Persona

Persona
19.


__ADS_3

Saat William menerima surat undangan pernikahan. "Selera adikmu itu jelek sekali, tapi tidak heran juga karena Aksel hanya memberikan opsi hanya dari beberapa desain murah. Takkan ku biarkan calon istriku memilih yang seperti ini, akan ku carikan yang sangat berkelas" ujarnya.


Saat melihat foto gaun yang dikenakan Saralee...


William terkekeh, "gaun apalagi ini?!" Teriaknya membuatku kaget. "Apa yang salah?" Tanyaku, "terlihat murahan" jawabnya.



Aku sedikit heran, "padahal itu desain dari brand aaaaaaa lho" ucapku. "Jika aku menerima desain seperti ini, aku akan mengembalikannya dan mencari desainer lain. Aku tidak peduli dengan bayaran mahalnya" kata William. "Untung saja aku tidak menikahi Fredella, seleranya tidak sekelas denganku" sambungnya. 'Untung saja dia tidak menikah denganmu, penuturan aneh William yang menjengkelkan pasti sudah membuat calon istrinya kabur' pikirku.



#Author

__ADS_1


Setelah Brunella kembali, William masih berdebat dengan Aksel membuat kakak beradik itu kewalahan. "Tapi ini adalah desain aaaaaaa" ucap Aksel, "sangat berlebihan aksesorisnya" balas William. Pertikaian kedua laki-laki itu berlanjut bahkan hingga tahap skincare yang digunakan Brunella dan Fredella, 'apa dia tahu?!' kaget Brunella ketika William mulai berlagak lagi.



Brunella menghembuskan nafas lega ketika Fredella dan Aksel pergi, "adik iparmu sangat menjengkelkan" kesal William. "Lalu, untuk apa perdebatan panjang itu?" Tanya Brunella. "Harga diri seorang lelaki" jawab William. "Aku menyandang nama Lemington di belakang, ingat?" Sambungnya. Brunella memutar mata, 'apa keluarga Lemington semuanya aneh begini?' pikirnya. "Yah, kau menyelamatkan harga diri keluarga Lemington" ucap Brunella malas. "Kau juga harus begitu, kau kan menyandangnya juga" kata William.




Edward terkekeh melihat ketidaksengajaan Brunella, "mobilnya sudah siap" ucapnya. "Bukankah kita tidak pulang?" Tanya Brunella, "Tuan meminta untuk dijemput" jawab Edward. William datang dengan tas tangan milik Brunella, setelah Brunella mencari-cari alasan akhirnya mereka bisa pulang. 'Yang tadi itu... Aku belum pernah berbohong pada keluarga, terutama ayah sebelumnya' pikirnya. "Lain kali tolong katakan rencanamu lebih dulu agar aku sudah bersiap" pinta Brunella.


__ADS_1


William tersenyum mengerikan. "Apa kau memerintahku, nona Brunella?" Tanyanya. "Bukan, aku hanya tidak ingin membuat kesalahan dialog" jawab Brunella. "Ini seperti opera, tidak bisa diulang agar lebih baik" sambungnya menghembuskan nafas berat. Kedatangan kami disambut Mrs. Hamlet. "Welcome home, Tuan dan nona Lemington" ucapnya. "Apa kalian membutuhkan sesuatu?" Sambungnya. "Aku tidak, tapi ku dengar nona ingin kau memberinya..." William yang kemudian berbisik.



#Brunella


Aku mengangkat sebelah alis, 'dia membicarakan apa pada Mrs. Hamlet?' pikirku. Tanpa menghiraukan rasa penasaran aku pergi, hingga Mrs. Hamlet datang tiba-tiba dan memberiku testpack. Aku hanya memasang wajah sangat bodoh saat Mrs. Hamlet meletakkannya di atas tanganku, aku jadi memuncak karenanya. "Arghhhhh, WILLIAM" ujarku kesal. Wait.... 'Memang kenapa ia memberikan ini? Apa kami..." Ucapanku terhenti.



#Author


Brunella mengetuk pintu William dengan gusar, "apa maksudmu ini?" Tanyanya. "Kau tampak berbeda akhir-akhir ini" jawab William, "bukan berarti aku perlu ini" kata Brunella memelas. "Kau tidak ingat?" Canda William seraya memasang wajah terkejut, "apa?" Tanya Brunella penasaran. "Sudahlah, kau tidak mungkin ingat. Aku mengerti" balas William, "jangan membuatku marah" perintah Brunella.

__ADS_1


__ADS_2