Petualangan Sang Pendekar Cantik

Petualangan Sang Pendekar Cantik
Rumah Baru#1


__ADS_3

Rumah itu memang terletak di dekat hutan suasananya sunyi dan sepi membuat rumah tersebut nampak seperti rumah hantu. Meski begitu, kebersihan dari rumah tersebut tetap terjaga. Sang gadis berakhiran dengan kondisi pada rumah itu. "Aneh, kenapa rumah ini bisa begitu bersih padahal jelas-jelas tidak ada orang di rumah ini?" Kata harimau.


"Majikan, Al juga merasa begitu" jawab Al.


Serigala itu juga mengangguk, "Apakah kalian tidak bisa merasakannya? Jelas sekali bahwa ada sesuatu di dalam rumah ini!" Ucap sang gadis.

__ADS_1


Mereka membuka pintu rumah dan masuk ke dalamnya, mereka juga berkeliling melihat setiap penjuru rumah itu. "Kalian cobalah cek bagian samping dan depan sedangkan, aku akan cek bagian belakang" perintah sang gadis pada mereka. Siro, Tio, dan Al langsung melaksanakannya. "Eh, energi di sini sangatlah pekat Tapi anehnya aku tidak bisa melihat sumber dari energi ini" gumam sang gadis.


Blub! Blub! Blub!


Gadis itu terlihat bingung dan heran. sedangkan, mereka bertiga sudah selesai mengecek bagian rumah dan memutuskan untuk kembali pada sang gadis. "Zora kami sudah memeriksanya tapi tidak ada apa-apa di dalam" kata Serigala. "eh,Kenapa ada manusia ikan?" kata mereka dengan kompak. "Aduh tidak aku sangka tiga suku hebat juga di sini" sahut manusia ikan itu dengan muka meremehkan. "Zora, menjauhlah dari ikan ini!" Bentak harimau dengan keras. Nampaknya ketiga rekannya itu sangat marah pada manusia ikan. Mendengar bentakan itu membuat sang gadis langsung menarik tangan nya kembali.

__ADS_1


Namun usaha itu sia sia, manusia ikan langsung menangkap tangan sang gadis lagi. "Jangan, tolong jangan pergi. Kau memiliki aura yang sama dengannya, aku terlalu lemah biarkan diriku menghisap sedikit auramu" pinta manusia ikan itu dengan ekspresi wajah menyedihkan. "Apa untungnya untukku?" Tanya gadis itu.


"Aku akan memberikanmu tiga sisik emas ku untukmu dan itu bisa kau gunakan sebagai sarana kultivasi mu" jawabnya. Sang gadis mengerutkan keningnya," huh... Baiklah, aku izinkan kau menyerap sedikit auraku. Tapi, aku akan menambahkan satu syarat lagi" kata sang gadis dengan tegas. Manusia ikan terlihat penasaran dengan syarat yang akan di ajukan oleh sang gadis. "Oh, kalau begitu apa syarat mu?" Tanyanya. Sang gadis tersenyum "syaratku hanya satu yaitu biarkan kami tinggal di sini dan juga kau harus membantu kami melenyapkan semua makhluk sepiritual yang ada di sini. Bagaimana apa kau setuju?" Sahut gadis itu.


Ketiga rekannya terperangah mendengar perkataan sang gadis dan mereka masih tampak tak suka terhadap manusia ikan tersebut. "Hanya itu?, Kalau begitu aku akan menyetujui persyaratan ini. Tapi, jika aku menginginkan auramu kau harus mengizinkan ku menyerapnya" jawabnya. Mereka pun saling menyetujui dan gadis itu membalikkan badannya seraya mengedipkan sebelah matanya pada ketiga rekannya. Mereka mengangguk dan sepenuhnya mempercayai sang gadis. Manusia ikan itu langsung menyerap sedikit demi sedikit aura sang gadis. Setelah selesai mereka beranjak pergi dan hendak beristirahat. "Namamu Zora kan, kalau begitu terimakasih kau sudah mau membagi auramu padaku. Ini balasan yang aku janjikan padamu" kata manusia ikan sambil melempar tiga sisik ikan emas itu."Baiklah aku terima, tapi kenapa kau ada disini?" Tanya gadis itu. "Karena aku di kurung dan tersegel disini. Tapi, kau tidak perlu takut aku tidak akan memakanmu kok" jawabnya. Sang gadis menghela nafas dan beranjak pergi beristirahat. "Ratu apa dia adalah titisan mu?" Gumam manusia ikan itu saat sang gadis telah meninggalkannya cukup jauh.

__ADS_1


__ADS_2