
Malam itu seketika sunyi, angin berhembus semakin pelan. Didalam tidur nya gadis itu bermimpi, bahwa ia bertemu dengan sosok yang memanggil nya lagi.
"Zora, Zora ku.. Apa kau masih mengingat ku?" kata sosok itu.
Saat itu, kesadaran sang gadis bagaikan terkurung di dalam sebuah ruangan. "Huh, bagaimana mungkin aku lupa dengan mu!. Shadow!" jawab gadis itu dengan acuh tak acuh.
Sekilas tampak dari kejauhan di dalam ruangan itu, muncul sesosok misterius menghampiri dirinya.
"Ternyata kau selalu mengingat ku Zora!" ucap sosok itu. Ternyata sosok itu adalah dirinya sendiri. Gadis itu heran, bukankah yang memanggil dirinya waktu itu adalah suara laki laki.
"Apa apaan ini!" bentak gadis itu kesal."Tenanglah Zora, bukan kah kau sudah menyetujui perjanjian yang kau buat dengan ku dulu. Jadi sekarang kau adalah aku dan aku adalah kau." sahut sosok itu.
Gadis itu teringat dengan perjanjian itu dan mengangguk."Jadi dengan kata lain kau adalah diriku yang lain?" tanya gadis itu.
Sosok itu mengangguk, "Zora, sekarang semua budak mu sedang dalam bahaya. Jika kau tidak menyalamat kan mereka maka sesuatu yang buruk akan terjadi." kata sosok itu.
"Aku mengerti, bagaimana agar aku bisa membantu mereka dan melindungi nya?" tanya gadis itu. Sosok itu tersenyum, "Kau yang sekarang belum cukup kuat untuk melawan bahaya itu. Biarkan aku membantumu" jawabnya.
"Apa yang bisa kau lakukan untuk membantu ku?" tanya sang gadis.
"Aku bisa membantu mu menyelesaikan semua masalah, Tapi aku membutuhkan ragamu untuk melakukannya." jawabnya. Gadis itu mengerutkan keningnya dan tampak tak percaya pada sosok itu.
"Apakah aku tetap bisa memiliki tubuhku kembali?" tanya gadis itu khawatir.
__ADS_1
"Kau bisa memilikinya kembali, tapi kau tidak bisa sepenuhnya mengendalikan ku" jawab sosok itu.
Tanpa berfikir panjang sang gadis langsung menyetujui nya.
Gadis itu merasa waktu yang tersisa tidak lah banyak. Sementara itu, di luar kesadaran nya mereka bertiga hendak di tangkap oleh nona muda Yu itu. Tapi, berkat kalung budak yang sudah dibelinya mereka masih bisa terlindungi.
Sreerrt!!!
Terdengar suara sengatan listrik yang begitu kuat, membuat nona muda itu terpental cukup jauh."Aaah!!!, Beraninya kalung sihir itu melukaiku!" ucapnya sambil menahan sakit.
Nona muda itu melihat sang gadis dan berniat mencelakainya. "Apakah dia itu majikan kalian?, buruk sekali. Dia tidak pantas menjadi majikan kalian!" ucapnya.
Dia berjalan mendekati sang gadis, mereka bertiga langsung menghalangi nona muda itu.
"Kau, tidak boleh menyakiti majikan!" ucap Al.
Nona muda itu tertawa sangat keras, suara tawanya membangunkan sang gadis.
Gadis itu membuka matanya, namun warnanya yang semula hitam menjadi warna merah darah yang menyala dan ekspresi wajah dingin.
Plaakk!!!
Nona muda itu menampar wajah Al. "Kalian adalah milikku dan tidak pantas dengan wanita rendahan itu!" bentak nya.
__ADS_1
Nona muda itu ingin menampar wajah Al lagi, namun kali ini di tangkap oleh sang gadis.
"Kau!!, apa yang kau lakukan. Lepaskan tanganmu dariku!" kata nona muda itu.
Gadis itu menghempaskan nya dengan kuat.
Orang orang yang ada di sana menjadi heboh, dia mendekati Al dan menyembuhkan lukanya.
"K-kamu, apa yang kamu lakukan!" teriak nona muda itu ketakutan.
Gadis itu mendekati nya, Energi gadis itu sangat kuat.
Tiba tiba petir bergemuruh, semua orang ketakutan. "Kau sudah berani menyentuh mereka!, berani melukai mereka!, aku tidak akan memaafkan mu!" kata gadis itu dengan ekspresi wajah datar.
"Aku akan menghanguskan tangan yang kau gunakan untuk melukai mereka!" sahut sang gadis.
"Jangan!!!!!, siapapun tolong aku!!" teriak nona muda itu sambil berurai air mata.
Gadis itu tidak bergeming sedikitpun, tanpa.basa basi lagi dia langsung membakar tangan nona muda itu.
"Aaaaahhh!, sakit, sakit sekali!. kau tidak akan bisa lari, keluarga Yu pasti akan membunuhmu!"
teriaknya sambil berlari meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Setelah semua selesai gadis itu kembali tertidur.
Episode selanjutnya Menjadi lebih kuat#1