Petualangan Sang Pendekar Cantik

Petualangan Sang Pendekar Cantik
Menjadi Kuat#2


__ADS_3

Sesampainya di tempat pendaftaran, semua orang ramai berkumpul untuk mengikuti pendaftaran. "Tuan, aku ingin mendaftar masuk sayembara" kata sang gadis itu dengan berjalan kearah meja pendaftaran. "Aduh nona, di sayembara ini tidak boleh membawa budak" kata petugas pendaftaran. Sang gadis mengangguk dan pergi meninggalkan tempat pendaftaran.


"Majikan, maaf gara gara kami majikan tidak bisa ikut" kata Al sedih. Gadis itu membalikkan badannya, dia lantas tersenyum. "Untuk apa kalian bersedih, kalian tenang saja walaupun aku hari ini tidak bisa ikut tapi lusa besok masih bisa kan" kata sang gadis. Mendengar jawaban itu mereka pun tersenyum, "Zora, setelah ini kamu mau kemana. Apa kau sudah ada rencana untuk itu?" Tanya serigala. "Mungkin lebih baik aku mencari rumah terlebih dahulu" jawabnya.


Tiba tiba mereka merasakan hawa keberadaan seseorang di sebalik dinding. Gadis itu mengira ada orang yang sengaja mendengar percakapan mereka. "Keluarlah!!!, Jika kau terus bersembunyi aku akan membakar mu hidup hidup!" Kata harimau dengan keras.

__ADS_1


"Hehehe.. sepertinya nona sangat pandai memilih budak. Saya adalah Romi, saya ini penjual rumah. Saya tadi mendengar anda sedang mencari rumah, jadi siapa tahu nona bisa memilih rumah dengan pintar" kata penjual itu. "Hmm... Aku bisa mempertimbangkan tawaran mu, tapi rumah seperti apa yang akan kau jual padaku?" Tanya gadis itu.


Rekannya yang lain mengangguk tanda mereka menyetujui perkataan sang gadis. Mereka semua pergi melihat rumah rumah itu, sang penjual menawarkan tiga rumah. Rumah pertama berada di tengah kota, rumahnya mewah, namun kurang bersih. Rumah kedua berada di pinggiran kota, rumahnya sepi, sederhana namun kurang bersih. Rumah ketiga berada di dekat hutan, rumahnya sederhana, sepi namun kebersihan nya terjaga, serta terdapat kolam renang di dalam nya.


Setelah itu sang gadis memilih salah satu dari rumah yang ditawarkan oleh penjual itu. "Paman, aku memilih rumah terakhir. Karena aku merasa kebersihan lebih penting dari kemewahan. Selain itu, saya juga menyukai ketenangan" jawab sang gadis. Penjual itu terperangah dan terdiam tak menyangka, "Nona, saya tidak menyangka anda akan memilih rumah itu. Apa nona tidak takut dengan penjaga rumah itu?" Tanya penjual pada sang gadis.

__ADS_1


Penjual itu menghela nafas, dan memberikan kunci rumah itu. Sang gadis pergi ke sana bersama dengan ke tiga rekannya. Setelah sang gadis pergi cukup jauh dari penjual, seorang gadis yang menghampiri penjual.


"Heeh... Jadi si gadis rendahan membeli rumah siluman itu" kata wanita itu.


"Benar nona besar, gadis itu pasti akan binasa. Karena orang itu sudah menyinggung anda dan keluarga Yu" kata penjual itu.

__ADS_1


"Hahaha... Gadis itu memang pantas mendapatkan nya, Salah sendiri dia mencelakai adik ku. Mati lah kau" dia adalah nona besar keluarga Yu namanya Yu Tian. "Benar nona, gadis yang sudah mencelakai nona muda memang harus binasa" jawab sang penjual. Mereka berdua tertawa licik, sepertinya mereka masih merencanakan sesuatu yang buruk terhadap sang gadis.


"Hah... aku puas! sudahlah aku akan kembali ke rumah. Kau awasi saja mereka, dan laporkan padaku apa yang terjadi pada mereka! mengerti!" kata Yu Tian. "Mengerti, nona saya akan mengawasi mereka dengan baik" jawab penjual.


__ADS_2