
di perusahaan Griz
Kevin tetap masuk kerja hari ini untuk mengurus pekerjaan yang akan ditinggalkannya kepada Fajar, sedangkan Mika tidak pergi bekerja karena dilarang Kevin.
Kevin meminta Mika untuk bersiap-siap saja untuk berangkat ke Thailand. Mika menuruti perkataan Kevin, karena Mika juga segan bertemu teman-teman di kantor, mungkin tidak akan ada yang mau berteman kepadanya, karena mengetahui jika Mika istri dari Direktur sekaligus menantu Keluarga Griz.
Kevin datang ke perusahaan sudah mendekati jam makan siang.
"Tumben pak Kevin datang kesiangan", ujar Tata yang belum tau apa-apa.
"Iya, Mika juga tidak masuk kerja hari ini", ucap Nisa.
"Mungkin Mika tidak kerja lagi", balas Leo dengan wajah datar.
Leo masih kecewa ketika Mika telah menikah dan suaminya adalah keluarga pemilik perusahaan Griz. Nisa memandangi Leo, Nisa mengerti perasaan Leo.
Nisa juga sudah lama menyukai Leo, namun Leo belum menyukai Nisa lebih dari teman.
Ketika mengetahui Mika sudah menikah, Nisa kembali mendekati Leo seperti biasanya, memerhatikan setiap kegiatan Leo.
Nisa cukup mengatakan kepada Tata jika ia menyukai Leo, ketika masih bekerja di perusahaan Kwin, Nisa pernah membelikan obat untuk Leo ketika sakit, hingga memesankan makanan untuk Leo.
Jam makan siang
Nisa, Leo, Tata dan karyawan lain pergi makan siang bersama ke kantin. Ketika makanan mereka sampai, terlihat pelayan di kantin memberikan makanan yang di dalamnya ada sebuah keju yang telah dilelehkan.
Leo tidak sadar jika pelayan memberikan keju di makanannya, karena Leo tidak bisa makan keju, Nisa sangat memerhatikan makanan Leo pada saat itu.
Ketika Leo akan memakan makanannya, Nisa menukar segera makanan mereka.
"Nisa ?, kenapa?", tanya Leo binggung.
"Makanan kamu ada kejunya", jawab Nisa.
"oh iya, terima kasih ya Sa", ujar Leo sambil tersenyum terima kasih.
Nisa mengangguk.
Nisa memakan makan yang sebelumnya punya Leo dengan santai, Nisa kemudian izin ke toilet kepada Tata dan Leo, melihat kepergian Nisa ke toilet, Tata mendekat berbisik kepada Leo,
"Lihatlah Nisa sangat perhatian kepada kau", ujar Tata sembari berbisik.
"Ya, aku tau itu, aku juga sudah lama merasakannya", jawab Leo.
"Apa ?, kau benar-benar keterlaluan, kukira kau menyukai Mika selama ini", balas Tata.
"Ya aku akui, aku menyukai Mika belakangan ini karena Mika terlihat pintar dan cantik, namun Mika sudah punya suami ", ujar Leo
"Lalu bagaimana dengan Nisa ?", tanya Tata.
"Aku tidak tau, dia sangat baik kepadaku, ketika aku lebih dekat dengan Mika, Nisa menjauh dariku, saat itu pun aku merasa kehilangan, dia juga tidak pernah bersikap tidak baik kepada ku ataupun Mika, aku tidak pantas mendapatkan Nisa Ta", Ucap Kevin kepada Mika.
"Tidak, kau tidak boleh berkata seperti itu, kau benar Nisa sangat baik, kau harus mendekatinya juga", ucap Tata.
__ADS_1
"Kau yakin Nisa akan menyukaiku lebih dari teman ?", tanya Leo.
"Iya, jika kau juga berusaha", jelas Tata menyakinkan Leo.
Nisa kembali dari toilet mendekati meja makannya lagi. Leo memperhatikan Nisa dengan tersenyum.
Dia memang sangat baik kepadaku, gumam Leo.
"Nisa, kamu sepulang kerja sore ini, pergi ke mana?", tanya Leo.
"Oh, aku rencananya akan ke toko buku sore ini", jawab Nisa.
Nisa sangat suka membaca, tak heran jika Nisa mengerti bagaimana bersikap di setiap situasi dan ia sangat baik kepada semua orang.
"Boleh aku ikut ?", ujar Leo.
"ya hem , boleh", jawab Nisa heran karena Leo ingin ikut dengannya.
"Ehem", kode Tata yang senang melihat teman-teman nya itu.
di rumah Kevin dan Mika
Mika menyiapkan baju-baju yang akan dibawa nya untuk pergi ke Thailand dan dibantu oleh Bi Pae. Mika memilih 1 buah baju dress berwarna biru muda dan ada nuansa putihnya, mungkin untuk makan malam dengan Kevin atau ada acara di sana nanti.
"Bi Pae, Bantu aku memasukkan baju yang di atas kasur itu ke koper ya !", minta Mika kepada Bi Pae.
"Baik nyonya", ucap Bi Pae.
"Aku Haus Bi Pae, Aku ke dapur dahulu ya, Bi Pae masukkan saja baju-baju itu ke koper lalu tutup", ucap Mika sembari keluar dari kamarnya.
"Baju nya lengan panjang semua, sepertinya saya harus di pihak tuan Kevin kali ini", ujar Bi Pae sambil tersenyum.
Bi Pae menukar baju-baju lengan panjang, sweater Mika dengan baju dress seksi atau dress yang digunakan Mika tidur jika kepanasan.
Mika memang tidak banyak mempunyai baju yang seksi, sehingga Bi Pae mengambil semua yang ada saja dan tetep memasukkan dress lengan panjang yang indah itu ke koper Mika.
Bi Pae buru-buru menutup koper Mika agar tidak ketahuan.
Mika masuk kembali ke kamarnya, "Sudah selesai memasukkan baju yang tadi Bi Pae ?", Tanya Mika.
"Sudah nyonya", jawab Bi Pae sambil tersenyum.
.
Ketika jam pulang kerja, Kevin terpikir akan membelikan Mika cincin berlian, Kevin menuju toko di pusat perbelanjaan orang-orang elit.
Kevin berencana memberikannya kepada Mika ketika mereka berada di phu thap buek mountain, Thailand. Sekaligus mengatakan jika Ia telah mencintai Mika.
Malam
Setelah makan malam, Kevin juga menyiapkan pakaiannya untuk keberangkatan esok paginya.
"Serasa tidak punya istri menyiapkan pakaian pergi liburan saja sendiri seperti ini", gumam Kevin.
__ADS_1
Tak lama selang Kevin mengucapkan itu, Mika mengetuk pintu kamar Kevin yang sudah terbuka juga dan langsung masuk tanpa dipersilahkan oleh Kevin.
"Kau perlu dibantu untuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawa besok ?", tanya Mika menghampiri Kevin.
Ternyata aku ada istri, gumam Kevin sambil tersenyum.
π π
"iyaa, merapikan pakaian ini saja ke dalam koper", jawab Kevin sembari menunjuk koper yang ada di atas kasur Kevin.
Mika duduk di kasur Kevin merapikan baju yang telah dipilih Kevin dan menyusun rapi ke dalam koper.
"Sayan..g....hem Mika (sambil menunjukkan 2 buah kemeja), menurut kau, aku membawa baju kemeja berwarna hitam atau berwarna biru lunak ini ?", tanya Kevin.
Mika menoleh ke arah Kevin dan memikirkan jika ia juga membawa dress, "Mungkin lebih bagus yang warna biru", ujar Mika.
"Ok, aku bawa yang berwarna biru ini", balas Kevin yang langsung melipat baju kemeja itu dan memasukkannya ke dalam koper.
Setelah selesai menyiapkan pakaian Mika izin pergi ke kamarnya untuk tidur.
Setelah kepergian Mika, Kevin menutup pintu kamarnya dan berniat untuk istirahat juga, namun Kevin membuka kotak yang berisi cincin.
"Indah sekali, besok aku harus benar-benar mengatakan jika aku telah menyukainya, eh mencintainya", ujar Kevin bahagia.
Kevin menutup kotak cincin itu kembali, meletakkan kotak cincin itu di atas meja kerjanya dan berdekatan dengan hp nya.
KEESOKAN HARINYA
Semua koper Kevin dan Mika dimasukkan ke dalam mobil, Kevin dan Pak Toha menyusun barang-barang yang akan dibawa ke dalam koper.
Kevin teringat meninggalkan sesuatu di kamarnya, yaitu hp nya.
"Astaga, Hp aku ketinggalan di meja kerja", ujar Kevin menatap Mika.
"Biar aku ambilkan dan kau bantu pak Toha saja", balas Mika.
Kevin mengangguk tanpa terpikir kotak cincin juga tertinggal olehnya.
Mika memasuki kamar Kevin dan mengambil hp Kevin yang tertinggal, namun Mika juga melihat sebuah kotak yang berisikan cincin di sebelah hp itu.
"Cincin berlian ?, mengapa dia meletakkan cincin semahal ini sembarangan saja", ucap Mika yang telah membuka kotak itu.
Tanpa memikirkan yang lain, Mika memasukkan cincin itu ke tasnya dan berniat memberikannya kepada Kevin.
ππ€¨gagal deh kayaknya ni, Kevin kau sangat ceroboh.
Saat di mobil, Mika hanya memberikan hp Kevin saja karena lupa mengenai cincin.
Akhirnya mereka sampai di bandara dan pergi menuju Thailand hanya berdua sajaπ₯°.
.
.
__ADS_1
.
oke, tunggu cerita selanjutnya teman-teman ππ, jangan lupa like, komen, dan jadikan cerita favorit nya yaππ