Petualangan Sang Pendekar Cantik

Petualangan Sang Pendekar Cantik
Rumah Baru#2


__ADS_3

Gadis itu masuk dan merebahkan tubuhnya. Tak lama setelah itu ada suara kepakan sayap burung yang lumayan besar. Dia terkejut dan sontak membuka pintu kamarnya.


"Hah! Siapa yang berani mengganggu istirahat ku! Keluarlah kau!" Katanya dengan ekspresi marah.


Saat sang gadis mengatakan itu, tiba tiba kaluar sesosok manusia dengan sayap dipunggung nya. Sayap itu berwarna hitam lebat bagaikan burung gagak yang besar.


"Siapa kau? Beraninya kau menggangguku!" Kata sang gadis. "Apa aku perlu memberitahu diriku padamu?" Kata manusia burung itu.


Nampak dari raut wajahnya bahwa sang gadis teramat marah karena perkataan si manusia burung.


"Ck jika kau tidak mau mengatakannya maka lebih baik kau pergi dari hadapanku sekarang! Kalau tidak aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri" kata sang gadis sambil mengumpulkan sihirnya.


Mendengar perkataan itu si manusia burung merasa takut dan akhirnya dia mengungkapkan identitas diri nya.


Dia menjelaskan bahwa dirinya adalah salah satu makhluk spiritual tingkat tinggi yang ada di rumah itu.


"Jadi begitu, tapi kenapa kau menemui ku? Apa kau juga mau membantuku untuk mengusir makhluk spiritual lain di rumah ini?" Kata sang gadis.


"Benar! Apa kau kagum dengan kegagahan ku yang berani melawan makhluk disini! Hahaha" katanya dengan sombong dan percaya diri.


"Mana mungkin, aku hanya bertanya siapa dirimu" katanya datar.

__ADS_1


Dia terperangah tak percaya dan tampak sedikit sedih.


"Sudahlah, siapa namamu?" Tanya gadis itu.


"Aku tidak punya nama, jadi kau bisa memberiku nama yang bagus" jawabnya.


Sang gadis memikirkan nama apa yang bagus untuk si manusia burung. Tanpa berlama lama lagi dia mengatakan namanya.


"Baiklah, namamu Rou" ucapnya.


Tiba-tiba manusia burung itu bersinar dan tampak sangat bahagia dengan nama yang diberikan sang gadis.


"Huh... sudahlah, sekarang pergi lah kau. Aku mau tidur dan jangan ganggu aku saat malam hari" kata sang gadis dan kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Hmm... sepertinya yang dikatakan si ikan itu benar adanya, kalau begitu baguslah" gumam si manusia burung dan terbang meninggalkan tempat sang gadis.


Manusia burung terbang menemui si manusia ikan. mereka tampak sangat akrab dan seperti mengobrol kan sesuatu.


"Hei ikan! apa kau yakin dia adalah Ratu yang kita cari selama ini? tadi aku berjumpa dengannya dan dia memberiku nama. Tapi, aku merasa bahwa spiritual nya agak lemah dan tidak teratur" kata Rou.


Mendengar perkataan itu si manusia ikan juga bingung dan berfikir kenapa spiritual sang gadis sangat lemah dan tidak teratur.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau, tapi diriku merasa kalau ada sesuatu di dalam jiwa dia yang tidak kita ketahui" katanya.


mereka mengerutkan keningnya dan tampak berfikir keras tentang hal itu.


"Sudahlah...nanti juga tau penyebabnya" sambung Rou.


Manusia ikan itu mengangguk dan berenang kembali ke dalam air.


Begitu juga dengan Rou, dia terbang kembali menuju rumahnya.


Hari semakin malam, suasananya menjadi mengerikan, angin berhembus pelan, serta pepohonan yang bergerak mengikuti arah angin.


Didalam mimpinya, sang gadis bertemu dengan sesosok wanita, rambutnya terurai panjang, mengenakan gaun serba hitam, dan wajahnya yang ditutupi dengan kabut.


"Sudah waktunya....." kata si sosok itu.


"Waktunya apa! apa yang kau katakan! siapa kau!" teriak sang gadis.


Namun, sosok itu tidak menjawab dan tiba tiba pergi meninggalkannya tanpa mengatakan sepatah katapun. Setelah itu, sang gadis terbangun dan terkejut dengan apa yang dimimpikan nya.


"Huh...untung saja hanya mimpi. Tapi, aku tidak bisa bergerak dan bahkan tidak bisa bernafas dengan baik" gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2