Pernikahan Di Atas Permusuhan

Pernikahan Di Atas Permusuhan
Leo dipecat


__ADS_3

Di Rumah Kevin dan Mika


"Kamu kenapa iya in sih pergi periksa ke dokter, aku palingan masuk angin," jelas Mika.


"Ya emang kita besok akan periksa ke dokter, kamu hamil atau tidak," balas Kevin yang terus berjalan menuju kamarnya.


"Maksud kau apa?, kita kan tidak melakukan apapun, apa yang mau diperiksa ?," tanya Mika yang menghentikan langkah Kevin.


Kevin tidak menjawab, lalu berlalu memasuki kamarnya.


Aku tidak tau apa yang ada di pikirannya, terkadang membuatku seperti orang yang ia suka, terkadang seperti manuasia biasa lainnya, gumam Mika di dalam hatinya.


Keesokan harinya.


"Ayo berangkat ke rumah sakit," pinta Kevin.


"Kau serius?," tanya Mika


"Iyaa," jawab singkat Kevin.


"Ok, aku turuti kemauan mu," balas Mika dengan kesal yang mendahului Kevin ke dalam mobil.


Sesampainya di rumah sakit, Mika dimintak untuk mengambil urin nya untuk diperiksa. Kevin dan Mika diminta untuk menunggu di luar.


Anggi yang mengetahui mereka akan ke rumah sakit pagi ini, telah merencanakan sesuatu, Anggi menukar urin mika dengan seseorang yang benar hamil.


Hasil Pemeriksaan


"Kita bukanya di rumah saja, aku nggk mau jika hasilnya bukan yang aku mau," ujar Kevin.


"Terserah," ketus Mika menghindar dari Kevin.


Sesampainya di rumah (Kamar Mika)


Mika meminta Kevin untuk membukanya sendiri, "kamu buka aja sendiri, biar puas," pinta Mika.


Tanpa menunggu waktu berlama lama, Kevin langsung melihat hasil pemeriksaannya.


Degg....


Tubuh Kevin seketika menjadi lemah dan menjatuhkan kertas pemeriksaan, Mika yang melihat reaksi Kevin juga kaget, dan langsung mengambil kertas hasil pemeriksaan itu.


"Astaga, ini nggk mungkin," ujar Mika yang juga ikut kaget.


Mika melihat ke arah Kevin yang langsung terdiam.


"Kevin, aku nggk pernah ngelakuin apapun dan sama siapapun," jelas Mika sembari menangis.


"Kenapa kamu tega melakukan itu kepada ku Mika," ucap Kevin membalas tatap Mika dengan tajam.


"Aku berusaha memastikan kamu tau apa isi hati aku, terlepas apapun isi hati kamu ke aku, tapi bukan berarti kamu harus curang begini pada ku," ucap Kevin dengan tegas.


"Aku nggk ada selingkuh dari kamu, demi Tuhan aku nggk pernah ngelakuin apapun seperti yang kamu fikirkan," jelas Mika.


"Tapi kamu dinyatakan positif hamil, aku selalu percaya apapun dan memaafkan apapun yang terjadi antara aku dan kamu, tapi kenapa harus kesalahan fatal ini," tegas Kevin.


Mika hanya bisa menangis, dia bingung dengan yang terjadi kepadanya, Kevin pun tidak percaya kepada nya.


"Siapa ayah dari bayi ini ?," tanya Kevin.


"Kevin aku mohon stop aku tidak melakukan apapun," jelas Mika berulang kali.


"Kamu tau tidak bagaimana hati aku hancur sekali Mika, hancur sehancurnya, aku tanya sekali lagi, siapa ayah dari bayi ini Mika?," Tanya Kevin lebih keras.


"Kevin, pasti pemeriksaannya salah, aku siap diperiksa lagi di rumah sakit lain," bujuk Mika.

__ADS_1


"Apakah Leo ayahnya ?," Tanya Kevin.


"Tidak, aku tidak ada berhubungan dengan dia," bela Mika.


Kevin langsung mencari dan menunjukkan foto Mika dan Leo memasuki sebuah hotel.


"Ini, kamu dan Leo masuk ke dalam hotel," tegas Kevin.


"Itu cuma karena kepeluan, bukan apa-apa," bela Mika.


"Jadi foto ini bukan editan, terimakasih Mika atas sakit nya, aku kecewa," ucap Kevin lalu keluar dari kamar Mika.


Mika hanya bisa menangis di tempat tidurnya, kenapa ini bisa terjadi.


Begitu pun Kevin yang tidak mampu menahan rasa sakitnya, begitu sakit rasanya ketika ia tidak menyentuh istrinya, justru istri nya hamil dengan lelaki lain.


Hari-hari berikutnya tidak ada percakapan di antara mereka, hanya melakukan kegiatan masing masing dan Kevin sudah benar-benar menunjukkan tidak kepedulian nya sama sekali kepada Mika.


Namun Kevin juga tidak menceraikan Mika.


Ketika menuruni tangga ketika Mika hendak sarapan, Kevin cepat menyelesaikan sarapannya dan berlalu melewati Mika tanpa menoleh sedikit pun.


Mika tidak bisa berbuat apa-apa karena Kevin tidak memberi kesempatan kepada Mika untuk mendekatinya.


Belum jauh dari keberadaan Mika, tiba-tiba deringan hp Kevin berbunyi, di mana itu adalah panggilan dari mamanya.


Kevin : hallo ma, ada apa?


Mama : bagaimana hasil pemeriksaan Mika?


Kevin menoleh ke arah Mika, namun Mika tidak mengetahui jika yang menelfon adalah mama Kevin.


Kevin : Mika positif hamil ma


Mama : Alhamdulillah


"Kau berbicara dengan siapa," tanya Mika.


"Mama, mau sudah tahu jika kau hamil," jelas Kevin kemudian kembali meninggalkan Mika untuk berangkat kerja.


Di perusahaan Griz


Di perusahaan Griz, mika tetap melakukan pekerjaannya seperti biasa, hanya saja, Mika tidak bisa melibatkan Leo dalam permasalahannya.


Mereka tetap berteman dengan baik, Leo dan Nisa pun sudah sangat dekat saat ini, Leo berniat melamar Nisa hari ini.


Sepulang dari pekerjaannya, Leo makan malam bersama Nisa.


"Nisa, aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu," ucap Leo serius.


"Apa?, Bilang aja," balas Nisa dengan tersenyum.


"Mau kah kau menikah dengan ku?," Ujar Leo sembari menunjukkan cincin.


"Leo," ucap Nisa dan terdiam


"Kita sudah bersama sangat lama, aku berharap bisa berjodoh dengan mu," lanjut Leo menyakinkan Nisa.


Nisa tiba-tiba meneteskan air matanya.


"Bagaimana nisa, kau mau kan,?" tanya Leo lagi.


"Maaf Leo, aku tidak bisa," jawab Nisa lalu berlalu meninggalkan Leo tanpa alasan mengapa dia menolak Leo.


Leo hanya bisa terdiam lemas, apa yang diharapkannya tidak lah mudah berpihak padanya.

__ADS_1


Keesokan harinya di kantor


Leo dan Nisa berusaha seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka, namun sudah sangat berbeda.


Kevin terkadang masih melihat ke arah Mika dan Leo, mereka seperti tidak merasa bersalah melakukan apapun terhadap nya.


Leo kemudian dipanggil ke dalam ruangan Kevin.


"Iya pak, ada apa?," Tanya Leo di dalam ruangan.


Mika cemas ketika Leo dipanggil Kevin.


"Kamu saya pecat hari ini," ucap Kevin tegas.


Kevin sungguh tidak bisa melihat Mika berada di dekat Leo terus, seakan-akan sakitnya terus bertambah-tambah.


"Tapi kenapa pak?, Saya salah apa?," tanya Leo kecewa


"Saya atasan kamu, jadi saya bebas memecat orang, terlepas apapun kesalahan kamu, saya ingin kamu bereskan barang kamu sekarang dan kirim surat pengunduran diri," tegas Kevin.


Leo langsung keluar ruangan, dan mengemasi barang-barangnya.


"Leo, kau mau ke mana?," Tanya Mika dan Tata.


"Aku dipecat pak Kevin," jawabnya.


Sontak saja orang di sana kaget dibuatnya, tiba-tiba dipecat.


Leo mendekati sahabatnya Mika dan Tata dan berbicara kecil, "Tolong jaga Nisa ya, mungkin ini jalanku untuk ke luar negeri, Pastikan Nisa mendapatkan orang yang baik ya," pesan Leo kepada sahabatnya.


Mika heran melihat Kevin yang bisa-bisanya memecat Leo begiu saja, bahkan Mika sampai saat ini tetap tidak merasa bahwa dia sedang hamil.


Di rumah Kevin Mika


"Kau, kenapa harus memecat Leo seperti itu," tanya Mika kepada Kevin.


"Kenapa? kau merasa kesepian jika tidak ada lelaki itu?," Balas Kevin.


"Sudah aku bilang, tidak ada hubungan lebih antara aku dan Leo," jelas Mika.


"Terserah, terlepas siapapun ayah dari bayi itu, aku besok akan ke Jepang 5 hari, terserah kau mau melakukan apapun yang kau mau, bebas, karena kau memang tidak menghargai ku, bukan?," Tegas Kevin berlalu meninggalkan Mika yang sudah Menangis.


Kenapa kau tidak mempercayai ku, tidakkah kau ingat mengatakan jika kau mencinta ku kemarin, gumam Mika di dalam hatinya


Pagi


Mika hanya melihat dari dalam rumah ketika Kevin akan berangkat ke Jepang, Mika juga tidak mengantar Kevin sampai ke bandara karena Kevin pasti tidak menginginkannya.


Ketika Kevin pergi ke Jepang, Mika pergi ke rumah sakit berbeda untuk memeriksa apakah dia benar hamil atau tidak.


Saat membuka hasil pemeriksaan di depan dokter, Mika kaget, ternyata dia tidak hamil dan menangis syukur atas hasil itu.


"Nona Mika, kenapa menangis seperti ini sekali, bukankah pernikahan kalian masih muda?" tanya dokter cemas


"Bukan begitu dokter, kemarin kami terjadi kesalah pahaman karena di rumah sakit yang lain, saya positif hamil," jelas Mika.


"Mungkin ada kesalahan di sistem, secara saya memeriksa manual perut nona tadi, juga belum hamil," jelas Dokter.


"Iya, terimakasih dokter," ucap Mika yang masih menangis.


.


.


.

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya teman-teman


__ADS_2