Petualangan Sang Pendekar Cantik

Petualangan Sang Pendekar Cantik
Ibu Kota Kerajaan#2


__ADS_3

2 jam kemudian, mereka sampai di ibu kota setelah menempuh perjalanan sampai yang panjang.


Mereka melewati pos penjagaan terlebih dahulu sebelum memasuki kota. Lelaki paruh baya itu mengantarkan mereka ke penginapan miliknya.


"Nona, ini adalah penginapan milikku kau bisa beristirahat disini." katanya.


"Terimakasih Paman, kami sangat terbantu dengan bantuan dari paman" kata sang gadis.


Lelaki itu tersenyum, dia melihat ke arah dua rekannya."Nona, lebih baik nona pergi ke pelelangan untuk membeli dua kalung budak untuk mereka. Kalung itu bisa melindungi mereka dari bahaya orang lain selama masih mengikat perjanjian tuan dan budak" ucap lelaki itu sambil menunjuk mereka berdua.


Gadis itu tampak bingung harus menjawab apa, dia hanya mengiyakan kata kata nya.


Setelah itu lelaki paruh baya itu berpamitan dan pergi meninggalkan mereka.


"Bagaimana menurut kalian?. Apakah kalian benar benar mau menjadi budak ku?" tanya gadis itu dengan nada setengah bercanda.


"Kami tidak keberatan, bahkan kami malah sangat menginginkan hal itu." jawab harimau.


Gadis itu terkejut bukan main mendengar jawaban itu."Kami ingin kau menjadi majikan kami, Zora." kata serigala memohon.


Gadis itu tidak bisa berkata apa-apa, dia langsung pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke tempat pelelangan.


"S-sudahlah, jangan mengatakan apa pun lagi. Lebih baik sekarang kita cepat pergi ke sana." ucap gadis itu.


Dua rekannya itu tersenyum, dan mereka pergi menuju ke tempat pelelangan.


Akhirnya mereka sampai, awalnya mereka ingin masuk bersama tapi karena penjaga disana mengatakan bahwa budak dilarang masuk, maka kedua rekannya menunggu di luar.


"Kalau begitu aku masuk dulu, kalian jangan pergi kemana pun!" kata gadis itu.

__ADS_1


Gadis itu pun masuk, di dalam sangat ramai banyak orang orang yang datang dari luar kota untuk mengikuti pelelangan itu.


"Aduh ramai sekali, bagaimana aku bisa duduk dengan tenang?." keluh gadis itu.


Tiba tiba seseorang menepuk pundak nya dari belakang."Nona, apakah kau mau mengikuti pelelangan?. kalau begitu silahkan duduk di bangku itu, jika kau berkenan." kata seseorang itu.


Tanpa bertanya lagi dia pun langsung duduk.


"Apakah disini menjual kalung budak?" tanya gadis itu.


Seseorang itu tertegun dengan pertanyaan itu, kemudian ia menjawab"Benar nona, Tapi kalau boleh tau kenapa nona menginginkan benda itu?"


"Aku ingin memberikan nya pada budak ku!" Katanya yang sedang berpura pura itu.


Mendengar perkataan itu, dia tertawa dan berkata jika gadis itu datang ketempat yang tepat.


"Nona, kau sepertinya baru dikota ini. Kalau begitu aku akan menjelaskannya padamu. Si pelelangan ini tidak hanya menjual kalung budak saja tapi juga menjual budaknya. Jika nona mau nona bisa saja membelinya dengan penawaran tertinggi." Jelasnya.


Tok .....Tok..Tok...


Pelelangan akhirnya dimulai, pihak pelelangan mengeluarkan barang pertama. Sampai pada barang ke lima, barang inilah yang dicari si gadis itu. "Barang selanjutnya yaitu kalung budak terbaru, kalung ini dilengkapi dengan formasi sihir kelas atas. Dijual mulai harga 100!" kata sang pelelang.


Semua hadirin yang ada di sana terdiam dan berbisik bisik bahwa tidak akan ada orang yang menginginkan barang itu. Kesempatan ini diambil oleh gadis itu, gadis itu menawar dua kali lipat dari harga sebelumnya. Akhirnya gadis itu pun mendapat kan barang yang diincarnya itu. Awalnya dia ingin pergi namun "Tuan dan nona sekalian, ini adalah barang terakhir di pelelangan bulan ini. Yaitu suku darah"


Mendengar hal itu semua orang menjadi sangat ribut.


"Suku darah ?" tanya gadis itu.


" Nona, suku darah adalah salah satu ras yang langka. Apakah nona tertarik untuk membeli nya? tanya seseorang itu.

__ADS_1


"Menarik, aku akan melihat seperti apa suku darah itu" jawab sang gadis.


Tanpa berlama lama lagi barang terakhir di keluarkan.


"Tuan dan nyonya sekalian, ini adalah suku darah!. Rambutnya putih, matanya merah dan kulit nya juga sangat halus. Akan kami jual dengan harga 800 juta teel!" Kata sang pelelang.


Semua berebut dan bersaing harga. Harga tertinggi yaitu 1000 juta teel, tapi gadis itu nampak sangat tertarik dengan suku darah itu. Dia menawarkan harga 2000 juta teel untuk nya.


Semua orang terperangah mendengar harga itu.


Dia akhirnya mendapatkan nya.


Setelah selesai gadis itu pergi mengambil barang-barang nya dan keluar dari pelanggan.


"Kau, perkenalkan lah namaku Zora! majikan barumu."


Suku darah itu terdiam.


"Siapa namamu?" tanyanya.


"Aku tidak memiliki nama" ucap suku darah itu.


"Hmm, kalau begitu kau akan aku beri nama Al!" ucap gadis itu."Al, aku menyukai nama itu nona!" jawab Al.


"Mulai sekarang kau panggil aku majikan!, kau mengerti?" tanya gadis itu.


Al pun mengangguk."Apa yang harus aku lakukan untuk membuat perjanjian dengan mu?" tanyanya.


"Aku adalah suku darah, anda berikan aku darah majikan" Ucap Al

__ADS_1


"Baiklah, minumlah tapi jangan terlalu banyak"


"Setelah ini aku akan mem perkenalkan kau dengan yang lain!" ucap sang gadis itu.


__ADS_2