Petualangan Sang Pendekar Cantik

Petualangan Sang Pendekar Cantik
Kepulangan dan Penyambutan Anggota baru


__ADS_3

Sang gadis dan Marabas pun sampai, ketiga rekannya melihat dan menyambut kepulangan sang gadis. Namun, pandangan mereka bertiga seketika tertuju pada seseorang dibelakang sang gadis.


Mereka bertiga nampak heran dan kebingungan dengan sosok itu. Sang gadis melihat sikap mereka dan menjelaskan bahwa dia adalah pengawal barunya yaitu Marabas.


"Kalian, perkenalkan lah dia Marabas. Dia ini pengawal baruku, dia berasal dari klan banteng api. Oh ya, Marabas. Aku juga ingin memperkenalkan padamu, mereka adalah teman temanku yang sekarang sedang berperan sebagai budak ku" jelas sang gadis.


Mendengar perkataan itu Marabas pun mengangguk dan menjulurkan tangannya dengan maksud untuk berkenalan dengan yang lain.


Uluran tangan si Marabas di sambut oleh mereka. Mereka pun mulai memperkenalkan diri mereka sendiri.


"Halo, namaku Shiro. Aku dari klan serigala" kata Shiro.


"Hei, aku Tio. Sang pangeran harimau putih dan aku adalah teman yang lebih tampan dari pada si anjing hutan itu" jawab manusia harimau itu sambil tertawa meremehkan.


Shiro mendengar perkataan Tio, dia tampak agak kesal terhadap perkataan itu.


"Ohh... Benar juga, kau pasti suku darah yang langka itu kan?" tanya Marabas pada Al si suku darah.


Al mengangguk, namun karena sifat Al yang pemalu, jadi ia menjawab pertanyaan itu sambil bersembunyi dibalik punggung sang gadis.


"H-halo, aku... aku Al" jawabnya dengan gugup.


Setelah Al menjawab pertanyaan dari Marabas, suasana mendadak menjadi hening.


Untuk memecah keheningan itu sang gadis memerintahkan mereka untuk masuk ke dalam rumah.


"Zora Zora... aku sudah menyiapkan air mandi untukmu" kata Tio yang tampak ingin sekali dipuji oleh sang gadis karena ketulusan dirinya.


"Oh baiklah, Al kau siapkan makanan. Aku akan membersihkan diriku dulu" jawab sang gadis.


Al pun menyanggupi perintah sang gadis dan pergi ke dapur.


Sang gadis menuju ke kamar mandi, sedangkan Shiro, Tio, dan Marabas pergi ke ruang tengah.


Byurr!!! Byuurr!! Byuur!!....


"Huh..... Entah kenapa aku merasa sangat lelah, aku juga merasa seluruh tubuhku remuk" keluh gadis itu.


Sang gadis berendam di bak mandinya sambil mengeluh akan sakit yang dirasakannya itu.

__ADS_1


Namun, tanpa sengaja ia tertidur dan dalam tidurnya dia memimpikan hal yang sama seperti sebelumnya.


Dia terkejut dan sontak terbangun dari tidurnya. Sang gadis merasakan ada yang mengawasi dirinya di balik tirai yang ada dibelakangnya.


"Hei siapa itu!! Tunjukan dirimu!" seru sang gadis.


Ternyata benar, di balik tirai itu ada seseorang dan orang itu menyibakkan tirainya.


"Nona, apa kau sudah lupa padaku?" tanya seseorang itu.


Sang gadis mengerutkan keningnya dan mengingat kembali siapa sebenarnya orang itu.


"Kau tampak seperti manusia ikan yang ada di kolam belakang, namun kau tidak memiliki ekor melainkan kau berjalan menggunakan kaki" jelas sang gadis.


Orang itu tersenyum dan berkata


"Nampaknya kau tidak melupakan diriku, aku memang manusia ikan yang kau jumpai sebelumnya. Aku bisa berjalan didarat karena aku memberikan sisik ikan ku padamu dan itu yang menjadikan diriku bisa memiliki sepasang kaki" sahut sang manusia ikan itu.


Sang gadis nampak tak percaya dan terkejut akan hal yang dikatakan oleh orang itu, namun dia tetap berusaha untuk tenang dan menanyakan pada orang itu tentang maksud kedatangannya.


"Aku datang kemari untuk memberi tau mu, bahwa kau harus pergi kesuatu tempat yang tidak pernah kau datangi sebelumnya" jawab orang itu.


Orang itu sudah menduga sang gadis pasti akan menjawab demikian, maka dari itu ia berkata bahwa


"Aku akan membawamu kesana, dan janganlah kau lupa untuk membawa sebuah kotak yang telah diberikan seseorang kepadamu dan juga bawalah sisik ikan emas milikku serta kristal banteng api" jelas orang itu pada sang gadis.


"Hah? Kenapa aku harus membawa dua benda lainnya? Jika yang di bawa itu hanya sebuah kotak saja, aku bisa mengerti tapi, kenapa ada dua barang lainnya?" tanya sang gadis keheranan.


Orang itu tidak menjawabnya dan hanya tersenyum padanya. Tiba tiba, ia memberikan satu pasang pakaian kepada sang gadis dan meminta ia untuk memakainya.


"Hei nona, pakailah ini" kata orang itu.


"Kenapa aku harus memakai baju ini?" tanya sang gadis lagi.


Kali ini ia menjawab pertanyaan dari sang gadis.


"Pakaian ini yang akan kau kenakan saat ada di tempat dimana sinar rembulan menyinari seluruh daratan" jawabnya.


"Heh... Begitukah?" keluhnya lagi.

__ADS_1


Sang gadis beranjak dan segera menggunakan pakaian yang telah disiapkan orang itu untuknya.


Sang gadis melihat bayangan dirinya di dalam cermin dan seketika ia merasa takjub melihat dirinya sendiri.


"Wah... Apakah benar ini aku?" katanya takjub.


"Ya, itu adalah kau. Sekarang kau boleh bersantai dulu dan nanti aku akan menjemputmu" kata orang itu lagi lalu pergi.


Mendengar perkataan itu sang gadis mulai berfikir lagi tentang apa yang akan terjadi nantinya.


"aduh... sudahlah, jika aku terus memikirkannya, aku akan merasa pusing" katanya sambil pergi keluar kamar mandi.


Sang gadis menuju ruangan tengah dimana semua rekannya berkumpul. Dia melihat Al sudah menyiapkan makanan untuk semua orang.


"Majikan, kemari lah dan makan bersama" ajak Al pada sang gadis.


"Baiklah, Al apa yang kau masak ini? bau nya harum sekali" kata sang gadis.


Sambil tertawa lirih Al menjawab kalau ia memasak daging panggang.


Mereka pun makan bersama sampai mereka kenyang.


Hari semakin malam, sang gadis meminta izin pada rekan rekannya untuk pergi karena ada urusan.


"Aku malam ini tidak akan tidur dirumah, Tio, Shiro, dan juga Marabas aku harap kalian bisa menjaga rumah dengan baik. Dan untuk Al kau juga harus memastikan keamanan didalam rumah" kata sang gadis.


Mereka semua mengangguk sebagai bukti bahwa mereka menyanggupi perintah sang gadis.


"Zora, ada urusan apa kau sampai harus keluar malam malam? Apakah soal kotak itu?" tanya Shiro.


"emm... sebenarnya benar sih. Aku memang ingin pergi untuk mencari kebenaran tentang kotak itu karena aku penasaran terhadap isi didalamnya" jelas sang gadis.


Seketika Al menyadari bahwa si majikannya itu menggunakan pakaian yang berbeda. Ia pun menanyakannya pada sang gadis.


"Majikan, pakaian yang Anda gunakan terlihat berbeda dari biasanya, apakah itu model terbaru?" tanya Al pada gadis itu.


Mendengar pertanyaan itu sang gadis juga merasa bahwa pakaian yang ia pakai itu terlihat gak panjang.


"Oh, pakaian ini diberikan seseorang padaku. Aku juga merasa agak panjang" jawab sang gadis.

__ADS_1


Setelah itu, sang gadis pergi ke kamarnya dan bersiap untuk pergi. Dia juga membawa tiga benda yang disebutkan oleh orang itu.


__ADS_2