Pernikahan Di Atas Permusuhan

Pernikahan Di Atas Permusuhan
Tidak Menyukai Cincin


__ADS_3

Kevin masih sedikit tertawa dan tersenyum memandangi Mika.


"Aku tidak pernah melihatmu memakai pakaian ini", ujar Kevin.


"Berhentilah mengatakan hal aneh atau aku akan sangat marah padamu, jika kau ingin mengganti pakaianmu, ganti saja sana", balas Mika kesal.


"Dan kau ?", tanya Kevin.


"Aku tidak menukar pakaian, aku akan pakai baju ini saja", jawab Mika.


Kevin kemudian berdiri dan membuka bajunya untuk menggantikan dengan baju baru.


"Mengapa kau mengganti pakaian kau di sini ?", tanya Mika.


"Lalu aku harus menggantinya dimana ?, apakah kau melihat ruang tersembunyi di sini ?", balas Kevin.


Mika menghilangkan pandangannya dari Kevin dan kembali duduk di kasur.


Setelah menukar pakaiannya, Kevin mengambil pakaiannya dan memberikan kepada Mika.


"Pakailah pakaian ku, udara di sini sangat dingin jika kau memakai baju-baju yang di koper kau itu kan", ucap Kevin sembari memberikan pakaian nya.


"Aku bisa memakai baju ini (baju yang sedang dipakai Mika), sampai pagi", jawab Mika.


"Tidak, kau tidak akan nyaman mengunakan baju itu sampai pagi, pakailah baju ku ini", balas Kevin.


Mika akhirnya menerima baju Kevin.


"Kau jangan mengintip ku", ketus Mika.


"iya, aku akan tidur", ucap Kevin.


Kevin membaringkan tubuhnya di kasur dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang telah disediakan, Kevin menyisakan setengah selimut untuk Mika, karena mengetahui udara di sana sangat dingin.


Mika telah selesai menukar pakaian dengan baju sweater Kevin yang pas dengannya.


Mika menatap punggung Kevin yang tidur di kasur, kemudian ia mendekati kasur dan tidur membelakangi Kevin juga.


Mika memikirkan Kevin dan berharap bermimpi tentang Kevin yang mencintainya.


Kuharap tuhan tidak membiarkan kau pergi dari ku, gumam Mika di hatinya sembari menutup matanya.


Pagi sebelum shubuh


Kevin terbangun lebih dahulu sebelum shubuh, ia membuka mata dan mendapati wajah Mika dan tubuh mereka telah berhadapan.


Kevin tersenyum menatap wajah Mika saat tertidur, begitu tenang tanpa Kevin melihat wajah Mika yang sering kesal dengannya.


"Aku menyukai mu Mika", ucap Kevin pelan.


Mika yang setengah sadar membuka matanya pelan-pelan, Mika mendengar ucapan Kevin namun Mika mengira itu adalah Mimpinya hingga tak sadar juga menjawab ucapan Kevin.


"Terima kasih Kevin", balas Mika yang masih setengah sadar dari tidurnya.


Kevin sedikit kaget, ketika Mika yang mendengar dan membalas ucapannya.


"Aku tidak ingin kehilanganmu, kau tau tidak ?, sebelum aku tidur, aku ingin bermimpi bersamamu", ucap Mika yang masih mengira jika ia sedang bermimpi.


Mika tersenyum mengucapkan itu dan Kevin juga tersenyum mendengar ucapan Mika, ternyata Mika tidak ingin kehilangannya.


"oh ya?", tanya Kevin sembari tersenyum.


"Iyaa, aku tidak ingin bangun rasanya sekarang, aku masih ingin mendengarkan kau mengucapkan hal indah lainnya", ujar Mika.

__ADS_1


Kevin tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi, Mika sangat lucu ketika mengira dia sedang bermimpi.


"Kau ingin aku mengucapkan apa lagi ?", tanya Kevin.


"Hmm, mungkin kau akan mengatakan jika kau mencintaiku?, ucapkanlah sekali untuk ku, karena jika aku terbangun, mungkin kau akan menjahili ku atau bertengkar dengan ku", ucap Mika pelan dan sedih jika harus bertengkar dengan Kevin.


"Aku mencintaimu Mika Chen Griz", ucap Kevin sambil tersenyum.


"Aku juga mencintaimu Kevin Griz", balas Mika.


Kevin puas sekali mengucapkan hal itu meski Mika tak sepenuhnya sadar, yang pasti Kevin mengetahui jika Mika mencintai nya juga.


Kevin memegang wajah Mika agar Mika sepenuhnya sadar dan terbangun.


"Mika, ayo sholat", ujar Kevin sembari memegang wajah Mika.


Mika menyadari jika Kevin memegang wajahnya, Mika langsung duduk kaget.


"Kevin, mengapa kau menyentuh wajah ku", ucap Mika kesal.


Karena Mika baru saja terasa bermimpi dengan Kevin, meskipun Kevin mengetahui itu nyata.


Kevin duduk dari tidurnya dan tersenyum kepada Mika.


"Kau bermimpi apa tadi ?", ucap Kevin memancing Mika.


"Mimpi ?,Hem... ya rahasia", ketus Mika.


"Kenapa kau menanyakan aku mimpi apa?", tanya Mika heran.


Kevin tidak menjawab pertanyaan Mika, Kevin segera berwudhu untuk segera melakukan sholat shubuh.


Kemudian Mika bergantian berwudhu untuk sholat bersama dengan Kevin meski Mika masih memikirkan, apakah Kevin mengetahui dia bermimpi apa.



"Aku sudah lama ingin kesini, bersama seseorang yang aku cintai", ujar Mika yang masih melihat pemandangan pagi.


Kevin mendekati Mika, "Dan baru sekarang terwujud ya?", ucap Kevin dengan PD nya karena mengetahui Mika mencintainya.


"Mungkin", balas Mika pendek.


"Apakah kau pernah sebelumnya berpacaran atau mencintai orang lain selain aku?", tanya Kevin.


"Tidak, tidak pernah, hanya ka.....u, astaga, apa kau bicarakan", ucap Mika yang terpancing suasana oleh Kevin.


Kevin menatap Mika dengan tersenyum tulus dan berencana mempercepat mengungkapkan perasaannya kepada Mika.


Kevin memegang kedua tangan Mika.


"Mika, aku.........", ujar Kevin, namun Kevin teringat jika dia melupakan cincin berlian itu di rumah.


"Ada apa?", tanya Mika yang berharap Kevin mengatakan mencintainya.


"Astaga, aku melupakan sesuatu di rumah", ucap Kevin panik.


Mika pelan melepaskan tangannya dari Kevin, Mika mengira Kevin hanya mengatakan jika ia meninggalkan sesuatu di rumah saja.


Mika masuk ke dalam villa untuk memberikan kotak cincin yang terbawa oleh Mika, lalu kembali ke hadapan Kevin.


"Kevin (sambil memberikan kotak yang berisikan cincin itu), aku minta maaf", ucap Mika.


"Ini kan?", jawab Kevin kaget karena kotak cincin itu berada di tangan Mika.

__ADS_1


"Iya, aku menemukannya di kamar kau, sebelum kita berangkat kemarin", ujar Mika.


astaga Kevin, kenapa seolah-olah Mika yang memberikan ini kepada kau , gumam Kevin di hatinya.


Kevin kemudian mengambil kotak berisikan cincin berlian yang diberikan Mika.


"Tidak apa-apa, sebenarnya aku melupakan kotak ini, namun kau lebih dulu mendapatinya", jawab Kevin sedikit tertawa karena kecerobohannya.


Kevin membuka kotak cincinnya dan menghadapkan cincin itu kepada Mika.


"Ini untuk mu", ujar Kevin memandangi Mika.


"???", Mika yang heran ketika Kevin memberikan cincin berlian itu kepadanya.


"Aku tau mungkin tidak surprise lagi, tapi ini memang untuk mu, selama 2 bulan aku menikah dengan mu, aku tidak pernah memberikan kamu apapun, aku memasangkannya untukmu", ucap Kevin sembari tersenyum.


"Tidak apa, aku tidak terlalu memikirkan itu dan aku kurang menyukai menggunakan perhiasan jika keluar rumah", jawab Mika yang tidak terbiasa menggunakan perhiasan keluar rumah.


Meski Mika bisa saja meminta kepada ayahnya membelikan semua yang diinginkan nya dahulu.


Kevin sedikit kecewa mendengar itu, bahkan cincin pernikahannya saja tidak dipakai oleh Mika, dan sekarang ketika Kevin mengira semua wanita menyukai perhiasan, Mika menolaknya.


Kevin menutup kembali kotak berisikan cincin berlian itu, "Kau bisa menyimpannya saja", ujar Kevin pelan sembari memberikan kotak itu kepada Mika.


Mika mengambil kotak berisikan cincin berlian itu, Mika mengerti jika Kevin kecewa akan ucapannya.


"Terima kasih", ujar Mika.


Mika membuka kotak dan memakai cincin itu langsung di jari manis tangan kanannya.


"Kau mau memakainya?", tanya Kevin senang.


"yaa, tapi hanya satu cincin saja ya", balas mika sembari tersenyum.


"Oh iya, kau lebih suka aku memakai cincin berlian ini atau cincin pernikahan?", tanya Mika untuk menghilangkan rasa kecewa Kevin.


"Keduanya sama-sama aku sukai, tapi jika kau memakai cincin pernikahan, aku lebih menyukainya", jawab Kevin.


"ok, jika sudah pulang dari sini, aku akan memakainya", balas Mika sembari mengangguk senang melihat Kevin tersenyum kepadanya.


Kevin tidak jadi mengungkapkan perasaannya kepada Mika, karena telah mengetahui jika Mika telah mencintainya, meski Mika mengatakan nya dalam keadaan setengah sadar.


"Boleh kah aku memeluk mu ?", tanya Kevin.


"Tidak, maksudku.......aku belum siap", balas Mika kembali ketus.


"hmm, baiklah kalau begitu, bisakah kau menungguku nanti ?", ujar Kevin menyakinkan Mika.


"Biar ku pikirkan nanti, ayo cari makanan di rumah makan yang di bagian bawah sana", ujar Mika mengalihkan topik pembicaraan.


Mika segera melangkah menuju rumah makan yang disediakan pemilik villa.


di tempat makan


seorang pelayan menunjukkan menu yang mereka sediakan.


Karena cuaca disama sangat dingin, Mika dan Kevin menunjuk 5 macam menu makan, yaitu:


.


.


.

__ADS_1


oke, tunggu cerita selanjutnya teman-teman 😁😁, jangan lupa like, komen, dan jadikan cerita favorit nya ya😁😁


__ADS_2