
Hari menjelang sore, gadis itu juga hampir menyelesaikan perjalanannya. Namun, sebelum dia meninggalkan tempat itu, dia mengunjungi markas para banteng api.
Markas banteng api terletak didalam hutan berkabut dan disekelilingnya ada tujuh pohon yang daunnya berwarna emas.
Disana juga disebut sebagai wilayah lembah hutan emas.
"Oh... Apakah disini tempatnya? Aku merasa tempat ini sangat menyeramkan" kata sang gadis setelah sampai disana.
Baru satu langkah dia menginjakkan kakinya di tempat itu, dia sudah dihadang oleh segerombolan banteng api. Diantaranya ada juga yang berlevel tinggi. Namun, sang gadis tak gentar sedikitpun.
Drrap!! Drrap!! Drrap!!
Seketika itu seluruh klan datang, seperti hendak mengepung sang gadis.
"Hei!!! Aku kira siapa yang datang kemari, ternyata hanyalah manusia rendahan saja!! Pergilah, jangan mengira kau bisa menaklukkan kami karena ketua klan sedang pergi!" bentak salah satu anggota klan.
"Aku datang kemari bukan untuk bertemu dengan ketua klan kalian, tapi bertemu dengan semua anggota klan. Aku juga membawa satu barang, mungkin saja bisa kalian bisa menyimpannya" jawab sang gadis.
Mendengar jawaban dari sang gadis, mereka tertawa dan berkata kalau dia tidak pantas untuk bernegosiasi dengan mereka.
"Hei, lebih baik kau pergi saja. Toh kami juga tidak akan menerima barang darimu!" sahut anggota klan itu.
Sang gadis mendengar perkataan itu dan tersenyum.
"Heh~ Apakah kalian yakin tidak mau barang ini? Jika kalian tidak mau, aku akan hancurkan saja benda ini" kata si gadis.
Sang gadis mengeluarkan barang itu. Saat barang itu dikeluarkan, mereka nampak terkejut dan seolah tak percaya.
Benda itu bersinar di telapak tangan sang gadis dan secara refleks merekapun berlutut.
"Kenapa benda itu bisa ada ditangan mu!! Apa yang terjadi pada ketua? Apa... Apakah kau.... Kau membunuh ketua?!" kata salah satu anggota klan.
Sang gadis mengangkat tangannya tinggi tinggi dan berkata bahwa ia memang membunuh ketua klan mereka. Namun, sang gadis tidak berkata kalau ketua klan itu yang meminta ia untuk membunuh dirinya.
Mendengar perkataan sang gadis, mereka teramat marah bercampur dengan kesedihan yang mendalam. Akan tetapi, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Salah satu anggota klan yang paling kuat berjalan dan berhenti didepan semua anggota.
"Apakah kau benar-benar membunuh ketua? Jika benar, berarti kau telah menjadi ketua kita yang baru. Namun, jika kau ingin membuat kami mengakui bahwa dirimu itu kuat maka cobalah serang aku. Jika aku bisa menahan tiga pukulan darimu maka kau akan mendapatkan pengakuan dari kami!" kata salah satu anggota.
Anggota itu memberikan tantangan kepada sang gadis, lantas sang gadis pun menerimanya.
Mereka beranjak ke area pertarungan dan sesampainya di sana anggota itu mengatakan aturannya.
__ADS_1
"Hei manusia! Karena kau telah membunuh ketua, maka sekarang lawanlah aku, kau boleh memukulku sebanyak tiga kali, jika aku tidak bisa menahan seranganmu maka kau menang!" jelasnya.
"Huh... Apa kau yakin dengan tiga serangan itu? Bagaimana jika kau malah terbunuh dengan satu serangan dariku? Lagipula kau itu banteng dan aku manusia, aku tidak ingin terlihat seperti sedang menindas binatang" kata sang gadis meremehkan.
Merasa dirinya diremehkan oleh sang gadis, ia pun berinisiatif untuk mengubah dirinya dengamn sedemikian rupa menjadi mirip manusia.
"Hmph... Bagaimana kalau sekarang! Aku sudah mengubah diriku seperti manusia, apa sekarang kau sudah tidak sungkan untuk menyerang ku? Dan bagaimana pendapatmu tentang wujud manusia ku ini?" ucap anggota itu.
Sang gadis tertawa ringan mendengar ucapan itu, tanpa berbasa basi lagi ia pun bersiap untuk memukul sang anggota.
"Yah... Aku akui wujud mu itu lumayan gagah dan juga parasmu yang tampan. Apa kau ingin bertaruh denganku? Jika aku menang kau harus mengabulkan dua permintaan dariku!" kata sang gadis.
Si anggota mengerutkan keningnya dan ternyata dia juga tak mau kalah, dia juga mengajukan taruhan yang sama dengan sang gadis.
Mereka pun sepakat dan memulai pertandingan. Pada saat sang gadis melayangkan pukulan pertama, si anggota terdorong cukup jauh, tapi masih sanggup untuk berdiri.
"Hahaha... Apakah hanya ini kemampuanmu!!" teriak si anggota.
Namun, sang gadis tidak menghiraukan perkataan itu. Ia bersiap untuk meluncurkan pukulan keduanya. Di pukulan kedua, si anggota itu terpental dan terbentur sebuah batu.
Ia juga memuntahkan darah yang ada dalam tubuhnya, dia terlihat terluka cukup parah akibat dari pukulan itu. Namun, ia masih saja berusaha untuk berdiri dan bersiap untuk menerima serangan terakhir dari sang gadis.
"Uhuk uhuk uhuk... Aku... Tidak apa apa! Cepat! Ini adalah serangan terakhir!!" tantang si anggota sambil berteriak.
"Heh... Apa kau yakin ingin menerima pukulan terakhir dariku? Aku takut jika tubuhmu yang kekar ini malah jadi hancur dan tak berbentuk lagi. Sebaiknya selesai sampai disini saja dan mengakulah kalah, toh aku juga tidak akan mencelakai mu lagi" sahut sang gadis.
Namun anehnya si anggota tetap ingin melanjutkan pertandingan itu dan menolak untuk mengaku menyerah.
Jadi, sang gadis hanya bisa menghela nafas panjang dan menuruti kemauan si anggota untuk melanjutkan pertandingan.
Baaam!!..
Pukulan terakhir telah dilancarkan oleh sang gadis, pukulan itu tepat mengenai dada si anggota. Si anggota memuntahkanlebih banyak darah dari sebelumnya dan dari matanya juga ada darah yang mengalir keluar.
Si anggota itu tak sadarkan diri dan hampir saja menemui ajalnya, namun berkat pertolongan dari sang gadis ia berhasil menyembuhkan luka luka si anggota.
"Ugh... Dimana ini? Aku kira diriku sudah mati" gumam si anggota.
Si anggota membuka matanya perlahan dan melihat sosok gadis itu sedang membalut lukanya.
"Eh.. apa kau sudah sadar? Bagaimana? Apakah masih ada yang sakit?" tanya sang gadis dengan penuh perhatian.
Si anggota itu tertegun mendengar perkataan sang gadis.
__ADS_1
"Hoi! Apa kau tidak dengar apa yang aku katakan? Kau juga sudah membuat seluruh anggota menjadi cemas! Kau harus minta maaf pada mereka" ucap sang gadis.
Si anggota kembali tersadar.
"Terimakasih kau sudah mau menyelamatkan ku, aku merasa lukaku sudah tidak terlalu sakit, aku juga minta maaf pada kalian karena telah membuat kalian mengkhawatirkan diriku" jelas si anggota.
"Fiuh... Syukurlah kalau begitu, hari semakin gelap dan aku harus secepatnya pergi dari sini. Oh, benar juga, bagaimana dengan kristal ini?" sahut sang gadis.
Semua anggota saling bertatapan dan sepertinya mereka telah membuat satu keputusan.
"Kristal itu kami berikan padamu, tapi sebelumnya kau masih punya dua permintaan yang harus kau ajukan padaku" jawab si anggota.
Sang gadis memejamkan matanya dan berfikir tentang dua permintaan itu.
"Emm... Baiklah kalau begitu, jujur saja aku sangat tertarik dengan kemampuan dirimu. Aku juga saat ini masih membutuhkan satu orang pengawal pribadi. Jika kau mau, jadilah pengawalku" katanya.
Sang gadis membutuhkan pengawal karena ia memiliki firasat bahwa malam nanti akan terjadi sesuatu yang tidak pernah ia alami sebelumnya. Bahkan, di kehidupan sebelumnya.
Walaupun sang gadis sudah memiliki tiga anggota yang terbilang cukup kuat, namun entah mengapa sang gadis tetap merasa itu tidaklah cukup.
Ia memiliki manusia serigala yang memiliki strategi yang bagus, manusia harimau yang memiliki pengendalian spiritual yang kuat, serta suku darah yang berkemampuan untuk menciptakan sebuah obat.
Gadis itu juga memiliki dua partner saat membersihkan siluman yang ada dirumah barunya. Yaitu si burung gagak dan manusia ikan emas.
"Hei apa kau yakin ingin menjadikan ku sebagai pengawalmu? Aku merasa kau sudah banyak memiliki siluman tingkat tinggi. Bahkan kau juga memiliki suku darah yang langka" jelasnya.
Mendengar penjelasan itu, sang gadis mengangguk dan berkata bahwa dia tetap membutuhkan pengawal.
"Kau hanya perlu menjawab ya atau tidak! Jika kau tidak setuju, maka aku tidak akan memaksamu lagi" sahutnya.
"Huh... Baiklahaku setuju menjadi pengawalmu! Tapi, kau tidak bisa menjalin kontrak jika kau tidak memberitahukan kepada ku siapa namamu!" kata si anggota.
Tanpa berlama-lama lagi sang gadis mengatakan namanya dan kontrak pun terjalin.
Pada akhirnya sang gadis mendapatkan satu anggota lagi sebagai pengawalnya.
Pengawalnya itu memiliki tubuh yang gagah dengan tinggi badan yang sedikit lebih tinggi daripada sang gadis, rambutnya merah dan bermata kuning keemasan. Serta paras yang rupawan.
Setelah itu dia menamainya dengan nama "Marabas" yang berarti iblis api. Karena, Marabas berasal dari klan banteng api dan memiliki kekuatan spiritual api.
Pada akhirnya ia dan Marabas berpamitan dengan anggota klan yang lain. Kemudian, mereka pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke tempat penyetoran hasil sayembara.
Gadis itu mendapatkan poin dan skor tertinggi diantara peserta lainnya.
__ADS_1
Setelah selesai mereka pun pulang kerumah sang gadis.