Persona

Persona
Chapter II


__ADS_3

Matahari di ufuk barat memancarkan sinarnya, silau memang, namun cahaya matahari itu tak mengganggu suasana hati Luna. Ia terdiam, matanya menerawang ke luar jendela MAX Expres, pikirannya melayang entah kenapa. Suara riuh penumpang tak digubrisnya, teriakan pedagang jajanan yang menjajakan kue atau jerit tangis anak balita di sekitarnyapun tak dapat mengganggunya. Bunda, Lexa serta Raka hanya bisa diam melihat tingkah aneh Luna.


-XXX-


Kereta api MAX Expres  kembali melanjutkan perjalanannya malam ini. Dengan  kecepatan penuh menembus gelapnya malam. Mungkin bukan hanya MAX Expres saja yang tetap bergerak cepat tapi juga pikiran Luna yang berfikir sangat cepat, angannya menembus waktu namun apadaya semua sudah terjadi , “ini mungkin yang terbaik” pikirnya. Banyangan kedua orang tuanya semakin membuatnya hilang jauh dari kenyataan. Air matanya mulai memberontak keluar, matanya mulai berkaca kaca, matanya memutar kearah jendela kereta dengan landskip gelapnya malam yang dihiasi cahaya bulan dan bintang. 


“Luna apa kau mau makan ini,” Tanya bunda, sesaat setelah itu lamunannya buyar dan ia berusaha menghilangkan tetesan air mata yang meluncur begitu saja di pipinya. Inilah yang difikirkan bunda sejak kecelakaan itu, Luna yang dulunya gadis periang serta tangguh kini berubah menjadi gadis melankolis yang selalu menyendiri, senyum khas Luna menghilang dan itu sangat terasa bagi bunda.


-xxx-


Hari demi hari berjalan terus tanpa mengenal lelah, namun bukannya hal baik yang terus ada melainkan hal buruk semakin mendekat.


“Tuk tuk tuk” pintu ku ketuk pelan beberapa kali.


“Luna … ayo makan dulu, nanti kamu sakit kalau terus terusan mengurung diri dikamar” seru ku dari balik pintu, lama aku tak mendengar jawaban, akhirnya ku putuskan untuk masuk. Aku melihat dia sedang memandang kearah jendela, angin berhembus lembut menerpa rambutnya.


“Luna … “ seruku lagi, beberapa kali aku mencoba membujuknya dengan ucapan merayu andalanku, kuputar cerita - cerita konyol saat pertama kali kita bertemu, atau aku pura - pura marah dan tak ingin memperdulikannya lagi, tapi semua hal yang kulakukan tetap saja tak membuatnya menggerakan bibirnya walau 1 milimeter. Aku terdiam cukup lama kali ini.


“Hai kau siapa?” tanyanya pada ku,


“Aku Lexa, kau ingat,” jawab ku, dia hanya menggeleng pelan. Mungkin aku harus mengulangi ceritaku mulai dari awal lagi. Dan ini kesempatan baik bagi ku. Aku mulai kembali bercerita ngalor - ngidul sambil tangan ku menyuapinya berlahan, tapi pasti dia sudah mulai membuka diri pasca kecelakaan itu. Kulihat Bunda yang berdiri di pintu terlihat sedikit bahagia melihat anak satu satunya mulai berbicara.


Beberapa minggu kemudian Luna sudah mulai tersenyum tipis dengan segala candaanku, tapi hanya candaan ku, kubuat senyaman mungkin saat ku mengobrol dengannya. Aku melihat ia seperti menyembunyikan sesuatu yang besar dari kami. Entah apa itu, yang pasti hanya Luna sendiri yang tau.


Malam itu semua sedang berkumpul diruang keluarga, aku, Raka serta Bunda.


“Mari kita pindah dari sini, mencari suasana baru mungkin akan membantu kesembuhan Luna.” suara bunda memecahkan keheningan kami bertiga.


“ya itu mungkin yang terbaik.” pikirku. Aku serta Raka hanya mengangguk tanda setuju. tak lama setelah perbincangan itu bunda pergi meninggalkan kami berdua.

__ADS_1


“Sepertinya bunda sudah memikirkannya matang – matang.” Raka membuka percakapan dan hanya aku balas dengan anggukan kecil.


“Ini yang terbaik Raka dan kita yang tak punya siapa – siapa ini akan selalu bersama bunda dan Luna” oceh ku pada Raka. Raka hanya mengangguk tanda mengerti apa yang aku akatakan.


-xxx-


“Hai apa yang kau lakukan” Tanya Deva pada Freezy. 


“Sudah diamlah ini akan sangat menyenangkan” jawab freezy.


Terlihat suasana gerbong tujuh sangat lengang semua penumpang kereta terlihat tertidur. Kecuali gadis itu, gadis dengan mata sayu dan raut muka kesedihan. Gadis melankolis itu terus saja melihat kearah gelapnya malam yang ada diluar jendela. 


“Permisi layanan kereta” suara itu menghancurkan lamunannya, seketika ia menoleh ke arah datangnya suara. Pandangan gadis itu dibalas oleh senyum ramah oleh sosok pramugara didepannya, disodorkannya makanan ringan serta coklat hangat. Gadis itu menerima pemberian pramugara tersebut dengan muka datar.


“Terima kasih,” ucapnya dan hanya dibalas senyuman ramah oleh sang pramugara.


Lalu tanpa disangka pramugara tersebut mendekatkan kepalanya kearah gadis tersebut. Mata gadis itu kini terbelalak melihat tingkah tidak sopan pramugara itu. Dengan suara berbisik pramugara itu berkata “Hai putri surya, berbaikanlah dengan lingkungan barumu, maka kamu akan mengerti apa yang terjadi”. Gadis itu hanya terdiam, ia seperti tersihir, membeku dan tak bisa berkata apa – apa, bibirnya kilu dan lidahnya menjadi mati rasa. Telihat pramugara tersebut tersenyum lalu sepersekian detik ia meninggalkan gadis tersebut. Kepala gadis tersebut menyimpan beribu pertanyaan dalam pikirnya. Ia mencoba bangkit dan mengejar sang pramugara. “Luna kamu mau kemana ?.”


-XXX-


"Apa kau gila, ini sudah diluar batas" protes Deva 


"Mungkin benar aku terlalu keluar batas dan terlalu ikut campur, tapi jika dia seperti itu maka kau tau sendiri akibatnya akan semakin buruk." jelas Freezy


Deva hanya mengangguk pelan tanda dia megerti. Percakapan keduanya terus berlanjut seolah tak dipedulikan oleh sekitarnya.


-XXX-


Adhisti berusaha mengejar pramugara tadi. Pramugara yang tau siapa dirinya sesungguhnya.

__ADS_1


"Apa itu kamu Freezy?" pikir Adhisti. Banyak hal yang ingin ia tanyakan padanya. Adhisti berlari kecil menuju ke gerbong depan, matanya mulai mencari sosok pramugara tadi. Namun nihil yang ia dapatkan, yang terlihat hanyalah para penumpang yang sedang tertidur. Tiba tiba dari arah depan pintu gerbong terbuka, mata Adhisti langsung menuju sosok yang membuka pintu tersebut. Sosok pramugara, "topi itu, baju itu, serta emblem itu" pikir Adhisti. Pramugara itu semakin mendekat. Mata Adhiati semakin tajam, "permisi nona saya mau lewat" kata pramugara tersebut.


"Bukan bukan itu suaranya" pikir Adhisti kembali. Hanya beberapa langkah setelah pramugara itu melewati Adhisti, ia pun memberanikan diri untuk bertanya apakah pramugara tersebut telah menawarkan minuman serta cemilan padanya.


"Tidak, saya belum pernah menuju gerbong 5 saya baru dari gerbong 3" jelas pramugara tersebut.


Adhisti hanya bisa menutup dan menggigit bibir bawahnya mendengar  jawaban dari pramugara tersebut. Dengan langkah gontai Adhisti kembali ke tempat duduknya. Dilihatnya bunda telah bangun dari tidurnya.


"Luna kamu dari mana, kata Lexa kamu habis dari kamar mandi" tanya bunda. Adhisti hanya tersenyum dan mengangguk pelan.


XXX -


Suasana caffe begitu tenang, diiringi suara lantunan musik akustik dari live musik. "The Paradise Caffe", temaram dan nyaman begitulah suana The Paradise, lentera yang bersinar redup, aroma seduhan kopi serta aroma legit yang tidak begitu menusuk hidung, disetiap meja di hiasi dengan sentuhan rangkaian bunga mini berwarna ungu, apalagi ditambah dengan suara merdu dari live performens kali ini, menambah suasana begitu nyaman dan damai.


Terlihat Alexa dan Luna sedang duduk saling berhadapan, terlihat sekali Luna begitu menikmati suasana dan nyanyian dari life akustik dari band yang tampil. Mereka menyanyikan lagu lawas "i wanna grow up with you" by Westlife.


"Lun, Luna"


"Iya Lexa ada apa," jawab Adhisti


"Kamu terlihat cantik sekali hari ini, ini juga adalah kali pertama kamu mau ku ajak keluar seperti ini."


Senyum tipis terpulas di bibir Luna. Melihat senyum tersebut terbersit rasa bahagia dalam hati Lexa, bagi Lexa Luna adalah seorang teman dan sahabat bahkan lebih dari itu "saudara".


- xxx -


"Apa kamu sudah gila," celoteh Deva kepada seniornya yang sangat gila, "Kamu sudah terlalu berlebihan mengikuti dan mencampuri ini semua kak." tambah Deva


"Lalu aku harus bagaimana, ini sangat menarik Deva, cobalah maka kamu akan ketagihan," jelas Freezy pada juniornya yang sangat super polos.

__ADS_1


"Terserah kamu, semua urusan mu, aku tak mau ikut campur apalagi dapet hukuman dari yang diatas."


Freezy hanya membalas dengan senyum nakalnya dan sepertinya ia akan melanjutkan rencananya atau memang yang kuasa berencana lain kepada dua gadis tersebut melalui Freezy.


__ADS_2