
Malam itu kembali tenang, kemudian sang gadis pun tersadar. Dia tau apa yang terjadi dan langsung meminta maaf. "Paman, aku sungguh minta maaf padamu. Ku harap kau dapat memaafkan perbuatan yang ku lakukan ini, aku akan mengganti semua kerugian yang paman dapatkan". "Nona, anda tidak perlu meminta maaf pada ku. Nona juga tidak perlu mengganti kerugiannya, hanya saja nona harus lebih berhati hati karena Keluarga Yu sudah tersinggung. Saya takut kalau anda kenapa Napa" jawabnya.
Gadis itu mengangguk, semua orang yang ada di sana membereskan kekacauan nya.
Keesokan harinya, mereka bersiap untuk pergi meninggalkan penginapan itu. "Nona, apa kau yakin ingin pergi meninggalkan penginapan ini?" tanya pemilik penginapan.
Sang gadis tersenyum dan mendekati lelaki paruh baya itu. "Paman, aku harus mengikuti sayembara yang diadakan oleh keluarga kerajaan. Aku ingin menjadi kuat, aku harap paman bisa mengerti maksud ku".
Lelaki itu menghela nafas dan pasrah, "Aku mengerti maksud nona, namun nona harus selalu waspada dan berhati-hati" jawabnya.
Gadis itu pun beranjak pergi dari penginapan tersebut. "Majikan, apa kau mau pergi ke sayembara itu?" tanya Al.
Sang gadis mengangguk, "Zora, tempat sayembara itu lumayan dekat dengan penginapan. Kenapa kau tidak tinggal sementara di sana?" tanya serigala.
Sang gadis menggeleng dan tersenyum sembari berkata"Apakah kau mau tetap tinggal di sana?. Aku bisa mengijinkan mu untuk tetap disana, hanya saja aku tidak mau merepotkan orang lain jadi aku memilih untuk pergi dan mencari tempat istirahat lain".
"B-baiklah, kalau itu mau mu aku akan menurut dan ikut dengan mu" jawab serigala.
__ADS_1
Sang Serigala tampak tersipu malu melihat senyuman gadis itu. Sedangkan, harimau yang melihat itu merasa kesal dan iri namun ditahannya.
Mereka menuju ke tempat pendaftaran, namun di tengah jalan mereka bertemu dengan seorang kakek tua yang sedang dalam kesusahan karena dia di rampok oleh para bandit.
Gadis itu merasa iba kepada kakek tua tersebut.
"Majikan, kasihan sekali kakek tua itu" ucap Al.
"Zora, apa kau tidak mau membantunya?" tanya serigala."Zora, apa kau membutuhkan bantuan kami untuk menangkap bandit itu?" tanya harimau.
Mereka bertiga melihat nya dan takut hal buruk akan terjadi. "Aku akan membereskan mereka" jawab gadis itu dengan ekspresi wajah dingin.
Secepat kilat dia mengejar para bandit itu, hingga akhirnya dia bisa berhasil menangkap semuanya.
Braak!!!!!
Gadis itu melempar kan bandit tersebut ke hadapan kakek tua. "Ambillah barang mu yang sudah mereka rampas darimu!" pinta sang gadis dengan datar.
__ADS_1
Kakek tua itu tersenyum sambil berjalan menuju kearahnya. "Nak, kakek ini sangat berterima kasih padamu karena sudah mau menolong ku" jawab sang kakek.
"Shiro, singkirkan sampah ini!. Aku tidak ingin melihatnya lagi!" pinta sang gadis dingin sambil menunjuk ke arah bandit itu.
"Baiklah Zora, aku akan melaksanakannya" jawab serigala itu.
Setelah itu, sang gadis terhuyung lemas dan ditangkap oleh harimau.
Sang gadis tersadar, "Zora, kau tidak apa apa kan?" tanya harimau khawatir.
"Huuuh, lagi lagi begini. Aku harus menjadi kuat secepatnya" pikir gadis itu.
Sang gadis menjawab pertanyaan harimau, dia berkata bahwa ia tidak apa apa.
Kakek tua itu mendekat dan memberinya sebuah kotak serta berkata kalau kotak itu harus dibuka saat bulan purnama.
Gadis itu pun menyimpan nya, "Oh ratuku...., akhirnya setelah sekian lama kau kembali. Aku sangat senang dengan kehadiran mu" kata kakek tua itu setelah pergi cukup jauh meninggalkan mereka.
__ADS_1