
Gadis itu nampak pucat, dia pun beranjak dan pergi membersihkan dirinya. Ia sepertinya sedang memikirkan mimpi nya semalam.
"Hah....aku sama sekali tidak mengerti, kenapa aku bisa mendapat mimpi aneh seperti itu? Sebenarnya apa maksudnya? Sudah hampir waktunya? Apa itu?" keluhnya. Dia mengambil pakaian di sebelah kanan dan memakainya.
Tok tok tok...
Gadis itu menoleh dan membukakan pintu. Dia melihat ke arah orang yang mengetuk pintu tadi. Ternyata itu adalah rekannya.
"Hmm? Shiro kenapa pagi pagi sudah kemari? Apa ada masalah?" tanyanya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Manusia serigala itu melihat sang gadis mengeringkan rambutnya. Dia tiba-tiba memegang rambut sang gadis.
Gadis itu terkejut bukan main dan refleks menampar wajah sang serigala.
"Aduh....Zora kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya sang serigala dengan nada kasian.
"Huh...aku tidak bermaksud seperti itu sebenarnya. Lagian kenapa kau tiba tiba menyentuh rambutku?" tanya sang gadis geram.
"Tidak, aku hanya ingin menyentuh rambutmu saja" jawabnya.
Sang gadis berdecak sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh benar, aku kemari karena ingin memberitahu mu bahwa nanti malam adalah bulan purnama dan malam ini juga semua makhluk spiritual akan keluar mencari kekuatan sinar rembulan" jelasnya.
Sang gadis tiba tiba teringat oleh kotak yang diberikan kakek tua kemarin.
__ADS_1
"Kekuatan sinar rembulan? Apa itu? Apakah ada hubungannya dengan kotak yang diberikan kakek tua saat itu?" katanya setelah mendengar perkataan sang serigala.
Sang serigala mengerutkan keningnya.
"Aku tidak tau apa hubungannya, yang jelas kekuatan sinar rembulan itu bisa membangkitkan energi suci yang ada di dalam tubuh hewan spiritual seperti kami" jawabnya.
Sang gadis berfikiran bahwa apa yang terjadi saat ini mungkin ada hubungannya dengan kotak yang diberikan oleh kakek tua itu.
"Sudahlah nanti juga akan tahu, sekarang lebih baik kau bangunkan saja yang lain. Aku akan menunggunya di sini. Setelah itu aku akan berangkat untuk mendaftar sayembara" kata sang gadis.
Sang serigala mendengar perkataan itu dan mengangguk, lalu ia pun pergi untuk membangunkan teman-temannya.
"Aku pasti akan mencari tahu Apa hubungan dari semua ini dan aku pasti akan mengetahui semuanya" gumam sang gadis.
"Majikan semangat ya, nanti kalau sudah pulang aku akan membuatkan teh untukmu" kata Al.
Begitu juga dengan rekannya yang lain, mereka memberikan semangat dan support untuk sang gadis. Tanpa berlama-lama lagi sang gadis langsung pergi ke tempat sayembara. Dia mendaftar untuk masuk ke dalamnya.
"Tuan, namaku Zora dan aku ingin mendaftar sayembara. Apa saya bisa mengikutinya?" tanya sang gadis pada petugas pendaftaran.
"Oh tentu saja, tapi nona harus ingat keluar sebelum malam dan selalu waspada" kata petugas itu mengingatkan sang gadis.
Sang gadis mengangguk, lalu petugas pendaftaran itu memberikan kunci yang digunakan untuk membuka pintu tempat sayembara.
"Oh jadi ini tempatnya, pantas saja pendaftaran dilakukan selama lima hari berturut-turut. Ternyata, tempatnya diacak seperti ini" katanya setelah memasuki tempat sayembara itu.
__ADS_1
Gadis itu melangkah semakin dalam dan banyak sekali mengalahkan monster. Dia mengalahkan lebih dari 100 monster spiritual.
"Huh.....aku sudah melawan terlalu banyak monster. Baiklah kalau begitu, aku istirahat dulu" gumam sang gadis.
Sang gadis duduk di bawah pohon. Tiba tiba ada sekelompok orang yang menghampiri nya.
"Wah...kenapa ada gadis secantik ini disini. Hari ini aku sangat beruntung" kata salah seorang itu.
"Benar bos, langsung saja hahaha" sahut seorang lagi.
Orang yang mungkin bos mereka itu mendekati sang gadis. Namun, tiba tiba sang gadis melirik tajam ke mata orang itu. Seketika orang tersebut tidak bergerak.
"Berani beraninya sampah seperti kalian ini mengganggu raga ku!! Sampah seperti kalian ini lebih baik di lenyapkan saja, dari pada membuat penyakit" kata sang gadis
Tapi, sebenarnya yang berkata itu bukanlah gadis itu sendiri, melainkan dirinya yang lain.
Semua orang tadi tidak bisa bergerak sedikitpun dan mereka tiba tiba berlutut di hadapan sang gadis.
"S-siapa sebenarnya kau!" kata orang tadi.
"Aku? Apa aku harus menjawab pertanyaan mu itu? Hmph sampah seperti kalian tidak pantas mendapat jawaban dariku" kata gadis itu.
Dia pun menjentikkan jarinya dan seketika itu juga orang orang tersebut lenyap terbakar api.
"Heh... sepertinya kau mulai berulah lagi shadow" gumam sang gadis.
__ADS_1