Persona

Persona
16.


__ADS_3

Aku kembali mencari, *bagus sekali babe* tulis yang lain. *Aku benci kau, tapi suaramu juga bagus* dan itu malah membuatku senang sekarang. Bukannya tertekan, aku malah jadi berseri begini. Tidak bisa tidur, ughhhhh. Menyebalkan, komentarnya tidak ada yang sesuai dengan harapanku. *Aku mencintaimu, suaramu, dan seluruh yang ada padamu* komentar yang membuatku terbelalak dan kesal. William Lemington, bisa-bisanya ia membuat komentar di sini. Aku ingin sekali bilang dia mencemarkan nama baikku dengan berpura-pura menjadi pacarku.



Di rumahku dan Saralee


Betapa terkejutnya aku, orangtua kami juga di sini. "Apa?" Tanya Saralee dengan wajah sangat senang, "kenapa ayah dan mama di sini juga?" Heranku. "Bukankah ku bilang ingin katakan hal penting padamu? Aku meminta William mengajakmu melakukan pesta keluarga sebelum menikah" jelasnya, "mengapa jadi aku yang terlihat seperti seorang tamu?" Kesalku. "Apa yang kau katakan kakak? Kau tetap kakakku sayang, dan William akan jadi kakak ipar. Bukan begitu?" Tanyanya.


__ADS_1


William merangkulku tiba-tiba, "tentu saja adik" ujarnya. 'Ia berusaha menunjukkan bahwa ia mendominasi seluruh naskah sekarang? Baiklah'. "Tapi sebaiknya ia melalui tes terlebih dahulu, bukan begitu Ma?" Balasku. "Ya" jawab mama, "apa yang mama inginkan? Memasak?" Tawar William. 'Apa pendengaranku sedang agak buruk, ia memanggil mama tadi?' pikirku tidak percaya, sementara keluargaku sibuk membicarakan tentang pernikahan. Aku memperhatikan William yang memasak dari kejauhan, "bantu kakak ipar sana" perintah adikku.



Aku menghembuskan nafas. "Ia menjalani tes, apa yang bisa ku perbuat?" Elakku. "Kau yang ingin, bukan kami. Tapi itu wajar, kau selalu selektif. Bahkan ternyata pada kakak ipar" jelas Saralee, "sudah kebiasaan" ucapku asal. "Sayang, apa kau lihat menantu kita? Sangat perhatian dan hangat pada Brunella" bisik Mama yang masih terdengar oleh kupingku yang cukup sensitif mendengar namaku disebut dan MENANTUnya, apa bahkan sekarang ibuku lebih suka orang itu dibanding anaknya sendiri?



__ADS_1


Aku menelannya dengan susah payah, dan merasa lega setelah minum. Sekarang giliranku... Aku menyuapinya dengan sigap sambil berkata, "coba punyaku" dengan cepat. Ia tersedak, "pelan-pelan sayang" ucap Mama. Aku tersenyum, William memandangku tajam. William menarikku ke dalam kamar, dan seperti biasa. Kami saling berdebat, hingga William menutup mulutku. "Kakak? Apa William juga di dalam?" Tanya Saralee, aku berontak agar bisa menjawab. Tapi tidak dapat lepas juga.



#Author


William dengan wajah jahilnya membuat suara leguhan, Brunella menggigitnya hingga ia berteriak kesakitan. Brunella berlari keluar, diiringi kedatangan William. 'Nafas mereka sama-sama memburu, benarkah mereka sudah....' pikir Fredella. "Kenapa?" Tanya Brunella membuyarkannya. "Tidak jadi, bersenang-senanglah" ujar Fredella dengan sangat manis. "Kenapa tiba.....?" Pikir Brunella. "Aisshhhhhh, kita benar-benar membuat mereka salah paham sekarang" kesal Brunella.


__ADS_1


Brunella tidak banyak bicara lagi, 'apa yang salah dengannya' pikir William. "Kenapa kau?" Tanyanya ketika sampai, "aku merasa tidak nyaman" jawab Brunella jujur. 'Ia terlihat aneh' pikir William. *Aku tahu kakakku kurang bergairah, jadi aku memberimu hadiah. Selamat bersenang-senang kakak dan kakak ipar* pesan Fredella, 'apa?!!!' kaget William. 'Adik macam apa dia? Aku harus bagaimana?' sambungnya, ia dengan tergesa-gesa membawa Brunella masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2