
Bandara Thailand
Mika dan Kevin mengambil koper dan akan berangkat menuju phu thap buek mountain.
Sebuah mobil yang mengantar mereka ke Phu thap buek mountain.
sesampainya mereka di phu thap buek mountain, seorang wanita dan lelaki suami istri, yang mungkin berusia lebih dari 50 tahun, pelayan sekaligus pemilik villa-villa di sana, mengantarkan Kevin dan Mika ke villa dengan pemandangan yang indah.
Villa tersebut tidak terlalu besar karena dibuat seperti pondok yang berukuran 6 × 6 dengan 1 ruangan dan bagian luar villa terdapat sebuah kursi santai berukuran 2 x 2 untuk menikmati pemandangan di malam hari atau pun di pagi harinya.
Setelah mengantarkan Mika dan Kevin ke villa, wanita dan lelaki pemilik villa-villa di sana pun kembali.
di dalam Villa
Kevin dan Mika memasuki villa tersebut dan melihat hanya 1 ruangan, yang terdiri dari kasur big size, lemari, dan kursi.
"Ini villa atau kos-kosan ?, cuma 1 ruangan dan 1 kasur ?", ucap Mika heran.
"Namanya juga liburan di pegunungan, nggak mungkin mereka buat hotel di sini", jawab Kevin.
"Tapi kan kasurnya cuma 1, dan kita ....", ucap Mika.
"Dan kita pasangan suami istri yang sah", balas Kevin memotong pembicaraan Mika.
Kevin mendekati dan menatap Mika
"Tidak, kau jangan memikirkan hal aneh ya", balas Mika.
"Apakah kau takut dengan ku ?", tanya Kevin sambil tersenyum.
Mika hanya bisa terdiam, Mika sangat gugup seperti jantungnya berhenti berdetak melihat Kevin sangat dekat dengannya.
"Tidak", jawab Mika sontak membuang mukanya dari hadapan Kevin.
"Yasudah, kita tidur di kasur ini saja", ujar Kevin.
"Tidak tidak, kita harus pisah villa", ucap Mika.
Kevin tidak senang dengan ucapan Mika, bagaimana Mika bisa mencintainya, jika berdekatan pun, Mika tidak mau.
Kevin hanya diam tanpa menjawab ucapan Mika yang mengatakan harus pisah villa.
"Ayo kita temui orang yang punya villa tadi, kita minta satu villa lagi", ujar Mika kepada Kevin.
"Terserah kau saja", ucap Kevin dengan wajah kesal.
Mika tau jika Kevin sedang kesal, tapi Mika tidak tau jika Kevin ingin berdekatan dengannya atau tidak.
Mika memegang tangan kiri Kevin, "Aku tau keluarga kita mengetahui kita pergi honeymoon, tapi kita juga mengerti kan, jika aku dan kau tidak.....", ucap Mika yang tidak bisa melanjutkan ucapannya.
Mika tidak bisa mengatakan jika dia tidak saling mencintai dengan Kevin.
"Tidak masalah, kita akan pesan villa satu lagi", ucap Kevin kepada Mika yang masih memegang tangannya .
Kevin tidak melepaskan tangan Mika sampai keluar Villa, mereka berjalan menemui pemilik villa tadi sambil bergandengan tangan.
Itu kali pertama Mika tidak melepaskan tangannya dari seorang lelaki.
Di perjalanan untuk menemui pemilik villa.
__ADS_1
"Kau tau, semalam saat kita masih di rumah, aku memikirkan dan berharap akan melihat indahnya pemandangan langit di malam hari dan pemandangan di pagi hari yang indah bersamamu", ujar Kevin.
"Aku minta maaf, aku tidak terbiasa terlalu dekat dengan lelaki sebelumnya", ucap Mika yang mengikuti langkah kaki Kevin.
Kevin tidak mengucapkan apapun lagi hingga sampai menemui pemilik villa.
sesampainya mereka ke tempat pemilik villa, Kevin memberitahu akan menambah satu villa lagi menggunakan bahasa Inggris.
"excuse me (permisi)", ucap Kevin menyapa
"Hey, do you guys need anything? (Hei, apakah kalian butuh sesuatu?)", tanya pemilik villa
"Yes, we need one more villa, can you provide it for us? (Ya, kami membutuhkan satu vila lagi, dapatkah Anda menyediakannya untuk kami?)", ucap Kevin.
"Look, all the villas are full, you have to book a villa a few days before it's occupied, we're sorry (Begini, semua vila sudah penuh, Anda harus memesan vila beberapa hari sebelum ditempati, kami minta maaf)", ujar pemilik villa
"hoo, ok no problem (hoo, baiklah tidak masalah)", balas Kevin.
Kevin dan Mika saling berhadapan.
"Tidak ada villa kosong", ujar Kevin kepada Mika.
Mika tidak tau harus berkata apa, yang pasti dia akan satu villa dengan Kevin.
"Ayo kembali ke villa sebelum larut malam", ujar Kevin yang masih memegang tangan Mika menuju Villa mereka, sedangkan Mika hanya mengikuti langkah kaki Kevin.
Sampai di villa
Mika melepaskan tangannya dari genggaman Kevin, Mika merasa canggung jika hanya berdua saja dengan Kevin.
Hingga Maghrib tiba, Kevin dan Mika sholat bersama dan sholat isya.
Setelah itu seorang pelayan mengantarkan makan malam ke villa mereka.
"Kita makan di kursi luar itu saja", ucap Mika kepada Kevin.
"di luar mungkin terlalu dingin, kita makan di dalam villa saja", ujar Kevin.
"Bukankah kau yang mengatakan ingin melihat pemandangan langit di malam hari bersamaku ?", ucap Mika yang teringat ucapan Kevin tadi sore.
Kevin tersenyum mendengar ucapan Mika.
"Jika tidak mau, tidak apa", ucap Mika sadar atas ucapannya tadi dan merasa canggung.
Kevin langsung mengambil makanan dan membawanya ke luar, "Ayo makan di luar malam ini", ucap Kevin sembari melangkah keluar villa.
Mika yang merasa canggung tidak menjawab apapun dan mengikuti Kevin.
Makan di luar villa
Mereka makan dengan santai dan sesekali menatap ke langit, melihat cuaca yang cerah dengan bintang yang berkedip.
"Mika, lihatlah bintang-bintang itu, cobalah susun dan lihatlah gambar apa itu !", ujar Kevin kepada Mika.
"bintang yang mana ?, banyak sekali bintang di sana", jawab Mika.
"Susunlah bintang-bintang yang berukuran kecil saja", ucap Kevin sambil tersenyum.
Kevin melihat gambar yang tersusun oleh bintang-bintang itu berbentuk love atau hati 🖤.
Mika bisa melihat susunan gambar dari bintang itu berbentuk hati 🖤, namun Mika pura-pura tidak mengetahui gambar apa yang dimaksud oleh Kevin.
__ADS_1
"Apakah kau melihat gambar apa itu ?", tanya Kevin.
"Tidak, aku tidak mengetahui gambar apa itu", jawab Mika santai seolah memang tidak melihatnya.
huuffh, Kevin menghela nafas karena Mika tidak mengetahui gambar apa itu.
Kemudian Kevin menatap ke arah Mika.
"Baiklah, tidak apa-apa, tapi aku akan memberikan gambar di atas langit itu kepadamu hari ini", ujar Kevin.
Mika yang sedang minum pun tersedak karena yang diberikan Kevin kepadanya adalah gambar hati.
uhukk .. uhukk...
Kevin binggung mengapa Mika bisa tersedak seolah mengerti maksud Kevin.
Mika menatap balik Kevin.
Apakah dia menyukaiku?, gumam Mika dalam hatinya, yang kaget atas ucapan Kevin.
"Kau berbohong padaku tadi, saat tidak mengetahui gambar di langit itu kan?", tanya Kevin
"heem tidak tau", balas Mika tegang.
"Aku sudah selesai makan, aku masuk dahulu", ujar Mika.
Mika berdiri dan segera melangkah menuju ke dalam villa.
di dalam villa
Kevin dan Mika sama-sama belum menukar pakaian yang dipakai mereka dari rumah, sehingga terasa sangat tidak enak dipakai di badan.
Mika dan Kevin membuka koper masing-masing, Kevin mengambil baju yang gantinya.
Namun, Mika kaget tidak mendapati baju lengan panjang apapun hanya baju lengan pendek dan sebuah dress, baju lengan pendek itu pun bukanlah baju kaos, melainkan baju yang bisa dibilang terbuka, yang dipakai Mika jika udara tidur di kamarnya terasa panas.
Mika mulai memikirkan wajah Bi Pae yang tersenyum padanya waktu itu.
"BI PAE", teriak Mika sembari menundukkan kepalanya.
"Kau kenapa ?", tanya Kevin sembari mendekati Mika.
Mika segera menutup kopernya, "Aku tidak punya baju ganti", ucap Mika dengan wajah datar.
Mika melangkah duduk di kasur dan merasa sangat gerah memakai pakaian yang dipakainya sehari ini.
Kevin yang masih berada di dekat koper Mika lalu membuka koper itu, dan Mika kaget Kevin tiba-tiba membuka koper itu.
" Hei, kenapa kau membuka koper ku", ujar Mika cepat menuju ke arah Kevin.
Kevin telah melihat pakaian Mika, hanya 1 dress yang berlengan panjang dan pakaian lainnya - - - .
"Kau memang berniat honeymoon dengan ku ?", ucap Kevin menggoda Mika yang sangat malu sembari tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi itu.
"Tutuplah kembali, apa yang kau bicarakan, Bi Pae yang memasukkan nya", balas Mika.
Mika sangat malu mendengar ucapan Kevin dan sedikit kesal kepada Kevin yang mencoba menggodanya.
.
.
__ADS_1
.
oke, tunggu cerita selanjutnya teman-teman 😁😁, jangan lupa like, komen, dan jadikan cerita favorit nya ya😁😁