
Di acara pernikahan Fredella...
Banyak wanita berkumpul karena saatnya acara melempar bucket bunga, Brunella dengan siaga bersiap. Fredella sengaja mengarahkannya pada Brunella, tentu saja ia benar-benar menangkap karena uangnya. Tapi mendapat tepukan tangan orang-orang membuatnya sadar apa kesalahan yang telah dilakukannya, ia membawa bucket bunganya dengan canggung dan memberikannya pada William. "Good job" kata William.
Brunella meruntuki dirinya sendiri, namun kembali bersinar saat William memberikan bayarannya. "Kau benar-benar memberikan kode padanya, kak?" Tanya Fredella menghampiri Brunella yang tengah asik minum sendirian dan menikmati penghasilan. Sementara William bersama Shuwan Aksel dan ayah mereka. Brunella membuang pandangan ketika William menatapnya sekilas, 'apa yang ku lakukan? Dia bisa marah' runtuk Brunella.
William mendatanginya, "kenapa sayang? Kau malu aku memandangimu?" Godanya. "Sedikit" jawab Brunella. "Apa yang harus ku lakukan pada kode yang diberikan kakakmu ini, Fredella?" Goda William. "Kau bisa meminta Tuan Glover menyiapkan acaranya mulai dari sekarang" jawab Fredella, "aku tidak bisa menentukan tanggal yang cocok" kata William. "Ughhhh, kau selalu memiliki pekerjaan yang banyak. Mana mungkin memiliki waktu untuk menikahiku, bukan begitu sayang?" Balas Brunella.
__ADS_1
William tersenyum, "aku bahkan bisa meminta lebih dari 100 orang menyiapkannya dalam waktu semalam" katanya dengan ekspresi menyebalkan menurut Brunella. Brunella sangat kesal menatap lelaki itu, "Aksel mencarimu" alihnya pada Fredella. Ia kembali menghampiri Shuwan dan berkeliling bersama menghampiri tamu lainnya, "berhentilah mengacau hari menyenangkan milikku" tegur Brunella.
William jadi terkekeh. "Acara kita pasti akan lebih menyenangkan, terutama jika Dary tidak datang" candanya membuat Brunella cekikikan. "Lebih menyenangkan melihat ia terus-terusan mengejekmu" balas Brunella, "kalau begitu tolong lemparkan bucket padanya agar ia berhenti mengganggu hubungan orang lain" ujar William lagi. "Apa dia juga suka mempermainkan wanita sama sepertimu?" Tanya Brunella, "kenapa kau membandingkanku dengannya?" Balas William.
__ADS_1
#Brunella
Aksel menyalamiku. "Selamat ya kakak ipar, sepertinya tidak akan lama lagi" ucapnya membuatku mengangkat sebelah alis. "Bukankah kodemu berhasil kakak?" Goda Saralee, aku tidak bertujuan begitu padahal. 'Menyedihkan sekali ketika bahkan Saralee mengira aku sangat menyukai William, that's my fault. Dan.... Aku menyesal, okay?' aku hanya bisa merengek dalam hati. "Come, on. Tidak perlu dengan cara begitu pun aku sudah tetap akan menikahinya, tenang saja" jawab William.
Aku hanya tertawa dengan terpaksa, "mari cari topik baru" ajakku. "Bagaimana dengan topik tema seperti apa yang kalian inginkan? Aku bisa rekomendasikan beberapa wedding organizer yang punya diskon cukup besar" sahut Aksel, "apa yang kau bicarakan sayang? Dia Tuan Lemington" timpal Saralee. "Itu sangat membantu, adik ipar. Aku akan sangat berterima kasih" kata William, kenapa lagi orang ini? Biasanya sombong.
Aksel terkekeh, "tapi tidak ada harga yang perlu perhitungkan jika untuk wanitaku ini" ujar William lagi. "Permisi" ucapku seraya menjauh, namun masih dapat mendengar sedikit pembicaraan mereka. Aksel yang menjadi sedikit canggung. 'Sudah kubilang bukan dia itu sombong, jangan bilang aku tidak memperingatkan' pikirku. Waktu itu saja...
__ADS_1