mengambil baju Kevin tanpa persetujuannya.
Kevin memperhatikan langkah Mika dan melihat Mika membuka kopernya, Kevin langsung menuju kopernya juga.
"Apa yang kau lakukan?", ujar Kevin.
"Mengambil baju", balas Mika sembari mengambil baju Kevin untuk dipakainya.
"Itu baju ku", ucap Kevin yang masih saja mengusili Mika agar Mika kesal.
Mika membalas tatapan Kevin dengan kesal.
"Sekarang, baju kau, baju aku juga, dan apapun milik kau, milik aku juga", membalas kelakuan Kevin yang menyebalkan baginya.
"Oh ya?, dari mana ku mendapatkan kata-kata itu ?", ujar Kevin yang sedikit tertawa.
Kevin sebenarnya mau meminjamkan bajunya kepada Mika, namun ia lebih suka mengusili Mika terlebih dahulu, meski ia melihat Mika sudah sangat mengantuk dari tadi.
"Jika aku tidak peduli, bagaimana ?", ucap Kevin.
"Ya aku mengerti jika kau tidak akan memedulikan ku, meski aku adalah istri kau, aku hanya merasa gerah jika mengunakan baju ku saat ini", ujar Mika tanpa perlawanan lagi.
Mika mengembalikan baju Kevin lalu melangkah pergi dari hadapan Kevin, berbaring di kasur, bertengkar dengan Kevin semakin membuat nya kelelahan dan mengantuk.
Kevin merasa bersalah menjahili Mika disaat Mika sangat mengantuk sembari menatap Mika yang berbaring di kasur.
"Aku tadi hanya bercanda, pakailah baju ku", ucap Kevin yang mendekati Mika.
Namun Mika sudah tertidur, tanpa menukar pakaiannya terlebih dahulu.
Kevin duduk di tepi kasur menatapi Mika yang sudah tertidur, Kevin melihat Mika sangat gelisah ketika tidur, Mika tidak nyaman menggunakan baju yang dipakainya saat ini.
"Maafkan aku ya, aku tadi hanya bercanda, kau benar, apapun yang aku punya adalah milik kau juga, karena adalah istri ku", ucap Kevin yang menatap Mika sembari memegang kepala Mika.
Kevin menatap Mika dan menatap baju yang dipegangnya, karena melihat Mika tidak nyaman tidur menggunakan baju nya saat ini.
PAGI
Kevin bangun lebih awal lalu melaksanakan sholat subuh, Mika belum bangun karena Mika sedang tidak sholat.
Kevin keluar dari vila mencari sarapan, supaya saat Mika bangun, mereka bisa sarapan bersama. Setelah mendapatkan sarapan, Kevin kembali ke vila, lalu menyiapkan dan merapikan sarapan itu. Kevin melakukan itu untuk minta maaf kepada Mika.
Mika terbangun dari tidurnya sembari duduk untuk mendapatkan tenaga. Mika memerhatikan Kevin yang sibuk menyediakan sarapan.
Kevin menoleh ke arah Mika yang sudah bangun dari tidurnya. Kevin menghampiri Mika dan mengajak Mika untuk sarapan bersama.
"Kau sudah bangun ya, ayo sarapan bersama", ujar Kevin sembari memegang tangan Mika dan membawa Mika untuk sarapan bersama.
Mika dan Kevin telah duduk, Kevin memberikan sarapan di hadapan Mika.
__ADS_1
Mika tiba-tiba melihat pakaian yang dipakainya, ia tersadar jika itu baju Kevin yang diambilnya, namun tidak jadi dipakainya, karena bertengkar dengan Kevin.
"Baju ini?", ucap Mika sontak kaget.
Mika berdiri dari tempat duduknya. Kevin juga berdiri karena Mika.
"Ada apa?", tanya Kevin dengan wajahnya yang masih binggung.
"Kau, kenapa aku bisa memakai baju kau, bukankah aku sudah mengembalikannya semalam ?", tanya Mika yang kesal.
"Oh itu, semalam kau sangat gelisah tidur menggunakan baju yang malam tadi", jawab Kevin.
"Jadiiiii ?", tanya Mika.
"Aku minta maaf semalam aku.......", jawab Kevin namun terpotong oleh Mika.
"Tidakkkkkk", teriak Mika lalu membuang wajahnya dari hadapan Kevin.
"Aku tau aku salah semalam, oleh karena itu aku menyiapkan sarapan ini untuk kau", balas Kevin.
Mereka yang saling salah paham maksud perkataan mereka satu sama lain.😪😁
"Astaga, KAU", Mika langsung melangkah dengan cepat keluar dari vila itu.
Beraninya dia menukar pakaian ku, kurang ajar, Gumam Mika sembari menjauh dari hadapan Kevin.
"Kenapa Mika sangat marah?, bukankah aku hanya tidak meminjamkannya baju semalam", ketus Kevin yang masih di vila.
Kevin mengejar Mika.
"Mika berhenti, Mika", ucap Kevin yang menggapai tangan Mika.
"Lepasin", ucap Mika menarik tangannya dengan keras.
"Kenapa kau sangat marah padaku?", tanya Kevin.
"Kau masih bertanya pada ku?, tentang baju ini, baju yang aku pakai ini", balas Mika marah.
"Tapi aku sudah memberikan itu pada kau, bukan?, aku hanya bercanda tidak meminjamkannya pada kau semalam", jelas Kevin.
"Dan kau mengantikan pakaian ku ?", ujar Mika.
Kevin mengerti apa yang membuat Mika sangat marah.
"Tid,, a", ucapan Kevin terpotong dengan kedatangan seorang pelayan wanita villa.
"Tuan, ini kembalian uang kau semalam dan untuk pakaian kau, bisa diambil sore ini", ujar seorang pelayan itu.
Kevin meminta pelayan wanita itu mengantikan baju Mika semalam, sekaligus meminta pelayan itu mencuci baju Kevin dan Mika.
"Maaf nona, semalam saya yang mengantikan pakaian mu, atas permintaan tuan, saya permisi dulu, tuan, nona", ujar pelayan itu kepada Mika meminta maaf dengan menggunakan bahasa Inggris.
Kevin tidak jadi menjelaskan kepada Mika, karena pelayan tadi sudah mengatakannya.
Mika malu karena sudah marah kepada Kevin tanpa mendengarkan penjelasannya tadi, Mika langsung kembali ke villa tanpa menatap Kevin.
.
.
.
.
oke, tunggu cerita selanjutnya teman-teman 😁😁, jangan lupa like, komen, dan jadikan cerita favorit nya ya😁😁
__ADS_1