Pernikahan Di Atas Permusuhan

Pernikahan Di Atas Permusuhan
Apa kau ada perasaan kepada ku?


__ADS_3

"Ini cincin pernikahan, aku dan kau sudah terikat, aku ini suami mu, jangan banyak alasan lagi untuk terus mengingat ku, dan kau harus memakainya juga, baik di kantor ataupun kemana kau pergi," jelas Kevin sembari menunjukkan cincin pernikahan mereka.


"Ada apa dengan mu ?, kenapa serius seperti kepada ku?, Aku tidak suka ya" Ucap Mika sembari menarik tangannya dari Kevin.


Andai kau tau, aku tidak ingin kau memikirkan orang lain lagi Mika, gumam Kevin dalam hati sembari menatap dalam Mika.


Kevin hanya langsung berdiri tanpa meminta maaf kepada Mika dan berlalu meninggalkan Mika menuju toilet untuk Mandi.


Apakah dia marah kepada ku, gumam Mika sembari memandangi Kevin.


Mika menunggu Kevin keluar dari kamar mandi, saat Kevin keluar, ia langsung ke lemari untuk mengambil pakaian kerjanya.


"Kau akan pergi kerja ?, Bukankah katamu Ayah (Chen) akan ke sini," tanya Mika bangkit dari kasur menghampiri Kevin.


"Ya, aku pergi sebentar, nanti kembali lagi," jawab Kevin tanpa melihat Mika.


"Aku izin ya tidak masuk," ujar Mika kepada Kevin.


"Itu urusan mu, kan yang bekerja kamu," singkat Kevin sembari memakai baju nya.


Mika tidak memperlihatkan wajah marahnya, ia bingung mau jawab apa melihat sikap Kevin yang begitu dingin padanya.


Kevin melihat ke arah Mika, "Aku mau menukar pakaian," ujar Kevin


"Oh, aku akan ke toilet," jawab Mika segera ke toilet.


Di meja makan


Kevin tidak menunggu Mika turun untuk sarapan pagi. Ia hanya lanjut saja makan dan menghiraukan Mika meski sudah berada di samping nya.


Mika tidak mengambil sarapan, dia merasa tidak nafsu makan karena sikap Kevin kepadanya.


Kevin tanpa pamit kepada Mika pergi berlalu meninggalkannya di ruang makan. Padahal Mika sudah memakai cincin pernikahan mereka dan menuruti nya untuk pindah kamar.


Tak ada kehebohan seperti pagi sebelumnya, Mika kembali ke kamar dan tidak mempedulikan Kevin juga.


Belum sampai Kevin keluar di pintu, Bi Pae memanggil Mika untuk sarapan.


"Nona Mika, apakah kau tidak sarapan terlebih dahulu?," Ujar Bi Pae.


"Tidak Bi Pae," lalu berlalu melanjutkan langkahnya ke kamar.


Begitupun dengan Kevin juga melanjutkan langkahnya keluar dari rumah.


Kedatangan Tuan Chen


Ketika Tuan Chen ayahnya Mika mengabari Kevin bahwa ia sudah di perjalanan menuju rumah Kevin dan Mika.


Mika hanya terdiam di kamar memandangi beberapa foto pernikahan dia dan Kevin yang baru dipajang di kamar itu.


Tiba-tiba perutnya merasa perih, dia mencoba untuk turun mencari obat, namun di samping itu kepalanya juga pusing.


Tuan Chen yang lebih dulu sampai di rumah Kevin dan Mika dipersilahkan masuk oleh pak Toha.


Sembari menuruni tangga, Chen melihat putrinya itu dan segera menghampiri. Tiba-tiba ...


Mika langsung pingsan dalam pelukan Tuan Chen.


"Mika, mika, kamu kenapa?," Ucap Tuan Chen panik mendapati putrinya pingsan.


Chen meminta bantuan pelayan Kevin untuk membantunya mengangkat Mika ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit.


Kevin sampai di rumah 


Kevin didatangi Bi Pae dengan berlari.


"Tuan Kevin, nona Mika pingsan," ucap Bi Pae.


"Apa?, di mana dia sekarang?" Kaget Kevin.


"Nona Mika dibawa ke rumah sakit oleh ayahnya tadi," jawab Bi Pae.


Kevin langsung mengendari mobilnya untuk menemui Mika.


Di rumah sakit

__ADS_1


"Ayah (Chen), bagaimana keadaan Mika?," Tanya Kevin panik.


"Mika masih dalam pemeriksaan," jawab Chen.


Hingga akhirnya dokter keluar.


"Bagaimana keadaan putri saya dok," tanya Chen.


"Nona Mika baik-baik saja sekarang, mengalami asam lambung, ini bisa saja terjadi karena pola makannya ataupun banyak pikiran, saya sarankan untuk dirawat inap beberapa hari ini," jelas dokter.


Tuan Chen dan Kevin ucapkan terimakasih kepada dokter dan mereka masuk menemui Mika yang sudah sadar.


"Mika, gimana ? masih pusing ?," Tanya Chen.


"Udah berkurang yah," jawab Mika pelan.


Ayah ada rapat setengh jam lagi, boleh ya ayah tinggal dulu, kamu sama Kevin dulu, nanti siang pasti ada yang jenguk juga, keluarga Kevin juga kesini siang nanti," bujuk Chen kepada Mika.


"Iyaa yah," jawab Mika singkat.


Cher pamit juga kepada Kevin dan memintanya untuk menemani Mika.


Tinggallah Kevin dengan Mika di ruangan itu.


"Apa kau ingin makan sesuatu ?," Tanya Kevin menghampiri Mika.


"Tidak"...


"Aku minta maaf, aku mendiami mu dari semalam," ucap Kevin menyesal.


Tiba-tiba Mika menangis.


"Aku tidak tau kesalahan ku apa, sampai kau mendiami dan bersikap dingin padaku," ucap Mika sambil menangis


Kevin paham Mika sedang sakit dan mudah sekali terbawa perasaan, ia tidak ingin mengatakan mengapa alasan ia bersikap dingin kepada Mika.


"Tidak, aku minta maaf padamu, sudah ya jangan dipikirkan lagi," balas Kevin sembari memegang tangan Mika.


Kevin yang melihat Mika yang masih menangis menghapus air mata Mika. Dan mencium kening Mika.


Tiba-tiba Kevin dikagetkan dengan kehadiran Mama Kevin.


"Permisi, maaf ya mengganggu," ucap Mama Kevin.


"Mama," sontak Kevin dan Mika kaget.


Mama Kevin hanya tersenyum melihat anak dan menantunya itu.


"Mika, gimana kabarnya?, Mama beliin kamu makanan, nanti dimakan ya, suruh aja Kevin ini kalau kamu butuh apapun, kalau dia aneh-aneh, laporin sama mama ya," ucap Mama.


"Iyaa ma," jawab Mika.


"Kamu juga, lihatin makan nya istri itu, terus jangan buat istri itu stres, awas aja kalau Mika sampai sakit lagi," ketus Mama kepada Kevin.


"Ini yang anak mana, menantu mana, ketus banget ngomongnya," jawab Kevin.


"Biarin," balas Mama setelah menceramahi Kevin.


Selama siang banyak keluarga yang menjenguk Mika secara bergantian hingga malam hanya tingga Kevin dan Tuan Chen.


"Ayah pulang saja, biar Kevin yang jagain Mika," ujar Kevin.


"Kamu nggk papa jagain Mika sendirian ?," Jawab Tuan Chen.


Kevin mengangguk, memastikan dia bisa menjaga Mika. Dan akhirnya Chen pamit kepada putrinya untuk pulang.


Malam


"Kamu tidur ya, aku menunggu di sini, jika perlu sesuatu, katakan saja," ucap Kevin sambil mendekat sembari memegang kepala Mika, yang masih terlihat lemah.


"Iya,"...


Saat mika sudah tertidur, ia seperti bermimpi mengucapkan "jangan pergi, jangan" ucapnya berkali sembari meneteskan air mata.


"Mika, mika," ucap Kevin membangunkannya.

__ADS_1


Mika terbangun dalam kondisi yang masih meneteskan air mata, ia berusaha untuk duduk mendekat meraih Kevin.


Mika memeluk Kevin yang berdiri di sampingnya sambil menangis.


"Mika, jangan seperti ini, aku merasa sangat bersalah ketika menghiraukan mu," ucap Kevin membalas pelukan Mika.


"Jangan pergi, aku minta maaf jika salah," ucap Mika sembari menangis.


"Iyaa, ayo tidur lagi ya, suhu badan kamu terasa panas," ucap Kevin.


"Tidak, tidak bisa," jawab Mika yang masih menangis.


Kevin bingung bagaimana supaya Mika bisa tertidur.


Akhirnya Kevin memilih tidur di kasur Mika, memeluk dan menenangkan Mika.


Hingga akhirnya mereka tertidur sampai pagi.


Pagi


Mika lebih dulu terbangun dari tidurnya, mendapati Kevin tepat di depannya, memeluk mika, hingga mika tidak bisa bergerak menghindar dari Kevin.


"Kevin, bangunlah, sudah mau subuh," ucap Mika pelan karena masih lemas.


Kevin perlahan membuka matanya, lalu menyadari semalam badan mika panas.


"Mika, bagaimana keadaan mu?, Apakah masih panas,?" Ujar Kevin yang langsung memeriksa dahi Mika.


Mika hanya terdiam, bingung harus bagaimana, di satu sisi dia tidak bisa memberontak seperti biasanya.


"Kevin," ucap Mika menunduk.


"Iyaa, kau perlu apa?, Apakah mau minum?," Tanya Kevin mencemasi Mika.


"Tanganmu terasa berat di badan ku," ucap Mika.


"Apa? Oh maaf, aku tidak bermaksud yang lain padamu, semalam kau ...," Ucap Kevin kemudian terpotong.


"Tidak apa-apa," singkat Mika.


Kemudian Kevin segera turun dari kasur Mika dan izin ke toilet, kemudian mereka sholat berjamaah di sana.


"Kau tidak pergi kerja?," tanya Mika.


"Tidak, aku dari sini saja memantau, nanti fajar akan mengirim pelaporannya," ujar Kevin


Mika hanya mengangguk.


"Mika, aku ingin mengatakan sesuatu," ujar Kevin sembari duduk di pinggir kasur Mika.


"Apa?"....


"Aku ingin kau mengetahui bahwa aku mencintaimu," ucap Kevin.


Mika kaget atas ucapan Kevin.


"Aku ingin kau dan aku sama-sama melupakan masa lalu, terlepas apapun masa lalumu atau masa lalu ku," ucap Kevin.


"Aku bingung," jawab Mika singkat.


"Aku sudah lama ingin memberitahu kamu, tapi benar, nyali ku hanya sebatas bertengkar selama ini dengan mu," tambah Kevin sambil memegang tangan Mika.


"Aku mohon bertahanlah bersama ku, jangan fikirkan hal lain lagi, aku sudah menghapus siapapun di masa lalu ku," lanjut Kevin.


Apakah aku bermimpi, Kevin mengucapkan ini kepadaku, gumam Mika yang masih tidak percaya.


"Apakah kau ada perasaan dengan ku," tanya Kevin serius.


"Hah?, Tidak tahu, aku belum bisa jawab," balas Mika memalingkan pandangannya dari Kevin.


Kevin mengerti, tidak seharusnya dia bertanya dalam keadaan Mika seperti ini.


.


.

__ADS_1


tunggu cerita selanjutnya teman-teman 😁😁


__ADS_2